Ratusan Keluarga Terpisah akibat Mutasi, Mario Pranda Tulis Surat Terbuka untuk Uskup

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mario Pranda

Mario Pranda

LABUAN BAJO Seorang tokoh pemuda melayangkan surat permohonan kepada Uskup Labuan Bajo, Mgr. Dr. Maksimus Regus.

Ia mendesak pihak Gereja mengambil sikap pastoral yang tegas menentang kebijakan mutasi pegawai pemerintah daerah yang dinilai telah memisahkan ratusan keluarga.

Surat tersebut ditulis oleh tokoh pemuda bernama Mario Franda. Ia menyoroti dampak sosial yang masif akibat proses mutasi pegawai di wilayah Kabupaten Manggarai Barat selama satu setengah tahun terakhir.

Dalam suratnya, Mario menyebut situasi masyarakat di Manggarai Barat saat ini bagaikan menyimpan “ketenangan semu”.

Baca Juga:  BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat

“Terdapat jeritan dan air mata tersembunyi dari sekian banyak keluarga yang sedang mengalami keretakan fondasi sosial akibat kebijakan administratif,” tulis Mario, dikutip media ini, Jumat 22 Mei 2026.

Kebijakan mutasi tersebut, menurutnya, telah memaksa ratusan pegawai menghadapi kenyataan pahit berpisah dari keluarga inti mereka.

Mario merinci bahwa banyak suami kini terpisah dari istrinya, dan orang tua terpaksa tinggal berjauhan dengan anak-anak mereka.

Baca Juga:  Tiga Kepala Keluarga di Cibal Barat Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran

“Kenyataan ini sungguh miris dan mencederai esensi dasar dari sebuah keluarga Katolik yang utuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa pelaksanaan kebijakan mutasi ini berbenturan langsung dengan nilai-nilai luhur agama.

Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan Hukum Gereja (Kanonik) yang sangat menjunjung tinggi kesucian, keutuhan, dan persatuan lembaga perkawinan.

Oleh karena itu, ia memohon agar Gereja Katolik, sebagai institusi yang dianggap sebagai “tiang kebenaran dan keadilan”, tidak tinggal diam melihat situasi ini.

Mario secara spesifik meminta Uskup Labuan Bajo untuk secara resmi menyampaikan teguran atau sikap pastoral kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Di Balik Status Wisata Pemium, Warga Labuan Bajo Tercekik Harga LPJ Mahal

Ia berharap Gereja dapat menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kebijakan yang dianggap merusak tatanan keluarga tersebut.

“Suara Gereja adalah suara kenabian yang sangat dinantikan untuk mengingatkan para pembuat kebijakan,” tegas Mario dalam suratnya.

Ia memungkas surat tersebut dengan harapan agar pemerintah daerah senantiasa menempatkan aspek kemanusiaan dan keutuhan keluarga di atas kepentingan regulasi semata.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6
Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan
Didukung Pemprov Kaltim, IKAMBA Lantik Pengurus dan Luncurkan Program Subsidi Pendidikan
Jaga Kepercayaan Publik, KSP Obor Mas Tanggung Kerugian Anggota Akibat Ulah Staf

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:46

Ratusan Keluarga Terpisah akibat Mutasi, Mario Pranda Tulis Surat Terbuka untuk Uskup

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:44

Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!

Senin, 18 Mei 2026 - 21:24

Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?

Senin, 18 Mei 2026 - 20:59

BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Suasana ruang sidang saat sidang perkara tindak pidana kecelakaan KLM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar dimulai pukul 11.49 Wita, Kamis 12 Maret 2026, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo. (FOTO—Fons Abun).

Hukum & Kriminal

Sidang Vonis Tragedi Kapal Putri Sakinah Digelar Pekan Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:18

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39