LABUAN BAJO — Kepolisian Resor Manggarai Barat telah memeriksa lima saksi terkait tewasnya dua turis asal Austria di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Nusa Tenggara Timur.
Pemeriksaan para saksi ini dilakukan menyusul temuan polisi berupa lubang sepanjang 1,2 meter pada lantai jembatan gantung yang patah dan menewaskan kedua korban.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa kayu penyangga jembatan setinggi 10 meter tersebut sudah lapuk termakan usia.
Polisi juga mendapati sebagian papan pijakan jembatan sudah goyang dan terangkat, sementara 90% jaring pengaman (safety net) telah hilang.
Kondisi infrastruktur yang rapuh ini membuat pasangan suami istri berinisial J (54) dan A (56) tewas seketika usai jembatan jebol pada Minggu (24/05/2026).
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki dugaan kelalaian pidana di balik insiden tersebut.
Kepolisian secara khusus menyoroti ketimpangan antara penarikan retribusi tiket wisata dengan minimnya standar keselamatan.
Diketahui, uang retribusi pengunjung selalu masuk ke kas Dinas Pariwisaxta Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Desa Cunca Wulang.
Namun ironisnya, polisi tidak menemukan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis terkait pengecekan rutin jembatan.
“Tidak terdapat sistem keselamatan wisata yang memadai,” jelas Christian.
Di lokasi kejadian, pengelola juga tidak menyediakan rambu bahaya maupun asuransi kecelakaan bagi pengunjung.
Selain itu, tidak ada pramuwisata resmi dan bersertifikat yang mendampingi para turis saat melakukan trekking.
Petugas dan pemandu lokal di Cunca Wulang disebut belum pernah mendapatkan pelatihan keselamatan wisata yang layak.
Adapun lima saksi kunci yang telah diperiksa secara maraton meliputi Kepala Desa Cunca Wulang, petugas retribusi, pemandu lokal, sopir korban, hingga polisi pertama di lokasi.
Penyelidikan dipastikan akan meluas dan menyasar pihak pemerintah daerah.
Polisi segera memanggil sejumlah pejabat di Pemkab Manggarai Barat yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan Cunca Wulang.
Penyidik juga akan menggandeng ahli teknik sipil untuk menganalisis kelayakan struktural jembatan gantung tersebut.
Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah runtuhnya jembatan murni akibat faktor alam atau terdapat unsur kelalaian pengelola.
Sejumlah barang bukti, termasuk buku registrasi kunjungan dan dokumen pengelolaan wisata, kini telah disita oleh polisi.
Saat ini, jenazah kedua korban masih disemayamkan di RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Polisi terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke negara asal mereka.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update





