Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelenggaraan ajang renang perairan terbuka berskala internasional, Komodo Ocean Swim 2026. Kompetisi perdana ini digelar di perairan Pulau Seraya Kecil, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (26/4/2026).

Penyelenggaraan ajang renang perairan terbuka berskala internasional, Komodo Ocean Swim 2026. Kompetisi perdana ini digelar di perairan Pulau Seraya Kecil, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (26/4/2026).

LABUAN BAJO Citra pariwisata Labuan Bajo sebagai surga wisata bahari dunia kian tak terbantahkan. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan ajang renang perairan terbuka berskala internasional, Komodo Ocean Swim 2026.

Kompetisi perdana ini digelar di perairan Pulau Seraya Kecil, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (26/4/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Bali Sports Foundation (BSF) Asia dengan dukungan penuh dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Ajang ini merupakan replikasi dari Bali Ocean Swim yang telah sukses digelar 16 kali.

Tercatat ada 36 peserta yang ambil bagian. Mereka bukan hanya perenang lokal, melainkan atlet yang datang dari Amerika Serikat, Australia, Spanyol, Malaysia, hingga penjuru Indonesia.

Lomba ini dibagi dalam dua nomor bergengsi. Rute ekstrem sejauh 10 kilometer yang mengelilingi Pulau Anita dan Pulau Hatamin dimulai sejak pukul 08.00 WITA.

Sementara itu, rute sprint sejauh 1,2 kilometer untuk kategori junior, dewasa, hingga master dilepas pada pukul 09.30 WITA.

Baca Juga:  Andhy Marpaung: Pariwisata Berkelanjutan Adalah Investasi Masa Depan Labuan Bajo

Menariknya, event internasional ini tidak hanya soal adu ketangkasan di air, tetapi juga membawa misi sosial yang sangat kuat.

Seluruh dana pendaftaran peserta didonasikan sepenuhnya untuk mendukung program olahraga bagi penyandang disabilitas di Bali dan kawasan Indonesia Timur.

Founder Bali Sports Foundation Asia, Rodney Holt, menegaskan bahwa event ini merupakan langkah strategis untuk mengawinkan olahraga, pariwisata, dan aksi sosial.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan sports tourism sekaligus mendorong promosi wisata Labuan Bajo,” ujar Rodney Holt.

Rodney berharap kegiatan ini bisa masuk dalam kalender tetap pariwisata Manggarai Barat.

“Kami berharap event tahun depan mendapatkan perhatian yang lebih besar sehingga mampu menarik lebih banyak peserta yang berpotensi menjadi wisatawan,” tambahnya.

Keindahan bawah laut Labuan Bajo pun sukses membius para peserta. Salah satunya dirasakan oleh Christian Puentes, peserta kategori master.

“Pulau Seraya memiliki keindahan terumbu karang yang luar biasa. Perairannya juga aman untuk berenang,” ungkap Christian usai menjajal rute perlombaan.

Baca Juga:  Niat Usir Gerah, Kernet Ekspedisi Justru Meregang Nyawa di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

Atas pesona tersebut, ia sangat mendukung keberlanjutan acara ini. “Saya berharap event seperti ini terus dilaksanakan di Labuan Bajo,” tegasnya.

Semangat inklusivitas di ajang ini makin terasa dengan hadirnya Richard Rahit, atlet dan pelatih Rugby Paragame asal Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Richard membawa misi penting untuk memperkenalkan olahraga rugby kepada komunitas disabilitas di wilayah Manggarai Raya agar mereka mendapat kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya event yang menggabungkan olahraga, wisata, dan kemanusiaan ini.

Menurut Andhy, inovasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk mendongkrak pariwisata Labuan Bajo yang berkualitas.

“Labuan Bajo terus berkembang sebagai destinasi dengan beragam potensi wisata yang tidak hanya mengandalkan eksplorasi di darat dan bawah laut,” ujar Andhy.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa diversifikasi atraksi menjadi kunci di masa depan. “Penciptaan berbagai aktivitas wisata seperti sport tourism mampu menarik wisatawan berkualitas,” paparnya.

Baca Juga:  TNK Dinobatkan Jadi Runner-Up Terindah di Dunia, Meruorah Siapkan 'Luxury Getaway' Kelas Kakap

Andhy pun berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang membawa semangat kesetaraan. “Kami mengapresiasi Bali Sports Foundation yang menghadirkan Komodo Ocean Swim 2026 dengan semangat inklusivitas sosial,” tuturnya.

BPOLBF berkomitmen penuh untuk menjadikan event ini sebagai magnet baru pariwisata NTT.

“Harapannya event ini dapat menjadi agenda tahunan bertaraf internasional yang semakin memperkuat daya saing produk pariwisata Labuan Bajo,” pungkas Andhy.

Berikut adalah Daftar Pemenang Komodo Ocean Swim 2026:

Kategori Junior Perempuan (1,2 KM)
Juara 1: Healdegardiz Gerejati Banabera
Juara 2: Michelle Leong

Kategori Junior Laki-Laki (1,2 KM)
Juara 1: Michael Greicgo Elsons Sukantio
Juara 2: Bayu Priambodo

Kategori Dewasa Laki-Laki (1,2 KM)
Juara 1: Lerianus Parpurna
Juara 2: Louis
Juara 3: Damiand Hendra Gunawan

Kategori Master (1,2 KM)
Fastest Woman : Emitha Taihutu
Fastest Man : Christian Puentes

Kategori Open (10 KM)
Juara 1: Aaron Trenfield
Juara 2: Cindy Song

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Invasi Grab di Tanah Komodo, Sopir Lokal Teriak: “Kami Jadi Kuli di Negeri Sendiri”
DPR Sentil Kepentingan Pengusaha Jakarta di Balik Kisruh Kuota Seribu TN Komodo
Discover the Countryside Tour by Komodo Padar Tour–A Hidden Gem Near Labuan Bajo
Komodo Padar Tour Offers Rural Flores Itinerary as Island Trip Alternative
Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF
Atasi Ketergantungan Pangan dari Luar, BPOLBF Genjot Pengusaha Lokal Lewat Floratama Academy
Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:56

Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia

Senin, 27 April 2026 - 11:33

Invasi Grab di Tanah Komodo, Sopir Lokal Teriak: “Kami Jadi Kuli di Negeri Sendiri”

Kamis, 23 April 2026 - 00:36

Discover the Countryside Tour by Komodo Padar Tour–A Hidden Gem Near Labuan Bajo

Kamis, 23 April 2026 - 00:28

Komodo Padar Tour Offers Rural Flores Itinerary as Island Trip Alternative

Rabu, 22 April 2026 - 11:18

Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF

Berita Terbaru