Sekda Manggarai Barat Sebut 95 Persen Wisatawan Menumpuk di Laut, Daratan Masih Sepi

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo berbicara dalam diskusi hangat bertajuk

Saat Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo berbicara dalam diskusi hangat bertajuk "Sunset Talk: Dari Labuan Bajo untuk Dunia" yang digelar oleh Radio Republik Indonesia (RRI) SP Labuan Bajo dan Mawatu Labuan Bajo yang berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, di Kawasan Mawatu Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, mengungkapkan ketimpangan sebaran wisatawan di Labuan Bajo. Saat ini, aktivitas pariwisata masih didominasi oleh wisata bahari.

Fransiskus menyebutkan bahwa hampir seluruh wisatawan hanya berfokus mengunjungi kawasan perairan. Sebaliknya, potensi wisata di area daratan (mainland) justru belum tergarap secara optimal.

“Hampir 95 persen kunjungan wisatawan kita ini ada di laut (Taman Nasional Komodo). Sedangkan yang di mainland itu hanya sedikit sekali,” ujar Fransiskus dalam diskusi “Sunset Talk” di Kawasan Mawatu, Minggu, 29 Maret 2026.

Baca Juga:  Natas Parapuar Jadi Magnet Baru Wisatawan di Labuan Bajo

Menurut Fransiskus, kondisi ini menjadikan tata kelola pariwisata di Labuan Bajo jauh lebih rumit dibandingkan daerah lain di Indonesia. Kompleksitas tersebut muncul akibat irisan kewenangan di berbagai wilayah.

“Pariwisata ini sebuah ekosistem yang sangat kompleks sebenarnya, terutama di Labuan Bajo,” katanya.

Ia menjelaskan, kerumitan ini dipicu oleh perpaduan wilayah Taman Nasional Komodo (TNK), perairan luas, dan area daratan yang terus berkembang.

Ia tidak menampik adanya pandangan publik mengenai tumpang tindih kebijakan akibat banyaknya otoritas yang terlibat. Namun, Fransiskus memastikan koordinasi antara pengelola TNK, Bandara, hingga Imigrasi terus diperkuat.

Baca Juga:  Babak Baru Sengketa Tanah Keranga: Dokumen Dibatalkan Kelurahan, Status Tanah Negara Dipertanyakan

Untuk membenahi tata kelola tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tengah menggencarkan digitalisasi sistem pengawasan dan reservasi. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi Gendang Mabar.

Aplikasi tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan aplikasi Siora milik Balai Taman Nasional Komodo.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan mekanisme reservasi yang lebih transparan dengan melibatkan asosiasi pariwisata.

“Di Dinas Pariwisata kami juga lagi menyiapkan aplikasi yang namanya Gendang Mabar. Aplikasi ini nanti akan terhubung dengan Siora,” tutur Fransiskus.

Baca Juga:  BPOLBF Janji Salurkan Aspirasi PWL Soal Pembatasan Kuota 1.000 Orang di TN Komodo

Berdasarkan data tahun 2024, komposisi wisatawan di Labuan Bajo didominasi oleh mancanegara sebesar 78 persen. Sementara itu, wisatawan domestik hanya menyumbang 22 persen dari total kunjungan.

Dominasi aktivitas di laut ini memicu kekhawatiran terkait daya dukung lingkungan. Fransiskus menegaskan, konsentrasi massa di perairan sangat rentan merusak ekosistem jangka panjang.

“Laut itu punya kerentanan yang sangat tinggi. Ini soal isu keberlanjutan. Makanya kami sangat mendukung kebijakan daya tampung (carrying capacity),” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga
Meruorah Luncurkan Paket Jelajah Darat dan Bahari
BPOLBF Dukung Polisi Tindak Tegas Agen Wisata Nakal di Labuan Bajo
Polisi Gagalkan Dugaan Penipuan Travel di Labuan Bajo, 4 Turis Bali Lolos dari Kerugian
Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia
Invasi Grab di Tanah Komodo, Sopir Lokal Teriak: “Kami Jadi Kuli di Negeri Sendiri”
DPR Sentil Kepentingan Pengusaha Jakarta di Balik Kisruh Kuota Seribu TN Komodo
Discover the Countryside Tour by Komodo Padar Tour–A Hidden Gem Near Labuan Bajo

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:29

Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:22

Meruorah Luncurkan Paket Jelajah Darat dan Bahari

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:26

BPOLBF Dukung Polisi Tindak Tegas Agen Wisata Nakal di Labuan Bajo

Senin, 4 Mei 2026 - 11:54

Polisi Gagalkan Dugaan Penipuan Travel di Labuan Bajo, 4 Turis Bali Lolos dari Kerugian

Selasa, 28 April 2026 - 18:56

Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia

Berita Terbaru

Suasana ruang sidang saat sidang perkara tindak pidana kecelakaan KLM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar dimulai pukul 11.49 Wita, Kamis 12 Maret 2026, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo. (FOTO—Fons Abun).

Hukum & Kriminal

Sidang Vonis Tragedi Kapal Putri Sakinah Digelar Pekan Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:18

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39