Pelaku Wisata Labuan Bajo Diajak Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOLBF bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Bincang Kepariwisataan II dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Kamis (18/6/2026).

BPOLBF bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Bincang Kepariwisataan II dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Kamis (18/6/2026).

LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Bincang Kepariwisataan II dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Florata, Kantor BPOLBF, dan diikuti secara luring maupun daring oleh pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo.

Sejumlah perwakilan hotel dan usaha pariwisata hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya The Jayakarta Suites Komodo, Sudamala Resort Komodo, Laprima Labuan Bajo, dan Parlezo Hotel.

Forum itu membahas perkembangan sektor pariwisata, khususnya kondisi kepariwisataan pada Triwulan I Tahun 2026.

Selain itu, peserta juga mendapat pendampingan pengisian Sensus Ekonomi 2026 yang disiapkan BPS.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan kolaborasi dengan BPS Manggarai Barat penting untuk memperkuat basis data sektor pariwisata.

Baca Juga:  Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

“Forum Bincang Kepariwisataan dan Pengisian Sensus Ekonomi ini hadir bersama BPS untuk menyamakan frekuensi. Kita ingin memastikan bahwa setiap denyut nadi usaha pariwisata rekan-rekan, mulai dari perhotelan, tour & travel, hingga kuliner, dapat tercatat secara akurat dalam Sensus Ekonomi,” kata Andhy.

Menurut dia, data yang terkumpul akan membantu pemerintah dan pelaku usaha dalam menyusun strategi pengembangan sektor pariwisata.

Andhy juga menilai paparan Tourism Outlook yang disampaikan BPS dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku industri dalam membaca arah pasar dan peluang usaha.

Sementara itu, Ketua Tim Sensus Ekonomi BPS Manggarai Barat, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997.

Baca Juga:  Pesona Natas Parapuar, Destinasi Baru Wisata Kebugaran di Jantung Labuan Bajo

“Dalam agenda Bincang Pariwisata yang kita integrasikan dengan kegiatan pengisian bersama Sensus Ekonomi, perlu dipahami bahwa Sensus Ekonomi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 dan dilakukan setiap 10 tahun sekali. Tujuannya adalah menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi,” ujar Abdul Rauf.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan proses pendataan di sektor usaha, termasuk industri pariwisata.

Dalam kesempatan yang sama, Statistik Muda BPS Manggarai Barat, Dyonisius H.S. Jewaru, memaparkan Tourism Outlook Indonesia, NTT, dan Manggarai Barat tahun 2025 hingga Triwulan I 2026.

Paparan itu menunjukkan adanya peningkatan aktivitas transportasi di Nusa Tenggara Timur pada April 2026.

Baca Juga:  Andhy Marpaung: Pariwisata Berkelanjutan Adalah Investasi Masa Depan Labuan Bajo

Jumlah penumpang angkutan laut tercatat meningkat 56,92 persen, sementara aktivitas pelayaran naik 31,91 persen.

Di sektor udara, jumlah penerbangan meningkat 0,38 persen dibanding periode sebelumnya.

Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo disebut tetap menjadi simpul utama konektivitas yang menopang mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Peningkatan pergerakan melalui jalur laut dan udara dinilai memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai gerbang utama pariwisata di Flores.

BPOLBF dan BPS berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri wisata.

Kolaborasi itu diharapkan menghasilkan data pariwisata yang lebih berkualitas sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores yang berkelanjutan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km
Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa
Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok
Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!
Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan
Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08

Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:34

Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:41

Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan

Berita Terbaru