Polisi Gagalkan Dugaan Penipuan Travel di Labuan Bajo, 4 Turis Bali Lolos dari Kerugian

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO —Pelabuhan Marina Waterfront City Labuan Bajo

FOTO —Pelabuhan Marina Waterfront City Labuan Bajo

LABUAN BAJOKasus penipuan dan penelantaran wisatawan oleh agen travel nakal nyaris terjadi lagi di gerbang wisata super premium, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Belum lekang dari ingatan publik soal rentetan kasus ‘travel bodong’ atau tidak bertanggung jawab yang menelantarkan wisatawan hingga merugi puluhan juta rupiah beberapa waktu lalu, kini kejadian serupa hampir terulang.

Beruntung, gerak cepat aparat kepolisian berhasil mencegah empat wisatawan asal Bali menjadi korban berikutnya.

Ketegangan sempat pecah di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Minggu (3/5/2026) siang. Pemicunya adalah persoalan klasik: tunggakan pembayaran.

Pihak Kapal Wisata Arham Jaya 02 terpaksa melapor kepada petugas karena agen perjalanan yang membawa tamu tak kunjung melunasi biaya trip.

Empat wisatawan yang nyaris menjadi korban tersebut adalah I Komang Raynal Dewangga Alfreda, Desak Putu Widya Sari Dewi, Ni Komang Yustika Putri, dan Sang Nyoman Indra Bagus Kusuma. Keempatnya merupakan warga Bali yang hendak berlibur.

Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU I Komang Agus Budiawan, membenarkan adanya insiden yang sempat memicu keributan tersebut.

Baca Juga:  Kucurkan Rp2,17 Miliar, Pemkab Manggarai Timur Rombak Total SDK Wano

“Kejadian ini bermula saat pengurus kapal, Angga Permana, merasa kesulitan menghubungi pihak agen travel terkait sisa pembayaran yang seharusnya sudah diselesaikan sebelum atau saat keberangkatan tamu,” ungkap IPTU Agus dalam keterangannya, Senin (4/5) pagi.

Berdasarkan keterangan pihak kapal, oknum agen dari “Quanty Tour” yang bernama Andre Faysal tak merespons. Ia sangat sulit dihubungi oleh pengurus kapal maupun para tamu, meski telah dikontak berulang kali.

“Sebelumnya, pihak pengurus kapal bersama tamu sudah mencoba menjalin komunikasi baik-baik. Namun dari pihak agen sama sekali tidak ada respon,” beber IPTU Agus.

Ia menegaskan, pelunasan adalah kewajiban mutlak yang harus segera diselesaikan. Hal ini demi menjamin kelancaran operasional kapal dan kenyamanan wisatawan.

Tak ingin citra pariwisata Labuan Bajo kembali tercoreng oleh ulah oknum tak bertanggung jawab, Sat Pam Obvit Polres Manggarai Barat bersama piket Syahbandar langsung mengambil langkah tegas.

Baca Juga:  Hari Ke-2 Gempa M 7,7 Nagekeo: Korban Tewas Jadi 48, Area Pencarian Diperluas

Polisi melakukan strategi “jemput bola”. Petugas langsung memediasi kedua belah pihak secara persuasif tepat di area pelabuhan.

Upaya sigap kepolisian tersebut membuahkan hasil signifikan. Pihak agen akhirnya menampakkan diri dan bersedia membereskan kewajibannya yang sempat tertunda.

“Setelah dilakukan mediasi persuasif bersama rekan-rekan dari Syahbandar, pihak agen merespon. Masalah ini murni miskomunikasi,” terang Perwira itu.

“Kabar baiknya, seluruh tunggakan kini telah diselesaikan dan dilunasi oleh pihak agen kepada pengurus kapal,” sambungnya.

Kelegaan pun terpancar dari wajah para wisatawan setelah melihat kesigapan petugas di lapangan. Mereka bersyukur tak jadi masuk dalam daftar panjang korban penipuan agen wisata di Labuan Bajo.

Mewakili rekan-rekannya, I Komang Raynal Dewangga Alfreda memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat Kepolisian dan Syahbandar.

“Kami hampir saja menjadi korban penipuan oleh agen Quanty Tour yang tidak melunasi pembayaran kepada pihak kapal,” ungkap Raynal dengan nada lega.

Ia mengaku sangat terbantu dengan aksi cepat tanggap aparat di lapangan yang mencegah persoalan ini menjadi lebih buruk.

Baca Juga:  Raibkan Rp85 Juta Milik Turis, Pemilik Biro Perjalanan Labuan Bajo Terancam 4 Tahun Penjara

“Berkat mediasi dari para petugas, persoalan ini dapat diselesaikan dengan sangat baik. Kami sangat puas dan berterima kasih. Semoga di lain kesempatan kita dapat berjumpa kembali,” tuturnya.

Menyikapi insiden ini, IPTU I Komang Agus Budiawan memberikan catatan tajam sekaligus peringatan keras bagi seluruh pelaku jasa wisata di gerbang masuk Taman Nasional Komodo tersebut.

“Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku jasa wisata di Labuan Bajo untuk selalu mengedepankan profesionalisme dan transparansi informasi,” tegas Kasat Pam Obvit.

Ia mengingatkan bahwa bagi Labuan Bajo, pelayanan pariwisata bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan mempertaruhkan wajah keramahan Indonesia di mata dunia.

Pihak kepolisian memastikan tidak akan lengah. Mereka akan terus memperketat pemantauan aktivitas di Pelabuhan Marina.

“Kami akan terus memantau aktivitas di pelabuhan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan. Setiap wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo harus merasa aman dan terlindungi dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak
9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17