LABUAN BAJO — Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Manggarai Barat mulai mematangkan persiapan menjelang tampil pada Liga Sepaktakraw Indonesia (LSI) 2026.
Kompetisi tingkat nasional itu akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, dan menjadi panggung bagi Manggarai Barat sebagai satu-satunya kategori putra senior wakil Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua PSTI Manggarai Barat, Fitalis Helmon Sukario, mengatakan para atlet dalam kondisi siap untuk bersaing di tingkat nasional.
Kepastian itu disampaikannya setelah mengikuti sejumlah rapat koordinasi dan pertemuan daring bersama PSTI NTT serta Pengurus Besar Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PB PSTI).
“Sekarang kita sedang melakukan persiapan menuju Liga Sepaktakraw Indonesia. Atlet-atlet kita siap bertanding,” ujar Fitalis, Selasa (16/6/2026).
Keikutsertaan Manggarai Barat pada ajang tersebut ditopang hasil gemilang yang diraih pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) PSTI NTT XX Tahun 2025.
Saat itu, tim sepak takraw Manggarai Barat mendominasi kategori senior putra dengan meraih tiga medali emas.
Tiga gelar juara tersebut diraih pada nomor Regu Putra Senior, Double Event Putra Senior, dan Kuadran Putra Senior.
Prestasi itu mengantarkan Manggarai Barat menjadi kontingen paling menonjol dalam kejuaraan tingkat provinsi tersebut.
Meski demikian, PSTI Manggarai Barat masih menunggu surat rekomendasi resmi dari PSTI NTT sebagai bagian dari proses administrasi menuju kompetisi nasional.
“Sekarang kami tinggal menunggu petunjuk dan rekomendasi dari PSTI NTT. Semoga semuanya berjalan lancar,” katanya.
Fitalis berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat memberikan dukungan kepada tim yang akan membawa nama NTT di tingkat nasional.
“Kami sangat berharap dukungan dari Pemprov NTT, Pemkab Mabar, para pecinta olahraga, dan semua pihak. Dukungan ini sangat penting agar para atlet bisa tampil maksimal, membawa nama baik Manggarai Barat, serta mengharumkan NTT di ajang Liga Sepaktakraw Indonesia 2026,” ungkapnya.
Di tengah persiapan tersebut, PSTI Manggarai Barat juga berupaya memenuhi berbagai kebutuhan kontingen meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Bendahara PSTI Manggarai Barat, Rikardus Nompa, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan kebutuhan pemain, baik itu administrasi, akomodasi maupun perlengkapan lainnya,” ujar Rikardus.
Menurut dia, kontingen Manggarai Barat yang akan diberangkatkan ke Surabaya berjumlah delapan orang.
Rombongan itu terdiri atas lima atlet, dua pelatih, dan satu tenaga medis.
Rikardus berharap para atlet tetap menjaga kondisi fisik hingga waktu pertandingan tiba.
“Kami berharap para pemain tetap dalam kondisi prima hingga waktu pertandingan tiba. Semoga semua persiapan berjalan lancar dan para atlet bisa memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Manggarai Barat dan NTT di tingkat nasional,” ujarnya.
NTT dipastikan mengikuti Liga Sepaktakraw Indonesia 2026 setelah masuk dalam Zona II wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jawa-Bali-Nusra).
Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan PB PSTI Nomor 018 Tahun 2026 tentang Penetapan Wilayah dan Tuan Rumah Pelaksanaan Liga Sepaktakraw Indonesia Tahun 2026.
Di Zona II, NTT akan bersaing dengan DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan kompetisi.
Ketua Umum PB PSTI, Dr. H. Surianto, belum lama ini, mengatakan pembagian zona dilakukan untuk menciptakan kompetisi yang lebih merata dan berkelanjutan.
Masuknya NTT ke zona yang dihuni sejumlah daerah dengan tradisi sepak takraw kuat dinilai menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan di level nasional.
Liga Sepaktakraw Indonesia 2026 juga dibagi ke dalam empat wilayah lainnya, yakni Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, serta Papua dan Maluku.
Melalui kompetisi tersebut, PB PSTI berharap pembinaan sepak takraw di Indonesia semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat internasional.
Bagi Manggarai Barat, ajang ini menjadi peluang untuk membuktikan bahwa prestasi di tingkat daerah dapat berlanjut menjadi kebanggaan NTT di panggung nasional.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






