“Rakyat Dulu”: Alasan Bupati Manggarai Barat Abaikan Gedung Pemerintah Pascagempa

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat diwawancarai wartawan di pintu masuk Kantor Bupati Manggarai, Jumat 28 Agustus 2026.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat diwawancarai wartawan di pintu masuk Kantor Bupati Manggarai, Jumat 28 Agustus 2026.

LABUAN BAJO Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa keselamatan dan hajat hidup korban gempa magnitudo 7,7 di wilayahnya jauh lebih penting ketimbang memikirkan perbaikan infrastruktur maupun gedung pemerintah.

Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana kini menjadi prioritas utama.

“Rakyat dulu. Kami belum berpikir terkait dengan soal jalan atau gedung pemerintah. Fokus kami adalah urus rakyat dulu,” kata Edi Endi usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pemulihan Pariwisata Flores dan Isu Kepariwisataan Labuan Bajo di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (28/8/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat saat ini memfokuskan penanganan pascabencana pada bantuan pangan, obat-obatan, dan tenda darurat. Ketiga hal tersebut merupakan kebutuhan darurat tahap pertama yang paling mendesak bagi para korban.

Baca Juga:  DPR Sentil Kepentingan Pengusaha Jakarta di Balik Kisruh Kuota Seribu TN Komodo

Terkait logistik tempat tinggal sementara, Pemkab Manggarai Barat telah memesan ribuan terpal dari Surabaya, Jawa Timur.
Langkah ini diambil lantaran stok terpal di tingkat lokal telah ludes, serta harga di luar daerah dinilai lebih terjangkau.

“Mudah-mudahan hari Rabu itu terpal sudah tiba di Labuan Bajo. Kalau tibanya hari Rabu, hari Rabu juga kami akan langsung distribusikan,” ujarnya.

Secara akumulatif, kata Edi Endi, Pemkab menyiapkan 2.250 lembar terpal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, data asesmen di lapangan menunjukkan kebutuhan terpal untuk korban mencapai 9.742 lembar.

Baca Juga:  Penjelasan Polisi soal Meninggalnya Pemandu Lagu di Labuan Bajo Setelah 11 Jam Dirawat

Kekurangan sekitar 7.400-an lembar terpal tersebut akhirnya ditutupi melalui intervensi pihak ketiga atau para donatur.

“Itu dari donatur. Donatur ada yang mau disebutkan namanya, dan lebih banyak yang tidak mau disebutkan namanya,” ungkap Edi Endi.

Ia memastikan masuknya bantuan dari para donatur akan membuat seluruh korban terdampak di wilayahnya mendapat fasilitas darurat yang layak.

“9.742 itu artinya semua korban di Manggarai Barat akan kita bagikan terpal,” tegasnya.

Selain logistik barang, Manggarai Barat juga dipastikan mendapat aliran dana bantuan penanganan bencana dari pemerintah pusat. Kabupaten ini mendapat alokasi Rp20 miliar dari total bantuan Rp200 miliar yang disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Dana PIP Siswa SMK Golo Mori Akhirnya Dikembalikan

“Jadi untuk Manggarai Barat (dapat) 20 miliar, termasuk terpalnya,” sebut Edi Endi.

Meski demikian, saat dicecar lebih jauh mengenai detail teknis penggunaan dana puluhan miliar tersebut, Edi Endi mengaku masih menunggu petunjuk teknis.

Ia menekankan bahwa aparat di daerah saat ini hanya ingin fokus pada eksekusi penanganan di lapangan ketimbang membahas anggaran yang belum ada petunjuknya.

“Jangan dulu ke sana. Kita ngomong yang sudah ada aksi nyata saja,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Bupati Edi Endi soal Siswa Belajar di Rumah Pascagempa: “Tidak Masuk Kelas, tapi Tidak Libur”
Pascagempa Flores, Menpar Widiyanti Pastikan Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal
Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Mabar: Polisi Ikut Mengungsi Imbas Gempa Flores
Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat
Janji Prabowo untuk NTT: Bangun Desa demi Desa hingga Lanjutkan Makan Bergizi
BREAKING NEWS: Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Langsung Bertolak ke Nagekeo
Jelang Kedatangan Prabowo, Kabasarnas dan Gubernur NTT Sisir Posko Gempa Nagekeo
Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:15

“Rakyat Dulu”: Alasan Bupati Manggarai Barat Abaikan Gedung Pemerintah Pascagempa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:32

Bupati Edi Endi soal Siswa Belajar di Rumah Pascagempa: “Tidak Masuk Kelas, tapi Tidak Libur”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:19

Pascagempa Flores, Menpar Widiyanti Pastikan Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:17

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Mabar: Polisi Ikut Mengungsi Imbas Gempa Flores

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:47

Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat

Berita Terbaru

Untuk kesekian kalinya Ramli bersama timnya mengerjakan kapal 30 GT. Lambung kapal ini menggunakan kayu besi dari Kalimantan. Pengerjaan kapal ini membutuhkan waktu 4 bulan.

In-Depth

Ilmu Ingatan Sang Maestro Pinisi

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:51