Film ‘Pesta Babi’ Tuai Perdebatan, Tokoh Adat Labuan Bajo Ingatkan Bahaya Provokasi di Media Sosial

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fungsionaris Adat Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Haji Ramang Ishaka, (FOTO/D).

Fungsionaris Adat Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Haji Ramang Ishaka, (FOTO/D).

LABUAN BAJO Fungsionaris Adat Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Haji Ramang Ishaka, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berkepala dingin dalam menyikapi pemutaran film Pesta Babi yang tengah memicu perdebatan.

Ia meminta seluruh lapisan masyarakat menunjukkan kedewasaan berpikir untuk meredam potensi gesekan sosial di Labuan Bajo.

Menurut Ramang, film tersebut sebaiknya disikapi secara bijak sebagai bagian dari ekspresi seni atau dokumentasi realita.

Ia menegaskan bahwa karya seni tidak boleh dijadikan sebagai alat pemecah belah.

Ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpancing oleh opini liar yang berkembang di media sosial.

Baca Juga:  Dampak Gempa M 7,7: Tenda Darurat Penuhi Halaman Rumah Sakit Labuan Bajo

Ramang menekankan pentingnya memahami esensi film secara utuh sebelum bereaksi, karena provokasi yang tidak berdasar hanya akan merusak keharmonisan warga.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa reaksi emosional hanya akan memperkeruh suasana dan mengaburkan substansi sebenarnya dari film tersebut.

“Kita harus menjadi penonton yang cerdas. Menontonlah dengan jernih, saring informasinya, dan jangan biarkan diri kita disetir oleh narasi-narasi yang sengaja dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Ramang saat ditemui di kediamannya, Minggu 31 Mei 2026.

Baca Juga:  Warga dan Tim SAR Sisir Danau Ranamese Cari Bocah Tenggelam

Sebagai tokoh adat, Ramang mengingatkan bahwa wilayah adat Nggorang selama ini dikenal memiliki nilai toleransi dan persaudaraan yang kuat.

Ia berharap polemik terkait film Pesta Babi tidak merusak tatanan adat Lonto Leok (musyawarah) serta budaya saling menghormati yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat setempat.

Jika terdapat bagian film yang dinilai sensitif atau memicu perdebatan, Ramang menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui ruang diskusi yang sehat.

Baca Juga:  Viral! Kades Batu Cermin Yono Tanggung Biaya Sekolah Geri yang Pernah Dibantu KDM

Ia melarang keras aksi saling menghujat dan meminta warga menjadikan nilai luhur warisan leluhur Nggorang sebagai benteng dari isu-isu yang memecah belah.

Di akhir pernyataannya, Ramang mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada aktivitas positif dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Tugas kita adalah memastikan kampung halaman kita tetap aman dan damai. Mari kita serahkan penilaian teknis dan hukum kepada pihak yang berwajib, sementara kita tetap menjaga persatuan sebagai sesama warga,” pungkasnya.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Redaksi

Berita Terkait

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup
Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri
Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 - 16:58

Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri

Sabtu, 12 September 2026 - 14:14

Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri

Sabtu, 12 September 2026 - 09:34

Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Berita Terbaru

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Nasional

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:07

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26