Paus Leo XIV: Puasa Lisan Adalah Bentuk Pantang yang Sering Diremehkan

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pope Leo XIV prays the rosary during a prayer vigil for peace in St. Peter’s Square at the Vatican Oct. 11, 2025, in the presence of the original statue of Our Lady of Fatima. (CNS photo/Pablo Esparza)

Pope Leo XIV prays the rosary during a prayer vigil for peace in St. Peter’s Square at the Vatican Oct. 11, 2025, in the presence of the original statue of Our Lady of Fatima. (CNS photo/Pablo Esparza)

VATIKAN Paus Leo XIV mengajak seluruh umat Kristiani untuk melakukan bentuk pantang yang sangat praktis namun sering kali diremehkan, yaitu menahan diri dari kata-kata yang menyinggung dan menyakiti sesama.

Ajakan tersebut menjadi inti dari pesan Paus Leo XIV untuk masa Prapaskah 2026 yang dirilis secara resmi belum lama ini.

Sebelumnya, momen kedekatan Paus dengan umat terekam saat ia berdoa rosario dalam vigil perdamaian di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 11 Oktober 2025. Saat itu, hadir pula patung asli Bunda Maria dari Fatima.

Mengingat masa Prapaskah sudah dimulai pada Rabu Abu, 18 Februari 2026, Bapa Suci menyatakan bahwa masa liturgi ini adalah kesempatan bagi umat untuk menempatkan kembali misteri Tuhan di pusat kehidupan.

Menurut Paus, setiap perjalanan pertobatan dimulai dengan membiarkan firman Tuhan menyentuh hati. Hal ini bertujuan agar umat dapat memperbarui komitmen untuk mengikuti Kristus dalam misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.

Baca Juga:  BPOLBF Janji Salurkan Aspirasi PWL Soal Pembatasan Kuota 1.000 Orang di TN Komodo

Paus Leo XIV menekankan pentingnya mendengarkan Tuhan dan orang-orang di sekitar kita. Ia mengajak umat untuk berani masuk ke dalam hubungan yang autentik.

“Di tengah banyaknya suara yang hadir dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, Kitab Suci membantu kita mengenali dan menanggapi jeritan mereka yang menderita dan berkesusahan,” ujar Paus sebagaimana dikutip dari ChicagoCatholic.

Umat Kristiani, lanjut Paus, dapat memupuk keterbukaan batin untuk mendengarkan, sebagaimana yang dilakukan Tuhan. Hal ini dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran bahwa kaum miskin menantang sistem ekonomi, kehidupan pribadi, maupun gereja.

Paus Leo XIV kemudian menjelaskan bagaimana puasa membantu membuka diri terhadap keinginan yang mendalam akan keadilan, yang membebaskan manusia dari rasa puas diri.

“Justru karena melibatkan tubuh, puasa memudahkan kita untuk mengenali apa yang kita ‘laparkan’ dan apa yang kita anggap perlu untuk rezeki kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa puasa membantu mengidentifikasi dan mengatur “nafsu”, serta menjaga agar rasa lapar dan haus akan keadilan tetap hidup.

Baca Juga:  Sambut Paskah Polsek Cibal Gelar Kerja Bakti di Gereja Pagal

Puasa juga mengajarkan manusia untuk mengendalikan keinginan dengan cara memurnikan, membebaskan, dan mengarahkan keinginan tersebut kepada Tuhan dan perbuatan baik.

Namun, Paus mengingatkan agar puasa dilakukan dalam iman, kerendahan hati, dan persekutuan dengan Tuhan. Ia menegaskan agar puasa tidak boleh menimbulkan kesombongan.

Paus kemudian menyoroti bentuk pantang yang sering diabaikan, yakni menahan diri dari kata-kata yang menyakitkan.

“Mari kita mulai dengan melucuti senjata bahasa kita, menghindari kata-kata kasar dan penghakiman yang gegabah, menahan diri dari fitnah dan berbicara buruk tentang mereka yang tidak hadir dan tidak dapat membela diri mereka sendiri,” tegas Paus Leo XIV.

Ia mengajak umat untuk mengukur kata-kata dan menumbuhkan kebaikan serta rasa hormat di dalam keluarga, pertemanan, tempat kerja, media sosial, debat politik, hingga di komunitas Kristiani.

Baca Juga:  Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Jika hal ini dilakukan, Paus yakin kata-kata kebencian akan “memberi jalan bagi kata-kata harapan dan damai.”

Paus Leo XIV juga menekankan aspek komunal dalam mendengarkan dan berpuasa yang dapat dihidupi dalam paroki, keluarga, maupun komunitas religius.

Dengan mendengarkan jeritan orang miskin, umat melatih hati nurani dan meningkatkan kualitas hidup serta relasi antar sesama.

“Artinya, membiarkan diri kita ditantang oleh realitas dan mengenali apa yang sebenarnya memandu keinginan kita — baik di dalam komunitas gerejawi maupun terkait kehausan umat manusia akan keadilan dan rekonsiliasi,” ungkapnya.

Menutup Pesan Prapaskah 2026, Paus Leo XIV menyerukan agar komunitas Kristiani menjadi tempat di mana mereka yang menderita merasa disambut.

“Marilah kita memohon kekuatan yang berasal dari jenis puasa yang juga meluas ke penggunaan bahasa kita, sehingga kata-kata yang menyakitkan berkurang dan memberi ruang yang lebih besar bagi suara orang lain,” pungkasnya.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Fons Abun

Sumber Berita : ChicagoCatholic

Berita Terkait

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak
9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17