Andhy Marpaung: Pariwisata Berkelanjutan Adalah Investasi Masa Depan Labuan Bajo

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komodo di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. (Foto-Indonesiajuara)

Komodo di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. (Foto-Indonesiajuara)

LABUAN BAJOBadan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF ) menyebutkan bahwa arah pembangunan pariwisata di Labuan Bajo kini tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas kunjungan serta keberlanjutan destinasi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, dalam diskusi kolaborasi bersama media di Labuan Bajo, Jumat (6/3/2026).

Andhy menjelaskan, indikator keberhasilan pariwisata saat ini diukur dari durasi tinggal (length of stay) dan besarnya belanja wisatawan selama berada di Labuan Bajo.

Baca Juga:  ITDC Salurkan Ribuan Paket Bantuan Ramadan di Tiga Kawasan Pariwisata Utama

“Kita ingin wisatawan yang datang memiliki apresiasi tinggi terhadap alam dan budaya,” ujar Andhy.

Ia menambahkan, dengan tinggal lebih lama, maka perputaran ekonomi di tingkat bawah akan semakin besar.

“Otomatis perputaran ekonomi di tingkat bawah seperti UMKM dan jasa pemandu wisata akan semakin besar,” lanjutnya.

Pendekatan ini diambil guna menjaga keberlanjutan destinasi, terutama kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK).

Baca Juga:  BPOLBF Dukung Polisi Tindak Tegas Agen Wisata Nakal di Labuan Bajo

Menurut Andhy, pengembangan pariwisata harus memperhatikan daya dukung lingkungan (carrying capacity).

Hal ini penting agar ekosistem alam tidak rusak akibat tekanan aktivitas wisata yang berlebihan.

Sejumlah langkah strategis pun mulai didorong, salah satunya adalah penguatan pengelolaan limbah di kawasan wisata.

“Pengelolaan limbah diperkuat agar tidak mencemari laut dan area konservasi,” tegas Andhy.

Selain itu, BPOLBF juga mengembangkan destinasi baru seperti Parapuar untuk memecah konsentrasi wisatawan yang selama ini bertumpu pada titik tertentu.

Baca Juga:  Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF

Edukasi melalui kampanye wisata bertanggung jawab juga terus digalakkan agar pengunjung ikut menjaga kebersihan.

Andhy menekankan, pariwisata berkelanjutan juga menyangkut keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

“Pariwisata berkelanjutan adalah investasi masa depan. Jika alamnya rusak, maka daya tariknya hilang,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa kualitas kunjungan adalah kunci utama bagi masa depan pariwisata di Labuan Bajo.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga
Meruorah Luncurkan Paket Jelajah Darat dan Bahari
BPOLBF Dukung Polisi Tindak Tegas Agen Wisata Nakal di Labuan Bajo
Polisi Gagalkan Dugaan Penipuan Travel di Labuan Bajo, 4 Turis Bali Lolos dari Kerugian
Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia
Invasi Grab di Tanah Komodo, Sopir Lokal Teriak: “Kami Jadi Kuli di Negeri Sendiri”
DPR Sentil Kepentingan Pengusaha Jakarta di Balik Kisruh Kuota Seribu TN Komodo
Discover the Countryside Tour by Komodo Padar Tour–A Hidden Gem Near Labuan Bajo

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:29

Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:22

Meruorah Luncurkan Paket Jelajah Darat dan Bahari

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:26

BPOLBF Dukung Polisi Tindak Tegas Agen Wisata Nakal di Labuan Bajo

Senin, 4 Mei 2026 - 11:54

Polisi Gagalkan Dugaan Penipuan Travel di Labuan Bajo, 4 Turis Bali Lolos dari Kerugian

Selasa, 28 April 2026 - 18:56

Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia

Berita Terbaru

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39