LABUAN BAJO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh fenomena atmosfer ganda.
Berdasarkan analisis tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di seluruh wilayah kabupaten itu untuk dua hari ke depan.
Warga diminta bersiaga menghadapi potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Labuan Bajo, Maria Patrycia Christin Seran, mengatakan cuaca ini utamanya dipengaruhi oleh melintasnya gelombang ekuator Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO).
Selain itu, tingginya tingkat kelembapan udara saat ini memicu masifnya pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, BMKG juga mendeteksi keberadaan sirkulasi siklonik yang berada tepat di atas Pulau Flores.
Fenomena pusaran angin ini, menurut Maria Seran, semakin membuat banyak awan hujan terkonsentrasi di wilayah Flores, termasuk Manggarai Barat.
Akibat rentetan kondisi atmosfer tersebut, hujan diprediksi masih akan turun di kawasan itu hingga dua hari ke depan.
Meski demikian, BMKG mencatat bahwa karakteristik hujan yang turun tidak akan seragam di setiap daerah.
“Hujan yang terjadi bersifat spasial dan temporal, artinya tidak merata di semua wilayah serta durasi kejadiannya berbeda-beda pada tiap lokasi dan waktu,” ujar Maria Seran, Senin 18 Mei 2026.
BMKG secara khusus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada periode siang hingga malam hari.
Pada rentang waktu tersebut, potensi hujan lebat kerap datang memicu kilat atau petir, serta angin kencang berdurasi singkat.
Peringatan tegas juga ditujukan bagi masyarakat yang tinggal atau bekerja di sekitar daerah aliran sungai.
Seran meminta warga untuk tidak beraktivitas di dekat bantaran sungai saat hujan sedang berlangsung.
Langkah antisipasi ini harus tetap dipertahankan beberapa waktu setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu pegunungan.
Hal tersebut sangat penting dilakukan guna menghindari ancaman banjir kiriman yang dapat datang secara tiba-tiba.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






