Turis Austria Tewas di Cunca Wulang, Polisi Telah Periksa 5 Saksi

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian pidana usai dua wisatawan asal Austria tewas terjatuh dari jembatan gantung yang rapuh di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian pidana usai dua wisatawan asal Austria tewas terjatuh dari jembatan gantung yang rapuh di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

LABUAN BAJO Kepolisian Resor Manggarai Barat telah memeriksa lima saksi terkait tewasnya dua turis asal Austria di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Nusa Tenggara Timur.

Pemeriksaan para saksi ini dilakukan menyusul temuan polisi berupa lubang sepanjang 1,2 meter pada lantai jembatan gantung yang patah dan menewaskan kedua korban.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa kayu penyangga jembatan setinggi 10 meter tersebut sudah lapuk termakan usia.

Polisi juga mendapati sebagian papan pijakan jembatan sudah goyang dan terangkat, sementara 90% jaring pengaman (safety net) telah hilang.

Kondisi infrastruktur yang rapuh ini membuat pasangan suami istri berinisial J (54) dan A (56) tewas seketika usai jembatan jebol pada Minggu (24/05/2026).

Baca Juga:  BKH Semprot Kejaksaan: Sebut Ada 'Ahli Siluman' dan Pola 'Tersangka Dulu, Bukti Kemudian'

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki dugaan kelalaian pidana di balik insiden tersebut.

Kepolisian secara khusus menyoroti ketimpangan antara penarikan retribusi tiket wisata dengan minimnya standar keselamatan.

Diketahui, uang retribusi pengunjung selalu masuk ke kas Dinas Pariwisaxta Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Desa Cunca Wulang.

Namun ironisnya, polisi tidak menemukan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis terkait pengecekan rutin jembatan.
“Tidak terdapat sistem keselamatan wisata yang memadai,” jelas Christian.

Baca Juga:  Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Di lokasi kejadian, pengelola juga tidak menyediakan rambu bahaya maupun asuransi kecelakaan bagi pengunjung.

Selain itu, tidak ada pramuwisata resmi dan bersertifikat yang mendampingi para turis saat melakukan trekking.

Petugas dan pemandu lokal di Cunca Wulang disebut belum pernah mendapatkan pelatihan keselamatan wisata yang layak.

Adapun lima saksi kunci yang telah diperiksa secara maraton meliputi Kepala Desa Cunca Wulang, petugas retribusi, pemandu lokal, sopir korban, hingga polisi pertama di lokasi.

Penyelidikan dipastikan akan meluas dan menyasar pihak pemerintah daerah.
Polisi segera memanggil sejumlah pejabat di Pemkab Manggarai Barat yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan Cunca Wulang.

Baca Juga:  "Terlambat Satu Menit Siap Viral": Pengakuan EH, Guru SD di Balik Grup Nasabah 'Momang'

Penyidik juga akan menggandeng ahli teknik sipil untuk menganalisis kelayakan struktural jembatan gantung tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah runtuhnya jembatan murni akibat faktor alam atau terdapat unsur kelalaian pengelola.

Sejumlah barang bukti, termasuk buku registrasi kunjungan dan dokumen pengelolaan wisata, kini telah disita oleh polisi.

Saat ini, jenazah kedua korban masih disemayamkan di RSUD Komodo, Labuan Bajo.

Polisi terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke negara asal mereka.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Polisi Sebut Tangkap Curat di Sernaru, Keluarga: Dia Kami Serahkan Sendiri ke Buser
Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa
Pegawai Diduga Pukul Pekerja Pelabuhan, Kepala KSOP Janjikan Sanksi Tegas, Polisi Turun Tangan
Sodoran Bir dan Rokok Tak Hentikan Proses Hukum Oknum Pegawai KSOP Labuan Bajo
Hanya Perkara Truk Pertamina, Pegawai KSOP Labuan Bajo Bogem Petugas Karcis Parkir
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Pura-pura Sediakan Kapal Phinisi, Calo Wisata Tipu Bule Ratusan Juta di Labuan Bajo
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:03

Polisi Sebut Tangkap Curat di Sernaru, Keluarga: Dia Kami Serahkan Sendiri ke Buser

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:17

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:33

Pegawai Diduga Pukul Pekerja Pelabuhan, Kepala KSOP Janjikan Sanksi Tegas, Polisi Turun Tangan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:34

Sodoran Bir dan Rokok Tak Hentikan Proses Hukum Oknum Pegawai KSOP Labuan Bajo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:06

Hanya Perkara Truk Pertamina, Pegawai KSOP Labuan Bajo Bogem Petugas Karcis Parkir

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17