LABUAN BAJO — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mulai memberikan dampak positif bagi para peternak ayam di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Koordinator Penggerak sekaligus Satgas Pengawas Asosiasi Peternak Ayam (ASPETRA) Manggarai Barat, Raimundus Isac, menyatakan bahwa program tersebut menjadi angin segar bagi keberlangsungan usaha peternak lokal.
Raimundus, yang telah berkecimpung di dunia peternakan sejak tahun 2019, mengisahkan bagaimana ekosistem peternak di Manggarai Barat kini mulai didominasi oleh kaum muda.
“Puji Tuhan, awalnya yang beternak di Manggarai Barat ini sedikit. Begitu kita bentuk kelompok, sudah banyak peternak dari kaum milenial yang hidup untuk beternak di sini,” ujar Raimundus kepada media ini di Labuan Bajo, Sabtu 28 Februari 2026.
Ia menilai kehadiran program MBG sangat krusial dalam memberdayakan peternak lokal.
Menurutnya, program ini mampu menyerap hasil produksi kelompok peternak secara maksimal.
“Program MBG ini betul-betul menghidupkan dan memberdayakan kami. Penyerapan hasilnya sangat membantu, terutama bagi kelompok-kelompok peternak ayam,” tambahnya.
Sebagai salah satu penyuplai untuk unit dapur MBG di Wae Mata, Labuan Bajo, Raimundus menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan monopoli usaha. Ia justru merangkul peternak lain untuk tumbuh bersama.
“Saya tidak monopoli dengan kebutuhan saya saja, tetapi saya juga memberdayakan teman-teman peternak yang ada di sini,” tegasnya.
Terkait aspek kesehatan dan kehalalan, Raimundus memastikan seluruh proses produksi dilakukan sesuai standar yang ditetapkan oleh kementerian terkait.
Ia menjelaskan bahwa proses penyembelihan ayam dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk menjamin kualitas dan status halal produk sebelum didistribusikan ke dapur MBG.
“Saya distribusi ayam ke RPH secara halal sesuai instruksi kementerian. Setiap proses ada dokumentasinya, mulai dari identitas penyembelih, mekanisme sembelih, hingga pengepakan dan distribusi,” jelas Raimundus.
Di akhir keterangannya, ia berharap penambahan titik dapur MBG di Manggarai Barat dapat terus memotivasi kaum milenial untuk bergabung dengan asosiasi.
Ia bertekad membawa Manggarai Barat menuju kemandirian pangan, sehingga kebutuhan protein daerah tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar provinsi.
“Program ini untuk memberdayakan peternak lokal, sehingga kita tidak lagi mengharapkan pasokan ayam dari luar daerah atau luar provinsi,” pungkasnya.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Fons Abun






