PGWI Labuan Bajo Dorong Taman Mangrove Teluk Terang Jadi Destinasi Konservasi Baru

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO – Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Wilayah Labuan Bajo melakukan inspeksi ke Taman Indah Mangrove Teluk Terang (TIMT), Manggarai Barat, Selasa, 27 Januari 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PGWI DPW Labuan Bajo, Saver Guardi. Tujuannya adalah mengeksplorasi potensi geowisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 1,5 jam dari pusat kota Labuan Bajo. Rombongan disuguhi udara segar pegunungan dan asrinya hutan tropis sepanjang jalur darat.

Sebelum tiba di tujuan, tim sempat singgah di Ekowisata Wae Bobok di Desa Tanjung Boleng. Destinasi ini menawarkan nuansa hutan pegunungan yang tenang untuk melepas penat sejenak.

Baca Juga:  BPOLBF Perkenalkan Model Desa Wisata Berkelanjutan Flores di Meru Eco Tourism Week

Taman Indah Mangrove Teluk Terang sendiri terletak di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng. Setibanya di sana, rombongan dipandu oleh Fauzi, pengelola wisata lokal.

Tim menyusuri alur sungai menggunakan perahu hingga mencapai Kampung Rosok. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kampung tertua di wilayah Boleng.

Koko Ama, anggota tim PGWI yang merupakan putra daerah setempat, menjelaskan bahwa di kampung ini terdapat mata air legendaris bernama Mata Mbubung.

“Mata air ini sejak dulu menjadi sumber pengairan utama bagi persawahan di Rosok hingga wilayah Terang,” ujar Koko Ama saat menjelaskan nilai historis kawasan tersebut.

Menurut pengelola, Fauzi, kawasan ini mulai menghijau sejak 2022. Sebanyak 100 ribu bibit mangrove telah ditanam di atas lahan pesisir seluas 10 hektare.

Baca Juga:  PWMB Sebut Aturan Media Pemda Mabar Amburadul, Desak Bupati Pecat Kadis Pariwisata

Kini, TIMT telah dilengkapi jalur trekking sepanjang 80 meter, gazebo, serta fasilitas pembibitan (nursery) mangrove untuk mendukung wisata edukasi.

Kekayaan hayati di sini pun tergolong luar biasa. Tercatat ada 22 spesies mangrove yang tumbuh subur, mulai dari jenis Rhizophora, Sonneratia, hingga Xylocarpus.

Keberagaman ini menjadikan Teluk Terang sebagai benteng pesisir sekaligus habitat biota laut yang krusial bagi ekosistem lokal.

Tak hanya tanaman, wisatawan juga berkesempatan melihat satwa liar. Dalam inspeksi kali ini, tim PGWI sempat melihat seekor buaya yang muncul di tepian sungai.

Sekretaris PGWI DPW Labuan Bajo, Fiktorianus Afri, menekankan pentingnya pengembangan wisata berkelanjutan di lokasi ini.

Baca Juga:  Ancam Keselamatan Siswa SD, Warga Tando Gotong Royong Perbaiki Jalan Curam dan Licin

“Ini bukan sekadar keindahan, tapi upaya menjaga lingkungan. Di tengah isu penutupan TNK, destinasi ini sangat layak masuk peta wisata alternatif,” kata Fiktorianus.

Seluruh perjalanan didokumentasikan oleh Efrem dalam bentuk audio-visual sebagai materi promosi wisata alternatif yang mengedepankan konservasi dan pemberdayaan warga.

Menutup rangkaian kegiatan, tim berdiskusi dengan pembina PGWI, Abang Boe. Mereka merumuskan langkah konkret untuk memajukan pariwisata di Manggarai Barat dan NTT.

Taman Indah Mangrove Teluk Terang kini bersiap menyambut wisatawan yang merindukan ketenangan dan ingin belajar lebih dekat dengan alam pesisir.

Artikel ini ditulis oleh Lee Risar, Ketua Bidang SDM PGWI DPW Labuan Bajo

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026
Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:17

Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44

Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02

Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17