LABUAN BAJO — Puluhan pasien rumah sakit di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dievakuasi ke tenda darurat guna mengantisipasi gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Tim gabungan TNI dan Polri memindahkan para pasien rawat inap dari gedung bertingkat ke pelataran RS Siloam dan RSUD Komodo pada Sabtu (15/08) pagi.
Sebanyak 80 personel dari Polres Manggarai Barat, Brimob Polda NTT, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo dikerahkan sejak pukul 06.30 WITA.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menyatakan evakuasi ini adalah langkah mitigasi krusial di tengah ketidakpastian kondisi bangunan.
“Keselamatan jiwa pasien adalah prioritas paling utama,” kata Christian saat memimpin penanganan di lapangan.
“Meskipun situasi mulai terkendali, kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko gempa susulan serta celah keretakan pada struktur gedung.”
Pemindahan perawatan ke area terbuka, menurut Christian, merupakan tindakan mitigasi teraman saat ini.
Di RS Siloam, petugas mendirikan tiga unit tenda darurat. Sementara itu, satu unit tenda medis didirikan di RSUD Komodo.
Fasilitas penampungan sementara ini telah dilengkapi perlengkapan pertolongan pertama, tempat tidur lipat, dan ambulans siaga. Langkah ini dipastikan agar perawatan medis berjalan berkesinambungan.
Maria, salah satu anggota keluarga pasien di RS Siloam, menyebut kepanikan sempat melanda warga saat guncangan hebat terjadi pada pukul 05.58 WITA.
“Saat gempa terjadi tadi pagi, kami sempat panik karena berada di lantai atas gedung,” ujar Maria.
“Namun, petugas dari kepolisian dan TNI sangat cepat datang membantu membopong pasien turun ke pelataran. Keberadaan tenda darurat ini membuat kami merasa jauh lebih aman.”
Hingga Sabtu siang, kepolisian memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya korban jiwa maupun cedera tambahan.
Di luar fasilitas kesehatan, tim gabungan pemerintah daerah tengah mengintensifkan pendataan kerusakan infrastruktur dan permukiman di perkotaan hingga pelosok pesisir.
Polisi kini terus menggelar patroli dialogis untuk menjaga ketertiban, sekaligus mengimbau warga agar tidak terpancing berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.
“Jika merasakan guncangan susulan, segera keluar menuju area terbuka yang aman,” pungkas Christian.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








