LABUAN BAJO — Dua pelajar asal Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026.
Keduanya dijadwalkan segera diberangkatkan ke Kota Kupang untuk mengikuti pemusatan latihan.
Mereka adalah Juliani Lujud Bataona, siswi SMKN 1 Labuan Bajo, dan Gabriel Prayoga Kantur, siswa SMK St Ignasius Loyola.
Staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sekaligus Admin Paskibraka Manggarai Barat, Tarsisius Fribo, menyebut pembatasan jumlah peserta merupakan ketetapan dari provinsi.
“Untuk kuota ke provinsi itu, aturannya dari provinsi, cuma dua orang saja dari setiap kabupaten,” kata Tarsisius di Labuan Bajo, Senin (27/7/2026).
Tarsisius menjelaskan, proses rekrutmen di Manggarai Barat berjalan ketat karena sepenuhnya merujuk pada regulasi Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).
Tahapan seleksi mencakup Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) secara daring, disusul tes kesehatan, kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes kepribadian.
“Peserta yang dikirim ini sudah sesuai ketentuan dan meraih poin terbaik dari hasil semua seleksi tersebut,” ujar Tarsisius yang sudah dua tahun menjabat sebagai admin Paskibraka daerah.
Proses penjaringan kandidat dilakukan dengan metode jemput bola. Pihak Kesbangpol turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mencari pelajar yang memiliki potensi.
Setelah kandidat terkumpul, tim seleksi dari tingkat provinsi datang langsung ke kabupaten untuk menguji kemampuan fisik, kesehatan, dan baris-berbaris para peserta.
Kualitas perwakilan Manggarai Barat tahun ini cukup teruji. Juliani Lujud Bataona, misalnya, sempat menembus dan mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional di Jakarta, meski akhirnya belum lolos ke Istana Negara.
Pihak Kesbangpol berharap kedua pelajar ini mampu tampil optimal selama bertugas di ibu kota provinsi.
“Karena mereka ini membawa nama kabupaten, maka apa yang menjadi kemampuan mereka harus ditunjukkan yang terbaik di provinsi,” kata Tarsisius.
Ia juga menaruh harapan agar Gabriel dan Juliani mampu mencatat prestasi menonjol selama di Kupang.
“Harapannya, di tingkat provinsi nanti mereka bisa dipilih menjadi yang terbaik dari sekian banyak perwakilan kabupaten yang diutus,” pungkasnya.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update







