LABUAN BAJO — Fungsionaris Adat Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Haji Ramang Ishaka, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berkepala dingin dalam menyikapi pemutaran film Pesta Babi yang tengah memicu perdebatan.
Ia meminta seluruh lapisan masyarakat menunjukkan kedewasaan berpikir untuk meredam potensi gesekan sosial di Labuan Bajo.
Menurut Ramang, film tersebut sebaiknya disikapi secara bijak sebagai bagian dari ekspresi seni atau dokumentasi realita.
Ia menegaskan bahwa karya seni tidak boleh dijadikan sebagai alat pemecah belah.
Ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpancing oleh opini liar yang berkembang di media sosial.
Ramang menekankan pentingnya memahami esensi film secara utuh sebelum bereaksi, karena provokasi yang tidak berdasar hanya akan merusak keharmonisan warga.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa reaksi emosional hanya akan memperkeruh suasana dan mengaburkan substansi sebenarnya dari film tersebut.
“Kita harus menjadi penonton yang cerdas. Menontonlah dengan jernih, saring informasinya, dan jangan biarkan diri kita disetir oleh narasi-narasi yang sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Ramang saat ditemui di kediamannya, Minggu 31 Mei 2026.
Sebagai tokoh adat, Ramang mengingatkan bahwa wilayah adat Nggorang selama ini dikenal memiliki nilai toleransi dan persaudaraan yang kuat.
Ia berharap polemik terkait film Pesta Babi tidak merusak tatanan adat Lonto Leok (musyawarah) serta budaya saling menghormati yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.
Jika terdapat bagian film yang dinilai sensitif atau memicu perdebatan, Ramang menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui ruang diskusi yang sehat.
Ia melarang keras aksi saling menghujat dan meminta warga menjadikan nilai luhur warisan leluhur Nggorang sebagai benteng dari isu-isu yang memecah belah.
Di akhir pernyataannya, Ramang mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada aktivitas positif dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Tugas kita adalah memastikan kampung halaman kita tetap aman dan damai. Mari kita serahkan penilaian teknis dan hukum kepada pihak yang berwajib, sementara kita tetap menjaga persatuan sebagai sesama warga,” pungkasnya.
Penulis : Tim Bajo Update
Editor : Redaksi





