RUTENG — Tiga mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi terpilih sebagai finalis dalam ajang bergengsi Putra Putri Budaya NTT 2026.
Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol, menyatakan prestasi ini merupakan kebanggaan besar bagi lembaga.
Menurut Romo Manfred, capaian ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan di kampus tersebut mampu melahirkan generasi muda yang berakar pada nilai budaya.
“Prestasi ini membuktikan mahasiswa kami tidak hanya unggul akademik, tapi juga memiliki karakter dan siap tampil di ruang publik,” ujarnya, Senin 16 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa keikutsertaan mahasiswa ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap pelestarian warisan budaya di tengah arus globalisasi.
Bagi Romo Manfred, ajang Putra Putri Budaya NTT adalah ruang pembelajaran nyata untuk menghidupi identitas sebagai generasi yang menghargai tradisi.
Ia menilai, generasi muda saat ini harus mampu berdialog dengan perkembangan zaman, terutama dalam konteks NTT yang kaya akan nilai dan simbol.
Harapan bagi Para Finalis
Rektor secara khusus menitipkan empat harapan besar bagi ketiga mahasiswa yang menjadi finalis tersebut.
Pertama, ia berharap mereka menjadi duta budaya yang tidak hanya menampilkan keindahan fisik, tetapi memahami makna dan spiritualitas tradisi.
Kedua, para finalis diminta menunjukkan integritas, kerendahan hati, dan kecerdasan sebagai representasi generasi muda Katolik yang beriman.
Ketiga, kesempatan ini harus digunakan sebagai sarana belajar, membangun jejaring, dan memperkuat komitmen melayani masyarakat.
Keempat, mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar semakin mencintai budaya lokal sebagai sumber kekuatan pembangunan.
Komitmen Universitas ke Depan
Bagi Unika Santu Paulus Ruteng, momentum ini juga meneguhkan panggilan universitas untuk terus bertransformasi.
Pihak kampus berkomitmen membangun komunitas akademik yang kolaboratif melalui integrasi ilmu pengetahuan, iman, dan budaya.
Romo Manfred menegaskan pendidikan di Unika Ruteng tidak akan tercerabut dari akar lokal, melainkan menjadikan kearifan budaya sebagai sumber refleksi ilmiah.
Kampus juga akan terus mendorong lahirnya ruang kreatif bagi mahasiswa untuk menjadi agen pelestari budaya dan pembawa nilai kemanusiaan.
Selain itu, Unika Ruteng memperkuat perannya sebagai pusat inkulturasi serta ruang dialog antara iman dan budaya demi peradaban yang bermartabat.
Di akhir pernyataannya, Rektor mengucapkan selamat berjuang kepada para finalis dan meminta mereka menampilkan yang terbaik.
“Tampilkan yang terbaik untuk menghadirkan wajah generasi muda yang mencintai budaya dan menjunjung nilai kemanusiaan,” tutupnya.
Ia berharap keikutsertaan ini menjadi berkat bagi para mahasiswa, universitas, serta masyarakat luas di Nusa Tenggara Timur.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






