Ratusan Keluarga Terpisah akibat Mutasi, Mario Pranda Tulis Surat Terbuka untuk Uskup

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mario Pranda, Mantan Calon Bupati Manggarai Barat Periode 2024-2029

Mario Pranda, Mantan Calon Bupati Manggarai Barat Periode 2024-2029

LABUAN BAJO — Seorang tokoh pemuda melayangkan surat permohonan kepada Uskup Labuan Bajo, Mgr. Dr. Maksimus Regus.

Ia mendesak pihak Gereja mengambil sikap pastoral yang tegas menentang kebijakan mutasi pegawai pemerintah daerah yang dinilai telah memisahkan ratusan keluarga.

Surat tersebut ditulis oleh tokoh pemuda bernama Mario Franda. Ia menyoroti dampak sosial yang masif akibat proses mutasi pegawai di wilayah Kabupaten Manggarai Barat selama satu setengah tahun terakhir.

Dalam suratnya, Mario menyebut situasi masyarakat di Manggarai Barat saat ini bagaikan menyimpan “ketenangan semu”.

Baca Juga:  Mencekam Massa Dua Kubu di Ruteng Nyaris Bentrok Fisik

“Terdapat jeritan dan air mata tersembunyi dari sekian banyak keluarga yang sedang mengalami keretakan fondasi sosial akibat kebijakan administratif,” tulis Mario, dikutip media ini, Jumat 22 Mei 2026.

Kebijakan mutasi tersebut, menurutnya, telah memaksa ratusan pegawai menghadapi kenyataan pahit berpisah dari keluarga inti mereka.

Mario merinci bahwa banyak suami kini terpisah dari istrinya, dan orang tua terpaksa tinggal berjauhan dengan anak-anak mereka.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Nagekeo: 38 Tewas, Tim SAR Berpacu Selamatkan Korban Tertimbun

“Kenyataan ini sungguh miris dan mencederai esensi dasar dari sebuah keluarga Katolik yang utuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa pelaksanaan kebijakan mutasi ini berbenturan langsung dengan nilai-nilai luhur agama.

Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan Hukum Gereja (Kanonik) yang sangat menjunjung tinggi kesucian, keutuhan, dan persatuan lembaga perkawinan.

Oleh karena itu, ia memohon agar Gereja Katolik, sebagai institusi yang dianggap sebagai “tiang kebenaran dan keadilan”, tidak tinggal diam melihat situasi ini.

Mario secara spesifik meminta Uskup Labuan Bajo untuk secara resmi menyampaikan teguran atau sikap pastoral kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Ia berharap Gereja dapat menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kebijakan yang dianggap merusak tatanan keluarga tersebut.

“Suara Gereja adalah suara kenabian yang sangat dinantikan untuk mengingatkan para pembuat kebijakan,” tegas Mario dalam suratnya.

Ia memungkas surat tersebut dengan harapan agar pemerintah daerah senantiasa menempatkan aspek kemanusiaan dan keutuhan keluarga di atas kepentingan regulasi semata.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor
Cakades 04 Minta Coblos Ulang, Panitia Pilkades Lewat Heran: Saat Pleno Lancar-lancar Saja
Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang
Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!
Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai
Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori
Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas
Kawal Hak Suara Warga Sakit, Panitia Pilkades Desa Gorontalo Mabar Datangi Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:03

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57

Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31

Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai

Rabu, 30 September 2026 - 11:55

Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori

Berita Terbaru