BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum: Gerakan Kolektif Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Labuan Bajo

Kota Labuan Bajo

LABUAN BAJO – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan Silentium Magnum atau “Jumat Hening” di Labuan Bajo. Program ini dijadwalkan kembali berlangsung pada peringatan Jumat Agung, 3 April 2026 mendatang.

Pelaksanaan tahun ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya mendapatkan respons positif dari berbagai elemen masyarakat di Manggarai Barat.

Silentium Magnum akan diwujudkan melalui pembatasan aktivitas masyarakat pada waktu tertentu guna menciptakan suasana yang hening dan reflektif.

Langkah ini bertujuan mendukung kekhusyukan ibadah Tri Hari Suci Paskah sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Meruorah Luncurkan Paket Jelajah Darat dan Bahari

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya bersama untuk mewujudkan keheningan total di wilayah tersebut.

Menurut Bupati yang akrab disapa Edi Endi ini, Silentium Magnum adalah bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan daerah dan lingkungan hidup.

Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi kolektif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Tidak semata-mata ini soal urusan keagamaan, tapi sebenarnya kita mau mewujudkan bahwa alam ini mau beristirahat,” ujar Edi Endi saat memimpin rapat persiapan di Labuan Bajo, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:  Kronologi Kecelakaan Pikap vs Xpander di Labuan Bajo, Tak Ada Korban Jiwa

Ia menambahkan, saat ini alam kerap disibukkan dengan berbagai kemajuan pembangunan dan penggunaan kendaraan bermotor yang memicu polusi serta kebisingan.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama BPOLBF menyatakan bahwa program ini adalah bentuk integrasi nilai spiritual dan budaya dalam pengembangan pariwisata.

Pihaknya menilai Silentium Magnum merupakan ruang untuk menghormati kearifan lokal serta perjalanan hidup masyarakat Flores.

“Keheningan ini menjadi ruang untuk menghormati alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal,” ungkap Plt. Dirut BPOLBF dalam keterangannya

BPOLBF juga memandang pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tokoh agama, dan pelaku pariwisata demi keberlanjutan program ini.

Baca Juga:  Kemenpar dan BPOLBF Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Pelaksanaan tahun kedua ini diharapkan menjadi fondasi untuk mendorong gerakan serupa di seluruh wilayah Pulau Flores.

Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Labuan Bajo kini tidak hanya mengandalkan keunggulan alam semata.

Wisatawan kini diajak untuk merasakan pengalaman yang lebih bermakna dengan menghormati nilai-nilai spiritual yang hidup di tengah masyarakat.

BPOLBF optimis, melalui Silentium Magnum, posisi Labuan Bajo sebagai destinasi yang reflektif dan berkelanjutan akan semakin kuat di mata dunia.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026
Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:17

Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44

Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02

Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17