Polemik Ojek Online Labuan Bajo, Paulus Ganor: Larang Grab Dinilai Tak Masuk Akal

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO — Paulus Ganor

FOTO — Paulus Ganor

LABUAN BAJO – Kehadiran layanan transportasi online seperti Grab di Labuan Bajo, Manggarai Barat, terus memantik polemik. Namun, tokoh masyarakat setempat, Paulus Ganor, pasang badan mendukung operasional aplikasi tersebut.

Paulus menilai desakan agar Grab angkat kaki dari Labuan Bajo adalah pemikiran yang dangkal. Ia menganggap pihak yang menolak tidak melihat realitas ekonomi dan kebutuhan di lapangan.

Menurut Paulus, tingginya biaya hidup di Labuan Bajo saat ini membuat masyarakat tercekik. Kehadiran transportasi berbasis aplikasi justru menjadi jalan keluar.

“Masyarakat butuh alternatif yang lebih terjangkau untuk beraktivitas. Grab hadir menjawab kebutuhan itu,” kata pria yang kerabat disapa Paul Ganor itu pada Ahad, 26 April 2026.

Baca Juga:  Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama

Status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas kelas dunia, kata Paul Ganor, wajib diiringi dengan adaptasi teknologi. Menolak kemajuan digital dinilai sebagai langkah mundur.

Wisatawan domestik maupun mancanegara saat ini menuntut kepastian harga, keamanan, dan kemudahan pelacakan perjalanan. Sistem aplikasi memotong praktik tawar-menawar tarif yang berpotensi merugikan turis.

“Kita tidak bisa menolak kemajuan. Justru harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Paulus juga menepis keras anggapan bahwa keberadaan Grab mematikan mata pencaharian warga asli Manggarai Barat.

Baca Juga:  Bukan di Luar Negeri, Ini Surga Dunia yang Tersembunyi di Labuan Bajo

Faktanya, ia menyebut sekitar 85 persen mitra pengemudi taksi dan ojek online di daerah tersebut adalah warga lokal.

“Ini bukan orang luar yang datang ambil peluang. Kalau 85 persen pengemudinya adalah warga lokal, lalu siapa sebenarnya yang dirugikan?” tuturnya menegaskan.

Selain menyerap tenaga kerja, ekosistem Grab dinilai mendongkrak omzet pelaku UMKM. Fitur pesan-antar makanan membuka pasar baru bagi pedagang lokal untuk menjangkau wisatawan di hotel.

Dari sisi infrastruktur, transportasi online sukses menambal keterbatasan angkutan publik konvensional. Terutama untuk layanan mobilitas dini hari bagi turis yang hendak menyeberang ke Pulau Komodo. Seperti dari Bandara, hotel, menuju pelabuhan.

Baca Juga:  Lalai Saat Mundur Hingga Nyawa Balita Melayang, Sopir Xenia Resmi Ditahan

Meski demikian, Paul Ganor menegaskan ojek online tidak seharusnya diposisikan sebagai ancaman bagi angkutan konvensional. Keduanya bisa berjalan berdampingan.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk tidak mengambil langkah pelarangan, melainkan segera menerbitkan regulasi tata kelola yang adil.

Aturan tersebut, kata dia, harus mencakup pembatasan kuota pengemudi, penetapan zonasi penjemputan, hingga regulasi batas tarif untuk mencegah persaingan tidak sehat.

“Menolak Grab berarti menolak peluang kerja dan kebutuhan wisatawan global. Yang perlu kita lakukan adalah mengatur, bukan melarang,” ucap Paul Ganor.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bentuk Pasukan di 12 Kecamatan, PAN Mabar Siap Bertarung Habis-habisan di Pemilu 2029
5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?
Gus Halim Buka Muscab PKB Tiga Manggarai di Labuan Bajo, Tekankan Kader Jadi Negarawan
Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
BPOLBF dan Divers Alert Network Bekali Kru Kapal Standar Penanganan Darurat
Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama
Kolaborasi Lintas Sektor: Labuan Bajo Kini Miliki Pusat Pengolahan Sampah Berbasis Larva
BREAKING NEWS: Ribuan Pelaku Wisata ‘Kepung’ Gedung DPRD Mabar: Susah Move On Gara-gara Kuota!

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:16

Polemik Ojek Online Labuan Bajo, Paulus Ganor: Larang Grab Dinilai Tak Masuk Akal

Sabtu, 25 April 2026 - 21:13

Bentuk Pasukan di 12 Kecamatan, PAN Mabar Siap Bertarung Habis-habisan di Pemilu 2029

Sabtu, 25 April 2026 - 16:10

5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?

Sabtu, 25 April 2026 - 13:03

Gus Halim Buka Muscab PKB Tiga Manggarai di Labuan Bajo, Tekankan Kader Jadi Negarawan

Jumat, 17 April 2026 - 17:08

Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Berita Terbaru