NAGEKEO — Gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu menyisakan krisis bagi ribuan pengungsi. Kabupaten Nagekeo, dengan wilayah Mbay sebagai episentrum gempa, menanggung dampak terparah.
Kerusakan infrastruktur memaksa ribuan warga lari menyelamatkan diri dan bertahan di posko-posko pengungsian darurat. Mereka harus hidup dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Di tengah situasi tersebut, kelompok rentan menjadi pihak yang paling terancam. Bayi, ibu hamil, lansia, hingga anak-anak penyandang disabilitas membutuhkan pasokan nutrisi dan bantuan medis secepatnya.
Merespons krisis ini, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menyalurkan bantuan tanggap darurat langsung ke episentrum bencana di Kabupaten Nagekeo pada Kamis (20/8/2026).
Tim YBLL menyisir sejumlah titik pengungsian, meliputi Desa Leguderu, Kelurahan Lape, dan Desa Wolowea.
Bantuan juga disalurkan secara spesifik kepada anak-anak penyandang disabilitas yang mengungsi bersama Susteran ALMA Nggolonio di wilayah Aegela.
Penyaluran bantuan tidak difokuskan pada logistik umum, melainkan pada pasokan nutrisi vital dan kesehatan dasar.
Paket bantuan tersebut mencakup susu formula bayi usia 0-12 bulan, susu ibu hamil dan menyusui, popok bayi, minyak telon, serta obat-obatan dan vitamin.
Bantuan medis dan nutrisi tersebut menyasar warga dalam kondisi kritis. Tercatat ada 15 bayi, dua ibu hamil, dua lansia, dan enam anak penyandang disabilitas yang menerima pasokan.
Selain itu, sekitar 80 warga Desa Leguderu yang mengeluhkan sakit di pengungsian juga mendapatkan penanganan medis dasar.
“Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, terutama nutrisi dan kesehatan bagi kelompok rentan,” kata perwakilan YBLL Nagekeo, Maria Fasdes, Kamis (20/8/2026).
Maria menambahkan, selain pasokan susu untuk bayi dan lansia, obat-obatan dan vitamin langsung didistribusikan kepada warga pengungsian yang membutuhkan dukungan kesehatan segera.
Fasilitator YBLL di Nagekeo, Mathias, menyebut pemenuhan nutrisi khusus bagi warga rentan sering kali luput dari perhatian di tengah situasi darurat pasca-bencana. Padahal, hal tersebut krusial bagi keselamatan nyawa pengungsi.
“Dalam situasi seperti ini, kebutuhan masyarakat tidak hanya berupa makanan dan tempat yang aman, tetapi juga dukungan kesehatan dan nutrisi,” tegas Mathias.
Ia menekankan bahwa perhatian esktra harus diberikan kepada bayi, ibu hamil, lansia, dan anak difabel agar kondisi kesehatan mereka tidak memburuk di tenda pengungsian.
Aksi kemanusiaan di Nagekeo ini merupakan bagian dari rangkaian respons tanggap darurat YBLL di wilayah Flores.
Sebelumnya, YBLL telah mendistribusikan bantuan serupa ke Kecamatan Riung di Kabupaten Ngada, Desa Mausambi di Kabupaten Ende, serta empat desa di Kabupaten Manggarai.
Hingga kini, proses penyisiran dan penyaluran bantuan ke lokasi-lokasi terdampak lainnya di daratan Flores masih terus berjalan.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








