Menuju Pilkades 2026: Enam Nama Muncul, Pendukung Jurae Serukan Perubahan di Macang Tanggar

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pendaftaran bakal calon pada Rabu (17/6/2026) berlangsung meriah. Ratusan pendukung Jurae memadati Kantor Desa Macang Tanggar untuk mengantar kandidat yang mereka usung mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.

Suasana pendaftaran bakal calon pada Rabu (17/6/2026) berlangsung meriah. Ratusan pendukung Jurae memadati Kantor Desa Macang Tanggar untuk mengantar kandidat yang mereka usung mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.

LABUAN BAJO Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mulai menghangat.

Hingga pertengahan Juni 2026, sedikitnya enam nama disebut siap bertarung memperebutkan kursi Kepala Desa Macang Tanggar untuk periode berikutnya.

Enam bakal calon tersebut adalah Jamaludin, Jurae, Rudi Hartono, Atik, Nanang Kasim, dan Saleh Ishaka.

Dari enam nama itu, empat orang telah mendaftarkan diri dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi awal. Mereka adalah Jamaludin, Jurae, Rudi Hartono, dan Atik.

Sementara itu, Nanang Kasim dan Saleh Ishaka hingga kini belum melakukan pendaftaran.

Suasana pendaftaran bakal calon pada Rabu (17/6/2026) berlangsung meriah.

Ratusan pendukung Jurae memadati Kantor Desa Macang Tanggar untuk mengantar kandidat yang mereka usung mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.

Massa pendukung datang menggunakan belasan kendaraan roda empat dan puluhan sepeda motor.

Baca Juga:  Kronologi Kecelakaan Pikap vs Xpander di Labuan Bajo, Tak Ada Korban Jiwa

Kehadiran mereka menciptakan suasana semarak sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkades.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus perwakilan pendukung Jurae dari Mberata, Yosef Hadi, menilai Pilkades Macang Tanggar tahun ini akan berlangsung kompetitif.

“Pilkades kali ini cukup seru karena ada enam bakal calon yang siap bertarung. Dari enam nama tersebut, lima merupakan wajah baru dan hanya satu yang berstatus petahana atau incumbent. Kelima calon baru ini tentu memiliki tujuan yang sama, yakni menawarkan perubahan dan bersaing secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat,” kata Yosef Hadi usai proses pendaftaran.

Yosef mengatakan dukungan masyarakat terhadap Jurae terus bertambah menjelang tahapan pemilihan.

Menurut dia, peluang kemenangan masih terbuka bagi seluruh kandidat yang akan bertarung.

“Kami optimistis dukungan kepada Jurae tidak akan sia-sia. Dengan jumlah daftar pemilih tetap yang diperkirakan sekitar 2.000 pemilih, kami melihat peluang kemenangan sangat terbuka. Kuncinya adalah kerja tim yang solid dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Skala Fantastis Rp 16 Triliun: Khaby Lame Buktikan Kreator Adalah Pemilik Ekosistem, Bukan Sekadar 'Pajangan'

Ia juga menilai Desa Macang Tanggar membutuhkan pemimpin yang terbuka dan dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin melihat Desa Macang Tanggar semakin maju. Karena itu kami mendukung sosok yang menurut kami mampu membawa perubahan. Kami melihat karakter kepemimpinan yang terbuka dan transparan ada pada Jurae. Itulah alasan mengapa kami memberikan dukungan penuh kepadanya,” katanya.

Usai mendaftar, ratusan pendukung Jurae melakukan konvoi keliling kampung di wilayah Desa Macang Tanggar.

Konvoi tersebut menjadi bentuk deklarasi dukungan sekaligus menunjukkan kesiapan tim dan relawan menghadapi tahapan Pilkades yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap seluruh kandidat menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.

Seorang warga translok yang meminta namanya tidak dipublikasikan berharap Pilkades tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  64 Desa di 12 Kecamatan se-Mabar Bakal Gelar Pilkades Serentak, Ini Rinciannya

“Siapa pun yang nanti terpilih, harapan kami adalah mampu membangun desa dengan lebih baik, transparan dalam pengelolaan anggaran, dan mendengar aspirasi masyarakat. Pilkades ini jangan sampai memecah persaudaraan. Beda pilihan itu biasa, tetapi persatuan warga harus tetap dijaga,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan warga Lemes.

Menurutnya, banyaknya bakal calon menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pembangunan desa.

“Banyaknya calon menunjukkan bahwa masyarakat punya harapan besar terhadap masa depan Macang Tanggar. Semoga prosesnya berjalan jujur, adil, aman, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk desa ini,” katanya.

Jamaludin yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Macang Tanggar kembali maju dalam Pilkades tahun ini.

Dengan hadirnya lima penantang baru, persaingan menuju Pilkades September 2026 diperkirakan berlangsung ketat dan menjadi perhatian masyarakat di seluruh wilayah Desa Macang Tanggar.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17