Dampak Gempa M 7,7: Tenda Darurat Penuhi Halaman Rumah Sakit Labuan Bajo

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan TNI dan Polri memindahkan para pasien rawat inap dari gedung bertingkat ke pelataran RS Siloam dan RSUD Komodo pada Sabtu (15/08) pagi.

Tim gabungan TNI dan Polri memindahkan para pasien rawat inap dari gedung bertingkat ke pelataran RS Siloam dan RSUD Komodo pada Sabtu (15/08) pagi.

LABUAN BAJO Puluhan pasien rumah sakit di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dievakuasi ke tenda darurat guna mengantisipasi gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.

Tim gabungan TNI dan Polri memindahkan para pasien rawat inap dari gedung bertingkat ke pelataran RS Siloam dan RSUD Komodo pada Sabtu (15/08) pagi.

Sebanyak 80 personel dari Polres Manggarai Barat, Brimob Polda NTT, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo dikerahkan sejak pukul 06.30 WITA.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menyatakan evakuasi ini adalah langkah mitigasi krusial di tengah ketidakpastian kondisi bangunan.

Baca Juga:  Sidang KM Putri Sakinah, Andrea Ortuno: Kami Tidak Pernah Diberi Tahu Soal Cuaca Buruk

“Keselamatan jiwa pasien adalah prioritas paling utama,” kata Christian saat memimpin penanganan di lapangan.

“Meskipun situasi mulai terkendali, kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko gempa susulan serta celah keretakan pada struktur gedung.”

Pemindahan perawatan ke area terbuka, menurut Christian, merupakan tindakan mitigasi teraman saat ini.

Di RS Siloam, petugas mendirikan tiga unit tenda darurat. Sementara itu, satu unit tenda medis didirikan di RSUD Komodo.

Fasilitas penampungan sementara ini telah dilengkapi perlengkapan pertolongan pertama, tempat tidur lipat, dan ambulans siaga. Langkah ini dipastikan agar perawatan medis berjalan berkesinambungan.

Baca Juga:  Buntut Tewasnya Turis China di Pulau Kelor Labuan Bajo, Polisi Periksa 14 Orang

Maria, salah satu anggota keluarga pasien di RS Siloam, menyebut kepanikan sempat melanda warga saat guncangan hebat terjadi pada pukul 05.58 WITA.

“Saat gempa terjadi tadi pagi, kami sempat panik karena berada di lantai atas gedung,” ujar Maria.

“Namun, petugas dari kepolisian dan TNI sangat cepat datang membantu membopong pasien turun ke pelataran. Keberadaan tenda darurat ini membuat kami merasa jauh lebih aman.”

Baca Juga:  Bareskrim Turun Tangan Usut Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo

Hingga Sabtu siang, kepolisian memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya korban jiwa maupun cedera tambahan.

Di luar fasilitas kesehatan, tim gabungan pemerintah daerah tengah mengintensifkan pendataan kerusakan infrastruktur dan permukiman di perkotaan hingga pelosok pesisir.

Polisi kini terus menggelar patroli dialogis untuk menjaga ketertiban, sekaligus mengimbau warga agar tidak terpancing berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial.

“Jika merasakan guncangan susulan, segera keluar menuju area terbuka yang aman,” pungkas Christian.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17