Dua WNA China Tewas Saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor Labuan Bajo

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keduanya tewas tenggelam usai dihantam gelombang tinggi saat berenang di Perairan Pulau Kelor, Rabu (15/7/2026).

Keduanya tewas tenggelam usai dihantam gelombang tinggi saat berenang di Perairan Pulau Kelor, Rabu (15/7/2026).

LABUAN BAJO — Nasib nahas menimpa dua warga negara asing (WNA) asal China yang tengah berlibur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Keduanya tewas tenggelam usai dihantam gelombang tinggi saat berenang di Perairan Pulau Kelor, Rabu (15/7/2026).

Korban diketahui bernama Guo Xingyou, seorang perempuan, dan Sha Gingyang, seorang laki-laki.

Insiden maut ini bermula pada pukul 12.00 WITA. Saat itu, kedua korban sedang asyik melakukan aktivitas snorkeling di permukaan laut Pulau Kelor.

Berdasarkan laporan dari Koordinator Pos SAR Manggarai Barat yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, cuaca perairan yang mendadak ekstrem menjadi pemicu petaka tersebut.

Baca Juga:  Dua Turis Austria Tewas di Manggarai Barat, Pemerintah Daerah Evaluasi Total Destinasi Wisata

“Kedua korban sedang melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, namun nahas gelombang tinggi menghantam keduanya hingga tenggelam,” tulis keterangan resmi SAR Gabungan, Rabu (15/7/2026).

Sekitar 45 menit usai kejadian, tepatnya pukul 12.45 WITA, korban Guo Xingyou berhasil ditemukan lebih dulu oleh tim pencari.

Guo dievakuasi dalam kondisi tak sadarkan diri. Wisatawan di sekitar lokasi dan Tim SAR Gabungan langsung memberikan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Tindakan penyelamatan itu terus dilakukan sepanjang perjalanan laut menuju Pelabuhan Bajo. Namun, nyawa Guo tak tertolong.

Setibanya di RSUD Komodo, dokter yang menanganinya menyatakan korban telah meninggal dunia.

Baca Juga:  30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Operasi pencarian kemudian dilanjutkan untuk mencari Sha Gingyang. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran ketat di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian itu juga turut melibatkan koordinasi dengan nelayan setempat serta potensi SAR lainnya di lapangan.

Kerja keras tim membuahkan hasil pada sore hari. Pukul 16.44 WITA, jasad Sha akhirnya ditemukan di kedalaman 23 meter di bawah permukaan laut.

Titik penemuan berada di koordinat 8°32’50.59″ S – 119°49’7.15″ E, berjarak sekitar 0,21 nautical miles dari lokasi awal korban tersapu ombak.

“Korban kedua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya Tim SAR Gabungan membawa korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna diserahkan ke pihak medis RSUD Komodo,” jelas pihak SAR.

Baca Juga:  Bertaruh Nyawa di Ruang Tahanan Saat Gempa Flores Mengguncang

Menyusul penemuan kedua korban, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan resmi ditutup. Seluruh personel ditarik kembali ke kesatuannya masing-masing.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Lanal Labuan Bajo, Ditpolairud Polda NTT, Satpolairud Polres Manggarai Barat, KSOP Manggarai Barat, KKP Labuan Bajo, dan P3KOM.

Tim dikerahkan menggunakan armada tempur laut berupa Rigid Inflatable Boat (RIB) 500 PK milik Pos SAR Manggarai Barat, serta dua unit speedboat masing-masing milik KSOP dan Polair Labuan Bajo.

Penulis : Ofantri Nero

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal
HUT ke-1 Kodim 1630: Refleksi Sinergi dan Aksi Spontan di Zona Gempa
Kritik Keras DPD GMNI NTT: Regenerasi Bukan Sekadar Ganti Orang di Struktur
Viral Pengemudi Mobil Dinas di Labuan Bajo Buang Sampah Sembarangan, Netizen: Tidak Beri Contoh
Pascagempa M 7,7 Flores, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Tetap Kokoh
Dugaan Korupsi KPU Mabar Rp 28 M, Pegiat: Ketua dan Komisioner Tak Bisa Lepas Tangan!
Diperiksa Dua Kali, Ketua KPU Mabar Akui Ada Rangkap Jabatan Pengelola Keuangan
Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:59

Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal

Sabtu, 19 September 2026 - 09:30

HUT ke-1 Kodim 1630: Refleksi Sinergi dan Aksi Spontan di Zona Gempa

Jumat, 18 September 2026 - 20:56

Kritik Keras DPD GMNI NTT: Regenerasi Bukan Sekadar Ganti Orang di Struktur

Jumat, 18 September 2026 - 13:23

Viral Pengemudi Mobil Dinas di Labuan Bajo Buang Sampah Sembarangan, Netizen: Tidak Beri Contoh

Kamis, 17 September 2026 - 12:19

Pascagempa M 7,7 Flores, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Tetap Kokoh

Berita Terbaru

Kementerian Pariwisata bersama sejumlah lembaga terkait menggelar sertifikasi kompetensi kepemanduan snorkeling Level III bagi 30 pemandu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil secara khusus untuk merespons persoalan keselamatan wisata bahari yang belakangan menjadi sorotan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Pariwisata

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:29