Lampu Rem Truk Sampah Mati, Sipri Anjelo Desak Pemda Audit Total Kendaraan Dinas

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang terlibat kecelakaan di Kampung Air, Labuan Bajo, Minggu (1/2/2026) pagi. (Dok. Polres Manggarai Barat)

Truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang terlibat kecelakaan di Kampung Air, Labuan Bajo, Minggu (1/2/2026) pagi. (Dok. Polres Manggarai Barat)

LABUAN BAJO — Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Siprianus Anjelo, menyoroti tajam kondisi armada sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang terlibat kecelakaan di Kampung Air, Labuan Bajo, Minggu (1/2/2026) pagi.

Sipri mengecam keras kelalaian Pemerintah Daerah (Pemda) karena mengoperasikan truk sampah tanpa kelengkapan teknis, terutama lampu rem dan lampu indikator bagian belakang yang tidak berfungsi.

Kondisi truk yang minim pencahayaan tersebut dinilai memperkecil visibilitas kendaraan lain, sehingga menjadi salah satu pemicu terjadinya tabrakan.

“Tolong Pemda audit semua mobil dinas itu. Jangan sampai kondisi kendaraan yang tidak beres menjadi pemicu kecelakaan. Saya sangat menyayangkan hal itu,” tegas Sipri Anjelo kepada Bajo Update, Minggu sore.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus IB vs EH: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan, Pelapor Tutup Pintu Damai

Ia mendesak Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh kendaraan dinas di setiap OPD, termasuk kelengkapan surat-surat, rem, hingga spion.

Sipri mengaku sering melihat kendaraan dinas beroperas tanpa plat nomor serta lampu rem dan reting yang hanya berfungsi di bagian depan saja.

“DPRD mengecam keras jika pemicu kecelakaan ini adalah ketiadaan lampu rem belakang dari kendaraan dinas,” imbuhnya.

Politisi NasDem ini juga menantang pihak kepolisian untuk bersikap adil dan tidak hanya menyasar masyarakat sipil dalam penegakan aturan lalu lintas.

“Polisi jangan hanya kejar masyarakat yang tidak ada spion atau helm. Saya tantang kepolisian jika hanya razia masyarakat, sementara kendaraan dinas dibiarkan tanpa lampu rem,” cetusnya.

Baca Juga:  PGWI Labuan Bajo Minta Presiden Prabowo Copot Menteri Kehutanan soal Kuota TNK

Diberitakan sebelumnya, sebuah Toyota Innova bernopol EB 1162 GB menghantam bagian belakang truk sampah DLH bernopol EB 970 WP di depan Cabang Pasar Lama, sekitar pukul 05.30 Wita.

Kasat Lantas Polres Mabar, AKP I Made Supartha Purnama menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk sampah yang dikemudikan Agustinus Andur (58) hendak menepi untuk mengangkut sampah.

Secara tiba-tiba, Innova yang dikemudikan Ferdinandus Orgis (31) meluncur deras dari arah belakang dan langsung menghantam bagian belakang truk hingga ringsek berat.

Baca Juga:  Paus Leo XIV: Puasa Lisan Adalah Bentuk Pantang yang Sering Diremehkan

Hasil olah TKP menunjukkan pengemudi Innova diduga melaju dengan kecepatan tinggi di bawah pengaruh alkohol.

Namun, polisi juga menemukan fakta bahwa truk sampah milik Pemda tersebut tidak dilengkapi sistem pencahayaan yang memadai, seperti lampu rem, lampu parkir, dan lampu sein yang mati.

“Truk sampah tidak dilengkapi lampu indikator belakang yang berfungsi, sehingga memperkecil visibilitas kendaraan di belakangnya,” ungkap AKP Parta.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Saat ini, kedua kendaraan telah diamankan di Satlantas Polres Mabar untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna memastikan tanggung jawab hukum para pihak.

Penulis : Alfredo R. Ten

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17