BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Divers Alert Network (DAN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar kegiatan edukasi keamanan wisata bahari.

Divers Alert Network (DAN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar kegiatan edukasi keamanan wisata bahari.

LABUAN BAJO — Divers Alert Network (DAN) Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar kegiatan edukasi keamanan wisata bahari.

Kegiatan yang didukung oleh The National Association of Underwater Instructors (NAUI) ini berlangsung selama dua hari, yakni 14-15 April 2026, bertempat di Kantor BPOLBF, Labuan Bajo.

Sebanyak 100 peserta terlibat dalam agenda ini, yang terdiri atas kru selam, dive guide, kru kapal wisata, asosiasi penyelam, hingga perwakilan pemerintah daerah sektor pariwisata.

Program ini mengusung visi “Diving Safety 1000 Initiatives”. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas pelaku usaha wisata bahari dalam memitigasi risiko aktivitas berisiko tinggi seperti diving dan snorkeling.

Langkah strategis ini diambil guna merespon dinamika transportasi laut dan mewujudkan transformasi “Pariwisata Naik Kelas”. Pemerintah ingin memastikan Labuan Bajo tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi pelancong.

Baca Juga:  Masjid di Labuan Bajo Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Edi Endi Puji Kepedulian Pusat

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Manggarai Barat.

“Sebagai destinasi prioritas, kita tidak dapat hanya mengandalkan keindahan alam tanpa diiringi jaminan keamanan yang memadai,” ujar Andhy saat membuka kegiatan, Selasa (14/4/2026).

Andhy juga memberikan apresiasi kepada para pelaku wisata yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kenyamanan wisatawan di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa standar keselamatan yang tinggi akan meningkatkan reputasi Labuan Bajo di mata dunia sebagai destinasi kelas dunia yang bertanggung jawab.

Baca Juga:  BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum: Gerakan Kolektif Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

“Keamanan adalah investasi, bukan beban biaya. Kita ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Labuan Bajo adalah destinasi yang indah, sekaligus aman,” tegas Andhy.

Sementara itu, Country Manager Divers Alert Network (DAN) Indonesia, Bayu Wardoyo, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan bahari di Indonesia.

Menurut Bayu, potensi besar yang dimiliki Labuan Bajo sebagai destinasi wisata selam harus diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku wisata memiliki kemampuan dasar dalam penanganan keadaan darurat serta memahami manajemen risiko,” jelas Bayu.

Ia menambahkan, edukasi ini tidak akan berhenti pada pelaku wisata saja. Kedepannya, DAN Indonesia berencana merangkul tenaga medis di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Alunan Dawai Bambu dan Tarian Manggarai Pikat Turis Asing di Parapuar Labuan Bajo

“Kedepannya, dukungan peningkatan kemampuan dasar juga bagi tenaga medis yang ada di Labuan Bajo, agar dapat mendukung penanganan masa krisis bagi para korban risiko wisata bahari,” ungkapnya.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari NAUI dan dihadiri oleh Training Manager Asia Pacific, Mr. William Tong.

Sejumlah asosiasi pariwisata turut hadir, di antaranya P3KOM, ASKAWI, DOCK, Gahawisri, JANGKAR, ASET, HPI, serta perwakilan dari Basarnas, Sat Polairud, dan Dinas Pariwisata Manggarai Barat.

Edukasi ini diharapkan menjadi standar nasional baru dalam penerapan keselamatan wisata bahari, sekaligus menjadikan Labuan Bajo sebagai rujukan keamanan wisata di Indonesia.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius
KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut
Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’
BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare
Tampilkan Justy Aldrin, BPOLBF Gelar Festival Musik di Parapuar Labuan Bajo
10 Hari Tertahan, Jenazah Pasutri Austria Diterbangkan ke Bali
Dicari DPRD Soal ‘Bobroknya’ Wisata Mabar, Kadispar Ternyata Sedang Diperiksa Polisi
Kadis Absen Saat Rapat, Anggota DPRD Mabar Semprot Dinas Pariwisata

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:08

“Kakak Kita Kurang Turun ke Lapangan,” Balasan Menohok Mario Pranda Pada Kanisius

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:36

KOPEARAD Peringatkan Bahaya Mikroplastik Bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:50

Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas ‘Pahami Regulasi’

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:31

BPN Manggarai Barat Dituding Abaikan Putusan Mahkamah Agung Soal Lahan 11 Hektare

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:44

Tampilkan Justy Aldrin, BPOLBF Gelar Festival Musik di Parapuar Labuan Bajo

Berita Terbaru