Pendampingan Psikologis Sangat Penting bagi Korban Gempa di Flores agar Segera Bangkit dari Keterpurukan

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan kemanusiaan NTT bertemu dengan anak-anak penyintas bencana di Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (28/8/2026).

Relawan kemanusiaan NTT bertemu dengan anak-anak penyintas bencana di Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (28/8/2026).

BORONG Ribuan penyintas gempa bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di tenda-tenda darurat akibat trauma.

Pendampingan psikososial dinilai lebih mendesak untuk memulihkan kemandirian warga ketimbang sekadar bantuan logistik di tengah keterbatasan pemerintah.

Para korban terdampak gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu ini tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, hingga Manggarai Barat.

Memasuki hari ke-14 pascagempa, warga belum berani kembali ke kediaman masing-masing.

Baca Juga:  Asa Tim Medis Puskesmas Wae Codi Penuhi Dahaga Layanan Dokter di Desa Golo Lanak

Selain karena kondisi bangunan yang rusak parah, ancaman gempa susulan membuat masyarakat masih dilanda ketakutan mendalam.

Relawan kemanusiaan sekaligus Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung, menyebut pendampingan sosial bagi para penyintas adalah kebutuhan paling mendesak saat ini.

Berdasarkan pantauan timnya di lapangan, mulai dari kawasan Nagekeo hingga Manggarai Timur, warga masih terjebak dalam situasi psikologis yang sulit.

“Menurut saya, (yang utama adalah) pemulihan perasaan takut untuk bisa tenang dan kembali bergembira,” kata Yuvensius di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:  Amankan Malam Takbiran dan Sholat Id, Ratusan Personel Gabungan Siaga di Labuan Bajo

Yuvensius menegaskan, bantuan logistik berupa bahan pokok memang dibutuhkan, tetapi sifatnya hanya sementara.

Ia menilai, pemulihan kondisi psikologis jauh lebih krusial agar penyintas dapat segera bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalani hidup normal.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan. Kembali berdiri di kaki sendiri,” ujar Yuvensius.

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian warga di tengah lambannya duyungan dan keterbatasan respons dari pihak pemerintah daerah maupun pusat.

“Tidak bisa terlalu berharap ke pemerintah, jika disandingkan dengan tampilan pemerintah yang serba terbatas,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Beras hingga Obat-obatan: YBLL Sasar 4 Desa Terdampak Gempa di Manggarai

Oleh karena itu, relawan Pemuda Katolik Komda NTT saat ini memfokuskan program mereka pada pemulihan semangat hidup dan daya juang para penyintas.

Masyarakat mulai didorong untuk kembali beradaptasi dengan situasi pascabencana dan menjalankan aktivitas sehari-hari agar roda ekonomi keluarga kembali berputar.

“Masyarakat harus mulai beraktivitas seperti berkebun. Tidak harus bergantung kepada pemerintah. Itu yang kami coba lakukan dari Mbai hingga ke Manggarai Timur,” pungkas Yuvensius.

Penulis : N. Taris

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Respons Cepat Gempa Flores, PT Mandiri Inti Perkasa Turunkan Bantuan Logistik
“Rakyat Dulu”: Alasan Bupati Manggarai Barat Abaikan Gedung Pemerintah Pascagempa
Bupati Edi Endi soal Siswa Belajar di Rumah Pascagempa: “Tidak Masuk Kelas, tapi Tidak Libur”
Pascagempa Flores, Menpar Widiyanti Pastikan Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal
Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Mabar: Polisi Ikut Mengungsi Imbas Gempa Flores
Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat
Janji Prabowo untuk NTT: Bangun Desa demi Desa hingga Lanjutkan Makan Bergizi
BREAKING NEWS: Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Langsung Bertolak ke Nagekeo

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:03

Pendampingan Psikologis Sangat Penting bagi Korban Gempa di Flores agar Segera Bangkit dari Keterpurukan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:29

Respons Cepat Gempa Flores, PT Mandiri Inti Perkasa Turunkan Bantuan Logistik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:15

“Rakyat Dulu”: Alasan Bupati Manggarai Barat Abaikan Gedung Pemerintah Pascagempa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:32

Bupati Edi Endi soal Siswa Belajar di Rumah Pascagempa: “Tidak Masuk Kelas, tapi Tidak Libur”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:19

Pascagempa Flores, Menpar Widiyanti Pastikan Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal

Berita Terbaru