Dua Turis Austria Tewas di Manggarai Barat, Pemerintah Daerah Evaluasi Total Destinasi Wisata

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan gantung di air terjun Cunca Wulang, lokasi yang menjadi tempat terjadinya insiden dua orang wisatawan asal Austria Jatuh pada Minggu ( 24/5/2026).

Jembatan gantung di air terjun Cunca Wulang, lokasi yang menjadi tempat terjadinya insiden dua orang wisatawan asal Austria Jatuh pada Minggu ( 24/5/2026).

LABUAN BAJO Dua wisatawan asal Austria meninggal dunia akibat insiden di jembatan gantung sebuah kawasan wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Saat ini, jenazah kedua korban  berinisial J (55) dan A (56) telah dievakuasi di rumah sakit RSUD Komodo.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan mengenai musibah tersebut.

“Begitu kami mendapat laporan terkait dengan musibah ini, kita segera koordinasikan dengan teman-teman dari Polri, SAR, Imigrasi, dan rumah sakit. Tentu tujuannya untuk memberikan pertolongan pertama di lokasi,” kata Yulianus.

Terkait dugaan insiden yang terjadi di area jembatan kawasan wisata tersebut, Yulianus membenarkan bahwa destinasi beserta sarana dan prasarananya merupakan aset milik Pemda.

Baca Juga:  Babak Baru Sengketa Tanah Keranga: Dokumen Dibatalkan Kelurahan, Status Tanah Negara Dipertanyakan

Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan jenazah korban, bukan mencari tahu kapan jembatan dibangun.

“Kalau yang tadi kita fokus saja mengurus korban, kita tangani cepat, jemput, bawa ke sini [rumah sakit], dan itu yang prioritas kita,” ujarnya.

Meski demikian, Yulianus berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tempat wisata tersebut.

“Nanti apanya kita akan pasti evaluasi terkait itu, ya. Prinsip bahwa kita tidak mau ke depan ada kejadian serupa,” tegasnya.

Yulianus juga menambahkan bahwa secara pribadi, dirinya belum pernah menerima laporan atau keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan yang tidak layak pakai sebelum insiden ini terjadi.

Baca Juga:  Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab pasti musibah tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengonfirmasi identitas dan riwayat perjalanan kedua korban.

Kedua turis tersebut diketahui masuk ke Indonesia pada 14 Mei melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Visanya Visa on Arrival atau Visa Kunjungan Saat Kedatangan dengan tujuan untuk berwisata,” kata Charles.

Berdasarkan data kedatangan dan kesamaan nama belakang, pihak Imigrasi meyakini bahwa kedua korban adalah pasangan suami istri.

Selama di Manggarai Barat, mereka dilaporkan menginap di salah satu penginapan di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Curhat Bule dan Wisnus Tak Bisa Lihat Komodo Malah Dapat Fosil

Terkait proses pemulangan jenazah, pihak Imigrasi Labuan Bajo tengah menyiapkan dokumen formal dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami sudah menghubungi Direktorat Jenderal Imigrasi dan pihak konsuler di Kementerian Luar Negeri. Mereka juga sudah terhubung dengan Kedutaan Austria,” jelas Charles.

Ia menambahkan, karena insiden terjadi bertepatan dengan hari libur, proses komunikasi lanjutan dengan perwakilan Austria atau keluarga korban akan dilanjutkan pada hari kerja berikutnya.

“Nanti akan diterbitkan yang namanya notifikasi untuk perwakilan ketika ada kejadian yang menimpa warga negaranya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini tengah berupaya meminta tanggapan Polres Manggarai Barat terkait kronologi kejadian

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Polisi Periksa Kelayakan Infrastruktur Usai Dua Turis Tewas di Cunca Wulang
Ratusan Keluarga Terpisah akibat Mutasi, Mario Pranda Tulis Surat Terbuka untuk Uskup
Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6
Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:57

Polisi Periksa Kelayakan Infrastruktur Usai Dua Turis Tewas di Cunca Wulang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:26

Dua Turis Austria Tewas di Manggarai Barat, Pemerintah Daerah Evaluasi Total Destinasi Wisata

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:46

Ratusan Keluarga Terpisah akibat Mutasi, Mario Pranda Tulis Surat Terbuka untuk Uskup

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

Berita Terbaru