Alunan Dawai Bambu dan Tarian Manggarai Pikat Turis Asing di Parapuar Labuan Bajo

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Weekend at Parapuar akhir pekan ini diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di kawasan Natas Parapuar pada Sabtu (23/05/2026).

Weekend at Parapuar akhir pekan ini diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di kawasan Natas Parapuar pada Sabtu (23/05/2026).

LABUAN BAJO Wisatawan dan warga lokal membaur menikmati alunan musik dan tarian tradisional khas Manggarai dalam ajang ‘Weekend at Parapuar‘ di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Acara rutin akhir pekan ini diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di kawasan Natas Parapuar pada Sabtu (23/05/2026).

Pertunjukan seni ini memadukan ritme alat musik dawai bambu ciptaan seniman lokal bernama Dwbe dengan tiupan suling bambu dari kelompok musik Sahut Suara.

Nuansa budaya terasa semakin kental lewat penampilan Sanggar Molas Roto Roka dan Sanggar Manik Laing.

Baca Juga:  Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026

Kedua sanggar membawakan rangkaian tari tradisional Manggarai. Salah satunya adalah Tari Pua Kopi yang memvisualisasikan aktivitas warga saat memetik kopi.

Mereka juga menampilkan kelincahan melompat di antara jepitan bambu dalam Tari Rangkuk Alu, serta Tari Leke yang menggunakan properti batok kelapa dengan gerakan ritmis yang enerjik.

Acara kemudian ditutup dengan sesi menari bersama yang meleburkan batas antara penari lokal dan pengunjung.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan acara ini sengaja dirancang sebagai ruang temu antara budaya lokal dan sektor pariwisata.

Baca Juga:  Agar Wisata Labuan Bajo Tak Hanya Jual Pemandangan, Konsep 'Food Forest' Disiapkan

“Weekend at Parapuar merupakan ruang ekspresi budaya yang kami hadirkan secara konsisten untuk memperkuat identitas budaya lokal,” kata Andhy.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berwisata yang membekas bagi turis, sekaligus menjadi wadah bagi pelaku seni lokal untuk terus berkembang.

Daya tarik perpaduan budaya dan alam ini diakui oleh turis asing yang hadir di lokasi.
Bryan, seorang wisatawan asal Argentina, mengaku sangat terkesan pada kunjungan pertamanya ke Natas Parapuar.

Baca Juga:  Panas! Persaingan Jasa Transportasi Darat di Labuan Bajo Kembali Mencuat ke Publik

“Tempat ini sangat indah dan acaranya juga sangat menarik. Kami bisa menikmati musik dan menyaksikan tarian tradisional masyarakat lokal,” ungkap Bryan.

Ia juga menyoroti kehangatan interaksi dengan masyarakat setempat selama acara berlangsung.

“Orang-orang di sini sangat luar biasa dan ramah. Saya senang bisa berada di sini,” tambahnya.

Melalui acara ini, BPOLBF menargetkan kawasan Parapuar dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata darat terpadu yang inklusif dan berkelanjutan di Labuan Bajo.

Penulis : Fons Abun

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026
Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:17

Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44

Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02

Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17