LABUAN BAJO — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa keselamatan dan hajat hidup korban gempa magnitudo 7,7 di wilayahnya jauh lebih penting ketimbang memikirkan perbaikan infrastruktur maupun gedung pemerintah.
Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana kini menjadi prioritas utama.
“Rakyat dulu. Kami belum berpikir terkait dengan soal jalan atau gedung pemerintah. Fokus kami adalah urus rakyat dulu,” kata Edi Endi usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pemulihan Pariwisata Flores dan Isu Kepariwisataan Labuan Bajo di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (28/8/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat saat ini memfokuskan penanganan pascabencana pada bantuan pangan, obat-obatan, dan tenda darurat. Ketiga hal tersebut merupakan kebutuhan darurat tahap pertama yang paling mendesak bagi para korban.
Terkait logistik tempat tinggal sementara, Pemkab Manggarai Barat telah memesan ribuan terpal dari Surabaya, Jawa Timur.
Langkah ini diambil lantaran stok terpal di tingkat lokal telah ludes, serta harga di luar daerah dinilai lebih terjangkau.
“Mudah-mudahan hari Rabu itu terpal sudah tiba di Labuan Bajo. Kalau tibanya hari Rabu, hari Rabu juga kami akan langsung distribusikan,” ujarnya.
Secara akumulatif, kata Edi Endi, Pemkab menyiapkan 2.250 lembar terpal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, data asesmen di lapangan menunjukkan kebutuhan terpal untuk korban mencapai 9.742 lembar.
Kekurangan sekitar 7.400-an lembar terpal tersebut akhirnya ditutupi melalui intervensi pihak ketiga atau para donatur.
“Itu dari donatur. Donatur ada yang mau disebutkan namanya, dan lebih banyak yang tidak mau disebutkan namanya,” ungkap Edi Endi.
Ia memastikan masuknya bantuan dari para donatur akan membuat seluruh korban terdampak di wilayahnya mendapat fasilitas darurat yang layak.
“9.742 itu artinya semua korban di Manggarai Barat akan kita bagikan terpal,” tegasnya.
Selain logistik barang, Manggarai Barat juga dipastikan mendapat aliran dana bantuan penanganan bencana dari pemerintah pusat. Kabupaten ini mendapat alokasi Rp20 miliar dari total bantuan Rp200 miliar yang disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi untuk Manggarai Barat (dapat) 20 miliar, termasuk terpalnya,” sebut Edi Endi.
Meski demikian, saat dicecar lebih jauh mengenai detail teknis penggunaan dana puluhan miliar tersebut, Edi Endi mengaku masih menunggu petunjuk teknis.
Ia menekankan bahwa aparat di daerah saat ini hanya ingin fokus pada eksekusi penanganan di lapangan ketimbang membahas anggaran yang belum ada petunjuknya.
“Jangan dulu ke sana. Kita ngomong yang sudah ada aksi nyata saja,” pungkasnya.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate






