Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPW menggelar aksi bersih-bersih di jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dengan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9/2026). (FOTO/Itho Umar).

OPW menggelar aksi bersih-bersih di jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dengan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9/2026). (FOTO/Itho Umar).

LABUAN BAJO — Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) menggelar aksi bersih-bersih di jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dengan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9/2026).

Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) menggelar aksi bersih-bersih di jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dengan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9/2026). (FOTO-Itho Umar).

Aksi tersebut dilakukan setelah pemuda OPW melihat kondisi jalur yang semakin kotor dan kurang terawat.

Sampah berserakan di sejumlah titik. Bau tidak sedap juga tercium di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus IB vs EH: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan, Pelapor Tutup Pintu Damai

Selain itu, rumput dan pepohonan liar mulai menutupi sebagian badan jalan.

Ketua OPW Usman Kardiyanato mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena jalur itu masih digunakan warga dan wisatawan.

“Jalur ini sering dilalui wisatawan, baik dengan kendaraan roda dua maupun pejalan kaki,” kata Usman.

Menurut dia, kondisi lingkungan yang kotor dapat memengaruhi citra kawasan wisata Labuan Bajo.

“Kalau dibiarkan kotor, tentu akan mencoreng nama baik Desa Gorontalo dan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat

Dalam kegiatan itu, para pemuda memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalur.

Mereka juga membersihkan rumput liar dan memangkas pepohonan yang menghalangi badan jalan.

OPW turut memasang imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Tulisan “DILARANG!! MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT INI” dipasang pada kontainer yang berada di lokasi.

Usman mengatakan aksi tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.

Ia meminta warga dan pengguna jalan ikut menjaga kebersihan kawasan tersebut.

“Sampah berserakan bukan hanya mengganggu pemandangan dan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit,” kata Usman.

Baca Juga:  KM Feronia: Jejak Tumpahan Minyak Ditemukan, Satu Korban Masih Hilang

“Mari kita jaga bersama kebersihan lingkungan kita,” lanjutnya.

Salah satu pengguna jalan, Imran, mengapresiasi aksi yang dilakukan para pemuda OPW.

Menurut Imran, status jalur sebagai jalan alternatif bukan alasan untuk mengabaikan kebersihannya.

“Meskipun ini jalur alternatif, tetap harus dijaga kebersihannya. Kalau tidak, pemandangannya jadi tidak enak dilihat,” ujar Imran.

“Terima kasih untuk teman-teman OPW yang sudah peduli,” tambahnya.

OPW berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Mereka mendorong warga, komunitas, dan kelompok pemuda lainnya ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Bagi OPW, kebersihan jalur tersebut bukan hanya soal kenyamanan warga, tetapi juga bagian dari menjaga citra Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata.

Penulis : Itho Umar

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Viral Penjaga Lahan Usir Warga di Pantai Labuan Bajo: Sampeyan Duduk di Pasirnya Ini
Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica
Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur
Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar
Jerat Berulang Itok Aman: Tipu Turis Italia Rp79 Juta, Terancam 4 Tahun Penjara
Jessica Belum Ditemukan, Operasi SAR KM Feronia Diperpanjang

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:13

Viral Penjaga Lahan Usir Warga di Pantai Labuan Bajo: Sampeyan Duduk di Pasirnya Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:33

Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43

Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:26

Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar

Berita Terbaru

FOTO _ Syamsudin Kadir
Direktur LITERASIA - Literasi Indonesia

Opini

KDM dan Teori-Praktik Politik ala Tradisi Sunda

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:59

FOTO saat pengkuran jalan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan pengerjaan Jalan Sola–Watu Ata pada titik-titik kerusakan terparah pada 2026 ini.

Infrastruktur

Dinas PUPR Matim Prioritaskan Segmen Rusak Parah Sola-Watu Ata

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:34