Kronologi Kecelakaan Pikap vs Xpander di Labuan Bajo, Tak Ada Korban Jiwa

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.

LABUAN BAJO — Polisi mengungkap kronologi kecelakaan Xpander dan pikap di Marombok, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kecelakaan adu banteng tersebut terjadi di Jalan Raya Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, mengatakan insiden bermula saat mobil pikap bernomor polisi F 8213 BA melaju dari arah Labuan Bajo menuju Marombok.

Pikap yang dikemudikan Stanislaus Dapa (22) itu melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba mendahului kendaraan lain di depannya.

Baca Juga:  Niat Usir Gerah, Kernet Ekspedisi Justru Meregang Nyawa di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

Namun, saat hendak kembali ke lajur kiri, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi dan mengalami kendala teknis. Setir kemudi mendadak terasa berat.

“Di saat yang sama, timbul kendala teknis pada setir kemudi sehingga mobil mengambil lajur kanan dan menabrak Xpander dari arah berlawanan,” kata Supartha dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Mitsubishi Xpander bernopol EB 1126 GB tersebut datang dari arah Marombok. Mobil dikemudikan oleh Aan Suwirahandi (34) dan membawa enam orang penumpang.

Benturan keras membuat mobil pikap yang mengangkut puluhan galon kosong tersebut terbalik. Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Baca Juga:  BPOLBF Janji Salurkan Aspirasi PWL Soal Pembatasan Kuota 1.000 Orang di TN Komodo

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Dari total sembilan orang di kedua kendaraan, delapan di antaranya mengalami luka-luka.

Pengemudi pikap mengalami luka lecet, sementara pengemudi Xpander menderita patah tulang. Lima penumpang Xpander, termasuk anak-anak, mengalami luka lecet, sedangkan dua lainnya selamat.

“Anggota Unit Gakkum Sat Lantas bertindak cepat merespons laporan warga, mendatangi lokasi, dan memprioritaskan evakuasi para korban ke rumah sakit,” ujar Supartha.

Baca Juga:  Raibkan Rp85 Juta Milik Turis, Pemilik Biro Perjalanan Labuan Bajo Terancam 4 Tahun Penjara

Saat ini, seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Komodo untuk mendapatkan perawatan medis awal.

Sementara itu, kedua kendaraan yang ringsek telah diamankan di Mako Sat Lantas Polres Manggarai Barat. Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Menyikapi insiden ini, Supartha mengimbau para pengguna jalan raya agar tidak memaksakan diri menyalip dalam kecepatan tinggi jika ruang aman tidak mencukupi.

“Kelaikan kendaraan seperti sistem pengereman dan kemudi sangat vital. Mari kita utamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica
Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur
Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar
Jerat Berulang Itok Aman: Tipu Turis Italia Rp79 Juta, Terancam 4 Tahun Penjara
Jessica Belum Ditemukan, Operasi SAR KM Feronia Diperpanjang
Langit Labuan Bajo Diselimuti ‘Haze’, BMKG Buka Suara Soal Dugaan Kiriman Asap Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:36

Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:33

Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43

Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:26

Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar

Berita Terbaru