Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jumat siang (11/9/2026), puluhan siswa dan guru SDN Nanga Boleng, Manggarai Barat, saling bahu-membahu. Mereka bergotong royong memanggul batang-batang bambu sepanjang delapan meter untuk membangun kelas darurat.

Jumat siang (11/9/2026), puluhan siswa dan guru SDN Nanga Boleng, Manggarai Barat, saling bahu-membahu. Mereka bergotong royong memanggul batang-batang bambu sepanjang delapan meter untuk membangun kelas darurat.

LABUAN BAJO Jumat siang (11/9/2026), puluhan siswa dan guru SDN Nanga Boleng, Manggarai Barat, saling bahu-membahu. Mereka bergotong royong memanggul batang-batang bambu sepanjang delapan meter untuk membangun kelas darurat.

Bambu-bambu itu tak bisa diangkut langsung ke halaman sekolah. Mobil pikap sewaan hanya bisa mengantar material hingga ke ujung jembatan.

Dari titik itu, para siswa dan guru harus memikul bambu menyusuri jembatan darurat menuju sekolah mereka.

Inisiatif mandiri ini terpaksa dilakukan karena bangunan sekolah rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang pada 15 Agustus lalu.

“Dari Kampung Merawang dibeli dengan harga Rp20 ribu per batang. Tadi kami beli, untuk sementara sekitar 70-an batang bambu,” kata salah satu guru SDN Nanga Boleng, Hasan.

Baca Juga:  28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Pihak sekolah terpaksa merogoh kocek sendiri, baik untuk membeli bambu maupun membayar sewa mobil pikap.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Nanga Boleng, Emerlinda Mensi, mengatakan pascagempa, ada tiga ruangan yang hancur dan tidak layak lagi ditempati oleh siswa.

“Ruangan kelas 1, 4, dan 5,” ungkapnya.

Kondisi bangunan ruang kelas 1, 4, dan 5 yang rusak akibat gempa di SDN Nanga Boleng, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat.

Kondisi geografis turut memperparah keadaan. Secara geografis, SDN Nanga Boleng hanya berjarak 30 menit berkendara dari Labuan Bajo.

Namun, sekolah ini rawan terendam air laut. Setiap pukul 10.00 hingga 15.00 WITA, air pasang mengepung sekolah dari arah utara, timur, barat, dan selatan.

Oleh karena itu, jembatan bambu sepanjang kurang lebih 100 meter dengan tinggi dua meter dibangun agar para siswa dan guru tidak menginjak genangan air laut saat menuju sekolah.

Baca Juga:  Gandeng Damkar Mabar, 60 Karyawan Meruorah dan Plaza Marina Ikuti Pelatihan Fire Drill

Di tengah kondisi pesisir yang ekstrem, kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terus berjalan. Pihak sekolah sempat membuat tenda darurat, namun diyakini tak bertahan lama.

“Tenda darurat yang kami buat tidak memungkinkan untuk bertahan. Di pinggir pantai begini angin kencang, mudah sekali terlepas apalagi cuma terpal biasa,” jelas Hasan.

Kondisi tersebut membuat siswa kesulitan berkonsentrasi. Suara kepakan terpal yang dihantam angin pesisir membuat suasana belajar tak lagi tenang.

Kini, para guru berinisiatif membuat struktur semi-permanen dari bambu agar lebih tangguh menahan angin. Namun, material penutup atap menjadi masalah baru.

Baca Juga:  Polemik Ojek Online Labuan Bajo, Paulus Ganor: Larang Grab Dinilai Tak Masuk Akal

Hingga kini, tidak ada satu pun tenda bantuan yang tiba. Hasan menyebut, ada beberapa pihak yang berjanji mengirimkan terpal, namun belum terealisasi.

 

FOTO -Kerangka tenda darurat untuk tiga kelas yang telah dibangun secara mandiri oleh guru dan siswa di SDN Nanga Boleng. Bangunan kerangka telah jadi,  hanya tinggal menunggu terpal yang layak.

Bahkan beberapa pihak, kata dia, memberikan syarat meminta pihak sekolah membuat kerangka tenda terlebih dahulu sebelum terpal dikirimkan.

“Maunya ada bahannya dulu supaya kita sesuaikan (ukurannya) dengan bahan yang ada. Pokoknya ini (bantuan) belum ada sama sekali,” keluh Hasan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Manggarai Barat, Agustinus Gias, sempat dikonfirmasi media ini pada 2 September 2026 lalu mengenai pengadaan tenda darurat untuk SDN Nanga Boleng.

Alih-alih memberikan kepastian waktu, Agustinus hanya menjawab singkat.

“Ada. Sekarang sedang proses penyusunan RKB (Rencana Kebutuhan Barang),” balasnya via pesan singkat WhatsApp.

Ketika ditanya mengenai kapan tenggat waktu distribusi bantuan tersebut untuk sekolah-sekolah yang terdampak gempa, jawaban yang keluar dari Agustinus makin irit.

“Berproses,” jawabnya singkat.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup
Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat
Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 - 16:58

Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri

Sabtu, 12 September 2026 - 14:14

Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34

Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Berita Terbaru

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Nasional

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:07

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26