LABUAN BAJO — Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan program Jumat Hening (Silentium Magnum) yang akan dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026 mendatang.
Pelaksanaan program ini akan bertepatan dengan peringatan Jumat Agung bagi umat Kristiani sekaligus pelaksanaan Shalat Jumat bagi umat Muslim di Kabupaten Manggarai Barat.
Wakil Bupati Yulianus Weng menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga kesucian dan kekhidmatan hari besar keagamaan.
“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan harmonisasi sosial dalam setiap perayaan keagamaan masyarakat,” ujar Wabup Weng dalam siaran pers Prokopim Mabar, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa melalui kebijakan Jumat Hening, akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat demi menciptakan suasana yang tenang dan kondusif.
“Program Jumat Hening yang sudah disepakati pada tanggal 3 April 2026 ini merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut,” tambah pimpinan daerah yang akrab disapa Dokter Weng tersebut.
Wabup Weng berharap seluruh komponen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah hingga aparat keamanan, dapat berkolaborasi menjalankan program ini.
“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan program baik ini demi terwujudnya perayaan yang bermakna, harmonis, dan aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Barat,” pungkasnya.
Selain itu, menyambut perayaan Paskah yang kian dekat, ia juga menekankan pentingnya mempertahankan semangat gotong royong dan toleransi yang selama ini telah terjaga dengan baik.
“Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, baik aparatur pemerintah, TNI/Polri, maupun masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong dan toleransi dalam menyambut perayaan Paskah,” kata Wabup Weng.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya perayaan Idul Fitri 2026 yang berlangsung dengan aman dan toleran.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menilai keberhasilan perayaan tersebut merupakan buah dari sinergitas yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Data dari KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran, di mana sebanyak 139 kapal wisata melakukan pelayaran ke Taman Nasional Komodo (TNK).
Pemerintah berharap tren positif dalam menjaga kerukunan dan keamanan ini terus berlanjut pada perayaan-perayaan keagamaan lainnya di bumi Manggarai Barat.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi








