Dicari DPRD Soal ‘Bobroknya’ Wisata Mabar, Kadispar Ternyata Sedang Diperiksa Polisi

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Dispar) Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Dispar) Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid.

LABUAN BAJO Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Dispar) Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, merespons kritik tajam anggota DPRD terkait ketidakhadirannya dalam rapat evaluasi pariwisata.

Petrus mengungkapkan bahwa ia tidak bisa hadir karena harus menjalani pemeriksaan dan klarifikasi di Polres Manggarai Barat pada waktu yang bersamaan.

“Tidak ada niat sedikit pun untuk tidak hadir atau tidak memenuhi undangan dari mitra kerja kami di DPRD,” kata Petrus, Selasa (02/06).

Ia menjelaskan, pengambilan keterangan di kepolisian sebenarnya dijadwalkan pekan lalu.

Baca Juga:  Ratusan Pemandu Wisata ‘Kuasai’ Jalanan Labuan Bajo, Ada Apa?

Namun karena ada penyesuaian jadwal, proses tersebut baru bisa dilakukan bertepatan dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD.

Meskipun absen, Petrus menegaskan pihaknya menerima segala catatan dan masukan dari DPRD, terutama terkait pembenahan destinasi dan keselamatan wisata pascainsiden kecelakaan belakangan ini.

Sebelumnya, Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi Demokrat, Paskalis Yosep Sudario, mengaku sangat kecewa dengan absennya pimpinan tertinggi Dinas Pariwisata tersebut.

Rapat kerja yang membahas Evaluasi Perda Sistem Kepariwisataan Daerah itu sempat memanas lantaran Petrus hanya diwakili oleh Sekretaris Dinas.

Baca Juga:  Dampak Gempa M 7,7: Tenda Darurat Penuhi Halaman Rumah Sakit Labuan Bajo

“Pertama, Kepala Dinas sendiri tidak hadir, jadi tidak seru. Sejak awal saya melihat rancangan Dinas Pariwisata ini kurang beres karena tidak ada panduannya,” kritik Paskalis dalam rapat tersebut.

Paskalis menyoroti ketiadaan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) sebagai panduan utama pariwisata di Manggarai Barat.

Menurutnya, ketiadaan panduan yang jelas serta minimnya jaminan keselamatan akan menghancurkan reputasi Manggarai Barat sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Ini menjadi bencana setiap tahun, bahkan setiap bulan, kita ditertawakan. Ke depan, orang akan takut datang ke Manggarai Barat,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga:  Incar Untung Tiga Kali Lipat, Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah ke Bima Digagalkan Polres Mabar

Paskalis merujuk pada minimnya pengawasan fasilitas di destinasi darat, seperti fasilitas kayu lapuk di Cunca Wulang, serta kondisi Gua Rangko dan Danau Sano Nggoang yang dinilai abai dari rancangan pemerintah.

Untuk mencegah memburuknya citra wisata Labuan Bajo dan sekitarnya, DPRD mendesak Dinas Pariwisata tidak sekadar berwacana.

Di akhir pernyataannya, Paskalis mendesak perwakilan Dinas Pariwisata untuk segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang khusus merancang Riparda secara komprehensif.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup
Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri
Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 - 16:58

Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri

Sabtu, 12 September 2026 - 14:14

Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34

Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Berita Terbaru

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Nasional

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:07

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26