KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Pemuda Anti Radikalisme (KOPEARAD) membersihkan sampah di Pantai Pede, Labuan Bajo, Sabtu (6/6/2026).

Komunitas Pemuda Anti Radikalisme (KOPEARAD) membersihkan sampah di Pantai Pede, Labuan Bajo, Sabtu (6/6/2026).

LABUAN BAJO Kelompok pemuda di Labuan Bajo mendesak pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengambil langkah serius menangani krisis sampah yang dinilai kian mengancam wajah pariwisata daerah tersebut.

Desakan ini diserukan melalui aksi nyata pembersihan sampah di sepanjang pesisir Pantai Pede, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu (06/06) pagi.

Aksi yang diinisiasi oleh Komunitas Pemuda Anti Radikalisme (KOPEARAD) ini diikuti oleh puluhan pemuda setempat sebagai bentuk respons kritis atas permasalahan lingkungan.

Dalam kegiatan yang dimulai sejak pukul enam pagi itu, puluhan kantong berisi sampah—yang didominasi oleh limbah plastik—berhasil dikumpulkan dari pesisir pantai.

Ketua Pemuda KOPEARAD, Itho Umar, menilai laju pembangunan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) berjalan sangat masif.

Namun, ia menyebut pertumbuhan pesat tersebut melesat jauh lebih cepat dibandingkan dengan kesiapan infrastruktur lingkungan di wilayah itu.

Baca Juga:  Paus Leo XIV: Puasa Lisan Adalah Bentuk Pantang yang Sering Diremehkan

“Pantai Pede kerap menjadi muara akhir bagi sampah plastik, baik yang terbawa arus laut yang sering kali bersumber dari kapal-kapal wisata maupun sampah dari aktivitas domestik daratan di sekitarnya,” ujar Itho Umar di sela-sela aksi pembersihan.

Melalui gerakan ini, Pemuda KOPEARAD menyoroti masih sangat minimnya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai dari pemerintah daerah di area-area publik.

Mereka menyebut ketiadaan tempat sampah terpilah dan belum konsistennya rutinitas pengangkutan sampah menjadi masalah mendasar.

Kelompok ini juga menyuarakan kekhawatiran besar bahwa masyarakat lokal hanya menerima “getah” atau dampak negatif pariwisata berupa polusi lingkungan.

Sementara itu, keuntungan ekonomi dari sektor pariwisata dinilai justru lebih banyak mengalir ke luar daerah.

Baca Juga:  BPOLBF Fokus Kembangkan Wisata Budaya, Atasi Tren One Day Tour yang Meningkat

Di sisi lain, sampah plastik yang dibiarkan menumpuk di Pantai Pede dikhawatirkan lambat laun akan hancur menjadi mikroplastik.

Kondisi tersebut secara langsung mengancam kelestarian terumbu karang dan biota laut, yang sejatinya merupakan ‘jualan’ utama pariwisata Kabupaten Manggarai Barat.

Pemuda KOPEARAD menegaskan bahwa momentum bersih pantai ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah gerakan pemantik kesadaran bagi berbagai pihak.

Itho berharap aksi ini mampu mengetuk kesadaran para pemilik hotel, operator kapal wisata, hingga bisnis ritel seperti minimarket di Labuan Bajo untuk segera mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pelaku usaha juga dituntut untuk ikut bertanggung jawab secara langsung atas sampah yang dihasilkan dari aktivitas bisnis mereka.

Aksi ini sekaligus dijadikan sarana edukasi langsung bagi warga pesisir mengenai bahaya membuang sampah ke laut atau ke sungai yang bermuara di Pantai Pede.

Baca Juga:  Ancam Keselamatan Siswa SD, Warga Tando Gotong Royong Perbaiki Jalan Curam dan Licin

Di luar persoalan sampah, aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan juga menjadi sorotan penting.

Pemuda KOPEARAD meminta pemerintah daerah bersama pengelola tempat wisata mampu menjamin keamanan pelancong dengan rutin mengecek sarana, prasarana, serta fasilitas publik.

Menutup pernyataannya, Itho Umar mengingatkan bahwa tantangan pemuda saat ini tidak sebatas pada isu lingkungan, tetapi juga mencakup isu sosial dan ideologi.

“Sebagai generasi muda, di samping menjaga kelestarian alam, kita juga memiliki tanggung jawab besar untuk membentengi diri. Kita harus mampu menangkal dan mencegah kehadiran kelompok-kelompok radikal yang dapat menghancurkan kerukunan, toleransi, serta ideologi generasi muda penerus bangsa,” pungkas Itho tegas.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Dilantik Muhaimin, Sewargading Ditarget Bawa PKB Manggarai Barat Menang di 2029
Kronologi Kecelakaan Pikap vs Xpander di Labuan Bajo, Tak Ada Korban Jiwa
Kesbangpol Manggarai Barat Kirim Dua Wakil Paskibraka ke Kupang, Ini Tahapannya
Workshop Bambu Masuk Sekolah Warnai Peringatan Hari Anak Nasional di Nagekeo
Kecelakaan Xpander vs Pikap di Merombok, Korban Dilarikan ke RS
Jaringan Apotek K-24 Ekspansi ke Labuan Bajo
Dua Tahun BERES KIS: Siasat Puskesmas Lawir Atasi Penundaan Berobat Warga di 11 Desa
PDAM Wae Mbeliling Pastikan Suplai Air Parapuar Penuhi Standar Pariwisata

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:43

Dilantik Muhaimin, Sewargading Ditarget Bawa PKB Manggarai Barat Menang di 2029

Senin, 27 Juli 2026 - 15:04

Kronologi Kecelakaan Pikap vs Xpander di Labuan Bajo, Tak Ada Korban Jiwa

Senin, 27 Juli 2026 - 09:01

Workshop Bambu Masuk Sekolah Warnai Peringatan Hari Anak Nasional di Nagekeo

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:19

Kecelakaan Xpander vs Pikap di Merombok, Korban Dilarikan ke RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:06

Jaringan Apotek K-24 Ekspansi ke Labuan Bajo

Berita Terbaru