LABUAN BAJO — Dua wisatawan asal Austria meninggal dunia akibat insiden di jembatan gantung sebuah kawasan wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Saat ini, jenazah kedua korban berinisial J (55) dan A (56) telah dievakuasi di rumah sakit RSUD Komodo.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan mengenai musibah tersebut.
“Begitu kami mendapat laporan terkait dengan musibah ini, kita segera koordinasikan dengan teman-teman dari Polri, SAR, Imigrasi, dan rumah sakit. Tentu tujuannya untuk memberikan pertolongan pertama di lokasi,” kata Yulianus.
Terkait dugaan insiden yang terjadi di area jembatan kawasan wisata tersebut, Yulianus membenarkan bahwa destinasi beserta sarana dan prasarananya merupakan aset milik Pemda.
Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan jenazah korban, bukan mencari tahu kapan jembatan dibangun.
“Kalau yang tadi kita fokus saja mengurus korban, kita tangani cepat, jemput, bawa ke sini [rumah sakit], dan itu yang prioritas kita,” ujarnya.
Meski demikian, Yulianus berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tempat wisata tersebut.
“Nanti apanya kita akan pasti evaluasi terkait itu, ya. Prinsip bahwa kita tidak mau ke depan ada kejadian serupa,” tegasnya.
Yulianus juga menambahkan bahwa secara pribadi, dirinya belum pernah menerima laporan atau keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan yang tidak layak pakai sebelum insiden ini terjadi.
Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa lokasi kejadian untuk menyelidiki penyebab pasti musibah tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengonfirmasi identitas dan riwayat perjalanan kedua korban.
Kedua turis tersebut diketahui masuk ke Indonesia pada 14 Mei melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Visanya Visa on Arrival atau Visa Kunjungan Saat Kedatangan dengan tujuan untuk berwisata,” kata Charles.
Berdasarkan data kedatangan dan kesamaan nama belakang, pihak Imigrasi meyakini bahwa kedua korban adalah pasangan suami istri.
Selama di Manggarai Barat, mereka dilaporkan menginap di salah satu penginapan di Labuan Bajo.
Terkait proses pemulangan jenazah, pihak Imigrasi Labuan Bajo tengah menyiapkan dokumen formal dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami sudah menghubungi Direktorat Jenderal Imigrasi dan pihak konsuler di Kementerian Luar Negeri. Mereka juga sudah terhubung dengan Kedutaan Austria,” jelas Charles.
Ia menambahkan, karena insiden terjadi bertepatan dengan hari libur, proses komunikasi lanjutan dengan perwakilan Austria atau keluarga korban akan dilanjutkan pada hari kerja berikutnya.
“Nanti akan diterbitkan yang namanya notifikasi untuk perwakilan ketika ada kejadian yang menimpa warga negaranya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini tengah berupaya meminta tanggapan Polres Manggarai Barat terkait kronologi kejadian
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






