Workshop Bambu Masuk Sekolah Warnai Peringatan Hari Anak Nasional di Nagekeo

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SDK Bokogo, Kabupaten Nagekeo, merayakan Hari Anak Nasional pada Kamis (23/7) dengan mengikuti kegiatan Workshop Bamboo Goes to School.

SDK Bokogo, Kabupaten Nagekeo, merayakan Hari Anak Nasional pada Kamis (23/7) dengan mengikuti kegiatan Workshop Bamboo Goes to School.

NAGEKEO Siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Bokogo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), merayakan Hari Anak Nasional pada Kamis (23/7) dengan mengikuti kegiatan Workshop Bamboo Goes to School.

Kegiatan edukasi lingkungan dan budaya lokal ini diinisiasi oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA).

Dalam acara tersebut, para siswa tidak sekadar bermain. Mereka diajak melihat langsung proses pengolahan bambu menjadi meja, kursi, lonceng angin, hingga peralatan makan dan alat tulis.

Praktik pembuatan produk berbahan bambu itu dipandu langsung oleh instruktur dari perwakilan orang tua murid. Hasil karya tersebut nantinya akan digunakan sebagai fasilitas dan media pembelajaran di sekolah.

Baca Juga:  Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Koordinator Kabupaten YBLL di Nagekeo, Ruslan, menyebut kegiatan ini merupakan langkah awal organisasinya untuk berkontribusi memperbaiki infrastruktur sekolah di NTT.

“Kami ingin Hari Anak Nasional menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Bambu hanyalah media,” jelas Ruslan.

Saat para siswa tidak sekadar bermain. Mereka diajak melihat langsung proses pengolahan bambu menjadi meja, kursi, lonceng angin, hingga peralatan makan dan alat tulis.

Ruslan menambahkan, tujuan utama dari agenda ini adalah memberikan ruang bagi anak untuk berkembang dan mengenali akar kehidupannya.

Baca Juga:  Invasi Grab di Tanah Komodo, Sopir Lokal Teriak: "Kami Jadi Kuli di Negeri Sendiri"

“Yang terpenting adalah anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar, bermain, berkreasi, dan mengenal lingkungan serta budaya yang ada di sekitar mereka,” imbuhnya.

Selain lokakarya bambu, perayaan juga dimeriahkan dengan berbagai permainan edukatif. Siswa diajak berlomba memasukkan paku ke dalam botol, balap kelereng, hingga memecahkan balon secara berkelompok guna melatih kerja sama tim dan sportivitas.

Siswa kelas 6 SDK Bokogo, Maria Stefani Dema, mengaku antusias dengan seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Ia merasa bahagia karena mendapatkan pengetahuan baru terkait pemanfaatan bambu.

“Harapan saya di perayaan ini, saya bisa mendapatkan hak untuk bermain, mendapat pendidikan, mendapatkan makanan, dan hak untuk mendapatkan identitas,” ujar Maria.

Baca Juga:  Kevin dan Cantika Ajak Generasi Muda NTT Gabung di Ajang Putra Putri Budaya 2026

Rangkaian acara tidak berhenti di area sekolah. Para siswa juga diajak melakukan pembelajaran kontekstual dengan mengunjungi Kebun Pangan Perempuan yang dikelola Kelompok Delima Wolowea.

Di kebun tersebut, anak-anak ikut memanen sayuran hijau. Mereka juga berdialog langsung dengan para “Mama Bambu” mengenai manfaat kebun bagi gizi keluarga dan pentingnya mengonsumsi pangan lokal.

Agenda ditutup dengan sesi literasi budaya Wolowea. Anak-anak mendengarkan cerita dari tokoh masyarakat mengenai sejarah empat jembatan bambu di desa tersebut.

Mereka juga dikenalkan kembali dengan tradisi Zoka, sebuah ritual adat yang masih dilestarikan masyarakat setempat sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen.

Penulis : Ofantri Nero

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat
Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa
Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat
Solidaritas Gempa Flores: Saat Pengepul Hasil Bumi dan Jejaring Medis Turun Tangan
Pengakuan Ketua PSSI Mabar di Balik Klub Komodo United

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Kamis, 10 September 2026 - 13:04

Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari

Selasa, 8 September 2026 - 22:02

Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Selasa, 8 September 2026 - 18:13

Viral Warga Manggarai Timur Injak Bantuan Gempa, Kades Kecewa

Senin, 7 September 2026 - 23:00

Cara Wisudawan UKWMS Bantu Warga Terdampak Gempa di Desa Tehong Manggarai Barat

Berita Terbaru

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26