RUTENG — Pemenang Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025, Kevin Suwandi dan Cantika Manterio, secara resmi mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya daerah.
Ajakan ini disampaikan seiring dengan dibukanya pendaftaran ajang Putra Putri Budaya NTT 2026. Langkah ini dinilai penting di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital.
Kevin dan Cantika memandang budaya sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Menurut mereka, pelestarian budaya harus dilakukan melalui keterlibatan nyata dan edukasi yang berkelanjutan.
Winner Putra Budaya NTT 2025, Kevin Suwandi, menegaskan bahwa ajang ini hadir sebagai ruang pembinaan bagi anak muda untuk memahami nilai-nilai lokal.
“Budaya adalah jati diri dan kekuatan bangsa. Jika generasi muda tidak mengambil peran, maka budaya perlahan akan kehilangan maknanya,” ujar Kevin.
Ia menambahkan, Putra Putri Budaya NTT menjadi wadah bagi anak muda untuk belajar dan berkontribusi nyata dalam menjaga warisan daerah.
“Putra Putri Budaya NTT menjadi wadah bagi anak muda untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya daerah,” lanjut Kevin.
Kevin juga menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam budaya berdampak positif pada penguatan kepemimpinan dan sektor ekonomi kreatif di daerah.
Senada dengan Kevin, Winner Putri Budaya NTT 2025, Cantika Manterio, menyoroti pentingnya pendekatan adaptif dalam pelestarian budaya di era digital.
“Generasi muda hidup di era teknologi dan media sosial. Tantangannya adalah bagaimana budaya tetap dikenali, dicintai, dan dibanggakan,” kata Cantika.
Ia berharap generasi muda mampu menjadi penyambung lidah antara nilai tradisional dan cara komunikasi modern.
“Melalui Putra Putri Budaya NTT, anak muda diajak menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional dan cara komunikasi modern,” tutur Cantika.
Cantika menjelaskan, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau gelar semata, melainkan sebuah komitmen moral untuk menjadi penggerak pelestarian budaya.
Selama masa tugasnya, para pemenang aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi di sekolah hingga kampanye budaya berbasis komunitas.
Kini, melalui pendaftaran tahun 2026, Kevin dan Cantika mengundang pelajar, mahasiswa, serta pemuda umum di NTT untuk berani mengambil peran.
“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda bukan hanya pewaris, tetapi penentu arah masa depan budaya Indonesia,” tutup keduanya.
Bagi pemuda-pemudi yang berminat, informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @putraputribudayantt atau menghubungi nomor 082236610248 (Kevin Suwandi).
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun






