LABUAN BAJO — Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) menggelar aksi bersih-bersih di jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dengan Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9/2026).

Aksi tersebut dilakukan setelah pemuda OPW melihat kondisi jalur yang semakin kotor dan kurang terawat.
Sampah berserakan di sejumlah titik. Bau tidak sedap juga tercium di sekitar lokasi.
Selain itu, rumput dan pepohonan liar mulai menutupi sebagian badan jalan.
Ketua OPW Usman Kardiyanato mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena jalur itu masih digunakan warga dan wisatawan.
“Jalur ini sering dilalui wisatawan, baik dengan kendaraan roda dua maupun pejalan kaki,” kata Usman.
Menurut dia, kondisi lingkungan yang kotor dapat memengaruhi citra kawasan wisata Labuan Bajo.
“Kalau dibiarkan kotor, tentu akan mencoreng nama baik Desa Gorontalo dan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, para pemuda memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalur.
Mereka juga membersihkan rumput liar dan memangkas pepohonan yang menghalangi badan jalan.
OPW turut memasang imbauan agar warga tidak membuang sampah sembarangan.
Tulisan “DILARANG!! MEMBUANG SAMPAH DI TEMPAT INI” dipasang pada kontainer yang berada di lokasi.
Usman mengatakan aksi tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
Ia meminta warga dan pengguna jalan ikut menjaga kebersihan kawasan tersebut.
“Sampah berserakan bukan hanya mengganggu pemandangan dan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit,” kata Usman.
“Mari kita jaga bersama kebersihan lingkungan kita,” lanjutnya.
Salah satu pengguna jalan, Imran, mengapresiasi aksi yang dilakukan para pemuda OPW.
Menurut Imran, status jalur sebagai jalan alternatif bukan alasan untuk mengabaikan kebersihannya.
“Meskipun ini jalur alternatif, tetap harus dijaga kebersihannya. Kalau tidak, pemandangannya jadi tidak enak dilihat,” ujar Imran.
“Terima kasih untuk teman-teman OPW yang sudah peduli,” tambahnya.
OPW berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Mereka mendorong warga, komunitas, dan kelompok pemuda lainnya ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi OPW, kebersihan jalur tersebut bukan hanya soal kenyamanan warga, tetapi juga bagian dari menjaga citra Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata.
Penulis : Itho Umar
Editor : Fons Abun






