“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO Kolase— Mario Pranda (kiri) dan Anggota DPRD, Kanisius Jehabut (kanan).

FOTO Kolase— Mario Pranda (kiri) dan Anggota DPRD, Kanisius Jehabut (kanan).

LABUAN BAJO “Kakak kita kurang turun ke lapangan itu,” sindir tokoh muda Manggarai Barat, Mario Pranda, menanggapi status Facebook anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Kanisius Jehabut, terkait pengadaan lahan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pernyataan ini dilontarkan Mario untuk membantah argumen Kanisius yang menyebut program tersebut tidak akan mengorbankan lahan milik warga desa.

Sebelumnya, Kanisius melalui akun Facebook pribadinya menulis, “Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk menyerahkan tanahnya demi kepentingan program tersebut.”

Anggota dewan tersebut merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang mengamanatkan bahwa lahan KDMP murni memanfaatkan aset pemerintah yang siap bangun.

Baca Juga:  Incar Untung Tiga Kali Lipat, Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah ke Bima Digagalkan Polres Mabar

Namun, Mario menyoroti realitas di lapangan yang dinilainya tidak sejalan dengan teks aturan yang dinarasikan oleh Kanisius.

Mario mengungkap fakta survei di sejumlah lokasi, salah satunya di Desa Bangka Lewat, di mana lahan milik desa dianggap terlalu kecil dan miring.

Akibat kondisi lahan yang tidak memadai, muncul permintaan agar warga di sekitar lokasi menyerahkan tanah mereka demi memenuhi standar luasan program pemerintah pusat tersebut.

“Sekalipun ada ganti rugi, masyarakat belum tentu mau. Itu kan fakta yang terjadi di lapangan. Tanah siapa yang mau dikorbankan?” tegas Mario.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?

Menurut Mario, pemerintah pusat memegang tanggung jawab penuh atas pengadaan lahan dan harus mencari solusi tanpa merugikan masyarakat sekitar.

“Koperasi Desa Merah Putih adalah program pemerintah pusat. Oleh karena itu, jangan membebankan pemerintah desa atau masyarakat di kampung,” kata Mario.

Mendapat sindiran dan tantangan untuk turun ke lapangan, Kanisius memberikan respons balasan pada Sabtu (06/06).

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sedang berteori dari balik meja.

Baca Juga:  Menakar Makna Jabat Tangan Mario-Richard dan Yono, Pengguna FB: 'Foto Termahal 2026'

“Justru hukum dan kebijakan negara dibuat untuk menjawab persoalan yang ada di lapangan,” tegas Kanisius.

Menurut Kanisius, jika sebuah desa tidak memiliki lahan yang memadai, maka pemerintah kabupaten hingga pusat wajib mencari solusi dari aset negara yang tersedia secara inventaris.

Ia justru mengkhawatirkan narasi penyitaan lahan warga yang digaungkan Mario berpotensi menciptakan ketakutan dan penolakan publik terhadap program KDMP.

“Turun ke lapangan tanpa memahami regulasi berisiko menghasilkan kesimpulan yang keliru. Sebaliknya, membaca regulasi tanpa memahami kondisi lapangan juga tidak cukup,” pungkas Kanisius.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Dua Tahun BERES KIS: Siasat Puskesmas Lawir Atasi Penundaan Berobat Warga di 11 Desa
PDAM Wae Mbeliling Pastikan Suplai Air Parapuar Penuhi Standar Pariwisata
Soal Skema PLN Tagih Utang Lewat Mati Meteran Listrik, DPRD Desak Bupati Segera Turun Tangan
APBD Habis untuk Birokrasi, DPRD Manggarai Barat Diminta Tak Asal Ketok Palu KUA-PPAS 2027
Dana PIP Siswa SMK Golo Mori Akhirnya Dikembalikan
Ultimatum Kadis PK NTT: Kembalikan Dana PIP Siswa Golo Mori yang Disunat Guru!
Pria 40 Tahun Nekat Terjun dari KM Lambelu di Laut Sikka
Dua WNA China Tewas Saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:04

Dua Tahun BERES KIS: Siasat Puskesmas Lawir Atasi Penundaan Berobat Warga di 11 Desa

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:51

PDAM Wae Mbeliling Pastikan Suplai Air Parapuar Penuhi Standar Pariwisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:07

Soal Skema PLN Tagih Utang Lewat Mati Meteran Listrik, DPRD Desak Bupati Segera Turun Tangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:50

APBD Habis untuk Birokrasi, DPRD Manggarai Barat Diminta Tak Asal Ketok Palu KUA-PPAS 2027

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:50

Dana PIP Siswa SMK Golo Mori Akhirnya Dikembalikan

Berita Terbaru

ITDC menggelar skrining kesehatan untuk 100 siswa sekolah dasar (SD) di Desa Golo Mori, Kamis (23/7/2026).

Pendidikan & Kesehatan

Hari Anak Nasional, ITDC Periksa Kesehatan 100 Siswa Golo Mori

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:34