LABUAN BAJO – Reses masa sidang II tahun 2026 menjadi panggung aksi nyata bagi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Rofinus Rahmat, yang langsung turun tangan membantu warga.
Selama dua hari, sejak 31 Maret hingga 1 April 2026, Rofinus menyisir sejumlah titik di Kecamatan Mbeliling dan Sano Nggoang.
Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai Barat ini mengawali kegiatannya di Desa Watu Galang, Kecamatan Mbeliling.

Ia kemudian bergerak aktif menuju Desa Sano Nggoang, Desa Golo Kondeng, hingga Desa Poco Golo Kempo di Kecamatan Sano Nggoang.

Kegiatan ini melibatkan kader Partai Golkar serta partisipasi aktif masyarakat di tingkat desa maupun kecamatan.
Berbeda dengan reses pada umumnya yang fokus pada penyerapan aspirasi, Rofinus memilih untuk langsung menghadirkan solusi konkret.
Salah satu aksi nyata tersebut adalah penyelenggaraan pasar bersubsidi di Desa Golo Mbu, Desa Poco Golo Kempo, dan Desa Watu Galang.
Sebanyak 200 paket sembako disalurkan guna meringankan beban ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Di Desa Sano Nggoang, Rofinus terlibat langsung dalam perbaikan ruas jalan Werang–Paku (Wae Bongko) yang mengalami kerusakan parah.
Ia menyumbangkan material berupa semen dan pasir untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan tersebut.
Proses perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh Pemerintah Desa Golo Manting, Desa Sano Nggoang, dan warga setempat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Polsek Sano Nggoang, pemerintah kecamatan, hingga pengusaha angkutan lokal.

Kolaborasi ini dinilai menjadi jawaban efektif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini.
Kepedulian Rofinus berlanjut di Desa Golo Kondeng dengan menyalurkan bantuan keramik, semen, dan pipa.
Bantuan tersebut ditujukan untuk pembangunan kapela di Kampung Mbodong, pengembangan jaringan air bersih, serta perbaikan irigasi.
Meski memberikan bantuan fisik, Rofinus tetap membuka ruang dialog untuk mendengar keluhan warga di setiap desa yang ia kunjungi.
Rofinus mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini sedang menghadapi tantangan berat akibat kebijakan efisiensi anggaran pusat.
Minimnya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) berdampak pada terbatasnya pembangunan daerah.
“Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami dalam menjawab setiap aspirasi masyarakat,” ujar politisi Golkar tersebut.
Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan kebutuhan masyarakat meski secara bertahap.
“Aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas. Saya pastikan akan terus hadir membantu sebatas kemampuan yang ada,” pungkasnya.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi







