BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAMBAR ILUSTRASI

GAMBAR ILUSTRASI

LABUAN BAJO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh fenomena atmosfer ganda.

Berdasarkan analisis tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di seluruh wilayah kabupaten itu untuk dua hari ke depan.

Warga diminta bersiaga menghadapi potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Labuan Bajo, Maria Patrycia Christin Seran, mengatakan cuaca ini utamanya dipengaruhi oleh melintasnya gelombang ekuator Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO).

Baca Juga:  Viral! Kades Batu Cermin Yono Tanggung Biaya Sekolah Geri yang Pernah Dibantu KDM

Selain itu, tingginya tingkat kelembapan udara saat ini memicu masifnya pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, BMKG juga mendeteksi keberadaan sirkulasi siklonik yang berada tepat di atas Pulau Flores.

Fenomena pusaran angin ini, menurut Maria Seran, semakin membuat banyak awan hujan terkonsentrasi di wilayah Flores, termasuk Manggarai Barat.

Akibat rentetan kondisi atmosfer tersebut, hujan diprediksi masih akan turun di kawasan itu hingga dua hari ke depan.

Baca Juga:  LSM ILMU Tembus Jalan Rusak Salurkan Sembako Korban Gempa Manggarai Timur

Meski demikian, BMKG mencatat bahwa karakteristik hujan yang turun tidak akan seragam di setiap daerah.

“Hujan yang terjadi bersifat spasial dan temporal, artinya tidak merata di semua wilayah serta durasi kejadiannya berbeda-beda pada tiap lokasi dan waktu,” ujar Maria Seran, Senin 18 Mei 2026.

BMKG secara khusus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada periode siang hingga malam hari.

Pada rentang waktu tersebut, potensi hujan lebat kerap datang memicu kilat atau petir, serta angin kencang berdurasi singkat.

Baca Juga:  Kadispar Diperiksa, Ahli Sipil Dilibatkan: Babak Baru Investigasi Jembatan Jebol di Manggarai Barat

Peringatan tegas juga ditujukan bagi masyarakat yang tinggal atau bekerja di sekitar daerah aliran sungai.

Seran meminta warga untuk tidak beraktivitas di dekat bantaran sungai saat hujan sedang berlangsung.

Langkah antisipasi ini harus tetap dipertahankan beberapa waktu setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu pegunungan.

Hal tersebut sangat penting dilakukan guna menghindari ancaman banjir kiriman yang dapat datang secara tiba-tiba.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor
Cakades 04 Minta Coblos Ulang, Panitia Pilkades Lewat Heran: Saat Pleno Lancar-lancar Saja
Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang
Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!
Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai
Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori
Wabup Matim Pantau Pengerjaan Lapen Simpang Nantal-Kawit- Laing Rana Mese, Ingatkan Soal Kualitas
Kawal Hak Suara Warga Sakit, Panitia Pilkades Desa Gorontalo Mabar Datangi Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:03

Buntut Status FB, EH Jadi Tersangka tapi Cuma Wajib Lapor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57

Kalah Tipis 3 Suara, Cakades Lewat Mabar Gugat Hasil Pilkades dan Minta Coblos Ulang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:31

Pemkab Manggarai Barat ke PLN: Jangan Alergi Kritik!

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai

Rabu, 30 September 2026 - 11:55

Menang Tipis 19 Suara, Sukarman Resmi Nakhodai Desa Golo Mori

Berita Terbaru