LABUAN BAJO — Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Barat memaparkan gambaran perkembangan sektor pariwisata, konektivitas, dan tren pergerakan wisatawan melalui materi Indonesia–NTT–Manggarai Barat Tourism Outlook 2025/2026 dalam kegiatan Bincang Kepariwisataan II di Labuan Bajo, Kamis (18/6/2026).
Statistik Muda BPS Manggarai Barat, Dyonisius H. S. Jewaru, mengatakan aktivitas transportasi di NTT menunjukkan tren positif pada April 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penumpang angkutan laut meningkat 56,92 persen. Aktivitas pelayaran juga naik 31,91 persen dibanding periode sebelumnya.
Sementara itu, sektor transportasi udara tercatat relatif stabil. Jumlah penerbangan hanya meningkat 0,38 persen.
Menurut Dyonisius, Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo menjadi simpul konektivitas penting yang menopang mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas pariwisata di kawasan Flores.
Ia menilai peningkatan pergerakan melalui jalur laut dan udara memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai pintu masuk utama destinasi wisata di Flores.

Paparan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat.
Kegiatan berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat Florata Kantor BPOLBF dan dihadiri sejumlah pelaku industri pariwisata, termasuk perwakilan hotel dan resort di Labuan Bajo.
Selain membahas perkembangan sektor pariwisata, forum tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi dan workshop pengisian Sensus Ekonomi 2026 bagi pelaku usaha pariwisata.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan pariwisata.
Menurut dia, forum tersebut bertujuan memastikan aktivitas usaha sektor pariwisata, mulai dari perhotelan, perjalanan wisata hingga kuliner, dapat tercatat dengan baik dalam Sensus Ekonomi 2026.
Sementara itu, Ketua Tim Sensus Ekonomi BPS Manggarai Barat, Abdul Rauf, menjelaskan sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997.
Ia mengatakan pendataan tersebut bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi yang dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan.
BPOLBF dan BPS Manggarai Barat berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat kualitas data sektor pariwisata dan mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores yang berkelanjutan
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update







