500 Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Komodo, Polres Manggarai Barat Curi Perhatian Wisatawan

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Komodo dari knalpot brong itu kini tidak hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga penanda upaya Polri mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di destinasi super prioritas tersebut.

Patung Komodo dari knalpot brong itu kini tidak hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga penanda upaya Polri mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di destinasi super prioritas tersebut.

LABUAN BAJO — Sebanyak 500 knalpot brong hasil sitaan polisi disulap menjadi patung Komodo raksasa yang kini berdiri di depan Markas Komando Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo.

Patung setinggi tiga meter dengan panjang enam meter itu menjadi ikon baru di kawasan Kampung Ujung, salah satu pusat aktivitas wisata dan kuliner malam di Labuan Bajo.

Karya seni tersebut merupakan inisiatif Polres Manggarai Barat untuk mengubah barang sitaan menjadi media edukasi sekaligus daya tarik wisata.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan patung itu dibuat sebagai respons terhadap keluhan masyarakat dan wisatawan terkait kebisingan knalpot non-standar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum itu tidak melulu soal tindakan kaku atau hukuman yang menakutkan,” kata Christian, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga:  Berdiri Paling Tegar di Atas Kaki yang Tertatih: Kisah Siprianus Menjadi Jembatan Harapan Korban Gempa

Menurut dia, patung tersebut membawa pesan tentang pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan wisata.

“Melalui patung Komodo dari knalpot brong ini, kami ingin mengirimkan pesan edukasi yang kuat namun humanis. Setiap lekuk tubuh patung ini membawa pesan bagi para pengendara: mari kita jaga keheningan dan kenyamanan Labuan Bajo demi keselamatan bersama serta ketenangan para wisatawan,” ujarnya.

Ratusan knalpot yang digunakan merupakan hasil penertiban Satlantas Polres Manggarai Barat dalam berbagai operasi lalu lintas.

Alih-alih dimusnahkan, barang sitaan itu didaur ulang menjadi instalasi seni yang memiliki nilai edukatif dan estetis.

Baca Juga:  Dilantik Muhaimin, Sewargading Ditarget Bawa PKB Manggarai Barat Menang di 2029

Pembuatan patung melibatkan pengrajin dan tukang las lokal di Labuan Bajo, yakni Haji Zaeb dan Benyamin.

Haji Zaeb mengatakan proses perakitan patung menghadirkan tantangan tersendiri karena harus menyusun ratusan potongan knalpot menjadi bentuk Komodo yang proporsional.

“Menyatukan ratusan pipa besi knalpot yang meliuk-liuk agar bisa membentuk anatomi tubuh Komodo yang proporsional itu sangat menantang,” katanya.

Ia mengaku bangga dapat terlibat dalam proyek tersebut.

“Tapi kami bangga. Ini bukan sekadar mengelas besi tua, kami sedang membuat sejarah baru di kota kami sendiri,” ujarnya.

Sejak dipasang di depan Mako Polres, patung itu mulai menarik perhatian warga dan wisatawan.

Banyak pengunjung berhenti untuk berfoto sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan kuliner Kampung Ujung.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Sarah, wisatawan asal Australia, menilai konsep tersebut unik karena menggabungkan edukasi, seni, dan pemanfaatan barang sitaan.

“Ini sangat brilian. Di negara saya, barang sitaan biasanya dihancurkan begitu saja. Tapi di sini, polisi mengubahnya menjadi ikon budaya yang luar biasa menarik dan mendidik,” katanya.

Menurut Sarah, patung tersebut layak menjadi salah satu titik foto yang wajib dikunjungi wisatawan saat berada di Labuan Bajo.

Patung Komodo dari knalpot brong itu kini tidak hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga penanda upaya Polri mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di destinasi super prioritas tersebut.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor
Cakades 04 Minta Coblos Ulang, Panitia Pilkades Lewat Heran: Saat Pleno Lancar-lancar Saja
Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang
Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!
Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai
Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori
Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas
Kawal Hak Suara Warga Sakit, Panitia Pilkades Desa Gorontalo Mabar Datangi Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:03

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57

Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31

Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai

Rabu, 30 September 2026 - 11:55

Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori

Berita Terbaru