KUPANG – Panitia Pemilihan Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 mulai melakukan persiapan matang untuk menyukseskan ajang bergengsi tersebut.
Sebagai langkah awal, panitia sangat mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sebagai mitra strategis.
Regional Director (RD) sekaligus Panitia Pelaksana, Aldi Pratama, mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah memberikan perhatian, baik secara materi maupun material.
Menurut Aldi, program ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau bakat biasa, melainkan pengembangan generasi muda berbasis pelestarian budaya.
Ajang ini digadang-gadang menjadi wadah pembinaan pemuda-pemudi NTT yang berkarakter, berwawasan luas, dan memiliki komitmen menjaga nilai lokal.
Terlebih, tantangan arus globalisasi saat ini menuntut generasi muda untuk tetap teguh memegang identitas daerahnya.
“Kita ingin lahirkan duta budaya yang bisa aktif berperan di tingkat daerah, nasional bahkan internasional – baik dalam edukasi, promosi, hingga advokasi kebudayaan NTT,” ungkap Aldi Pratama dalam pernyataan resminya yang diterima media ini, Rabu 3 Februari 2026.
Dukungan yang diharapkan dari Pemprov NTT mencakup fasilitasi, pendampingan, sinergi program, hingga dukungan kebijakan sesuai regulasi yang berlaku.
Pelaksanaan kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan visi pembangunan daerah, terutama dalam penguatan identitas budaya NTT.
Panitia menilai, sektor kebudayaan merupakan aset daerah yang bernilai strategis jika dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Melalui ajang ini, para finalis diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mempromosikan kekayaan NTT di mata dunia.
“Kita berharap Pemprov NTT bisa memberikan dukungan dan perhatian penuh, demi tercapainya tujuan bersama dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur,” pungkas Aldi.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun






