28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

MAUMERE — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Penutupan ini sejalan dengan berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat yang telah berlangsung sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyebut keputusan ini diambil setelah mengevaluasi kondisi di lapangan.

Alasan utamanya adalah menurunnya aktivitas gempa susulan secara signifikan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

 

Baca Juga:  Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Selain itu, status penanganan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mulai bergeser menuju masa transisi pemulihan pascagempa.

“Operasi SAR Gempa 7,7 SR resmi ditutup hari ini, 12 September 2026, bersamaan dengan berakhirnya perpanjangan masa tanggap darurat,” kata Fathur mewakili Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, Sabtu (12/9/2026).

Operasi kemanusiaan ini telah digelar sejak hari pertama gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Ribuan Pelaku Wisata ‘Kepung’ Gedung DPRD Mabar: Susah Move On Gara-gara Kuota!

Misi pencarian dan pertolongan tersebut melibatkan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga para relawan.

Selama hampir satu bulan beroperasi, tim gabungan bahu-membahu mencari, mengevakuasi, dan menolong para korban terdampak.

Basarnas juga secara khusus mengerahkan Helikopter Dauphin untuk mempercepat mobilitas di udara.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Helikopter tersebut digunakan untuk evakuasi medis darurat, pengiriman logistik bantuan, hingga mobilisasi tenaga medis dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:  Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Meski operasi telah resmi ditutup, Fathur menegaskan bahwa status tersebut tidak bersifat mutlak.

Basarnas siap kembali turun tangan jika sewaktu-waktu ada laporan darurat dari masyarakat.

“Apabila di kemudian hari terdapat permintaan evakuasi maupun penemuan korban, maka Operasi SAR Gempa Flores akan dibuka kembali sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” tegas Fathur.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Mengakhiri penutupan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Sinergi Tim SAR Gabungan menjadi wujud nyata bersatunya seluruh unsur SAR dalam menjalankan misi kemanusiaan,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica
Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur
Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar
Jerat Berulang Itok Aman: Tipu Turis Italia Rp79 Juta, Terancam 4 Tahun Penjara
Jessica Belum Ditemukan, Operasi SAR KM Feronia Diperpanjang
Langit Labuan Bajo Diselimuti ‘Haze’, BMKG Buka Suara Soal Dugaan Kiriman Asap Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:36

Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:33

Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43

Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:26

Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar

Berita Terbaru