LABUAN BAJO — Bermain hanya dengan enam orang di lapangan tanpa amunisi cadangan tidak menghentikan dominasi Tim Bola Voli Putri Teratai DeRie di laga pembuka Grup D Turnamen Idul Adha Soknar.
Skuad asuhan Fons Abun ini sukses melumat perlawanan SMK Muhammadiyah Golo Mori dua set langsung tanpa balas.
Bertanding di Lapangan Kampung Soknar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Selasa (09/06) siang, Teratai DeRie tampil menekan dan unggul mencolok 25-5 pada set pertama.
Dominasi di atas net itu terus berlanjut pada set kedua. Teratai DeRie kembali membungkam perlawanan lawan dengan kemenangan meyakinkan 25-11, sekaligus mengunci tiga poin penuh perdana mereka.
Pelatih Teratai DeRie, yang akrab disapa Fons Abun—memuji mentalitas baja anak asuhnya di tengah keterbatasan skuad.
“Walaupun kita hanya turun dengan kekuatan enam pemain di lapangan, mereka mampu menunjukkan performa yang sangat luar biasa dan stabil,” ujar Abun usai laga.
Ia menambahkan, keterbatasan tenaga sama sekali tidak menyurutkan agresivitas timnya untuk terus mendikte jalannya pertandingan dan menyajikan permainan apik.
“Kemenangan gemilang hari ini adalah bukti nyata dari kekompakan tim kita. Kerja keras dan semangat pantang menyerah dari teman-teman benar-benar patut diapresiasi,” tuturnya menambahkan.
Adapun skuad yang diturunkan yakni, Gesi nomor punggug 3, Irna nomor 2, Ririn nomor 5, Ocha nomor 11, Nona nomor 9 dan Yeti nomor 4.
Sementara itu, Manajer Tim Teratai DeRie, Rikardus Nompa, memandang kemenangan telak ini sebagai langkah awal yang krusial sekaligus wadah penting bagi pevoli lokal.
Pria yang akrab disapa Rikar ini mengapresiasi pihak penyelenggara yang telah memberikan ruang bagi timnya untuk mengasah potensi putri daerah di Manggarai Barat.
“Kami berharap atlet yang bermain memukau di laga ini kelak bisa terakomodasi dalam kompetisi yang lebih besar dan bergengsi, seperti Jurnalis Cup atau Bupati Cup,” kata Rikar mantan Ketua Panitai Jurnalis Cup 2025 itu.
Lebih dari sekadar rivalitas olahraga, Rikar juga menyoroti dimensi sosial dan ekonomi dari digelarnya Turnamen Idul Adha Cup 1 bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, ajang olahraga ini menjadi medium perekat silaturahmi yang efektif antarwarga, antarsekolah, dan antartim yang bertanding.
“Keramaian dari turnamen ini membawa berkah tersendiri. Roda ekonomi warga Soknar ikut berputar karena pelaku usaha kecil mendapat manfaat langsung dari perputaran uang selama pertandingan,” jelas Rikar.
Menutup keterangannya, Manajer Teratai DeRie tersebut berharap turnamen dapat berjalan aman, lancar, dan sukses hingga partai puncak, serta terus memberikan dampak ganda bagi olahraga maupun ekonomi lokal.
Penulis : Tim Bajo Update
Editor : Redaksi





