LABUAN BAJO – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sukses menyulap kawasan Natas Parapuar menjadi panggung budaya yang memikat. Melalui gelaran Weekend at Parapuar (WAP) Vol. 2, wisatawan disuguhi harmoni antara alam dan tradisi di ketinggian 238 mdpl.
Acara yang digelar pada Sabtu (11/4/2026) ini bukan sekadar hiburan biasa. Pengunjung diajak meresapi kekayaan budaya NTT melalui penampilan Sanggar Wela Rana Komodo hingga alunan magis musik Sasando yang dibawakan oleh musisi Jegril Pah.
Suasana semakin semarak saat Hendrik naik panggung dengan permainan alat musik Jimbe yang energik. Tak berhenti di situ, interaksi pecah saat para pengunjung ditantang ikut serta dalam permainan tradisional khas Manggarai, Rangkuk Alu.
Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Parapuar sebagai ruang publik yang inklusif dan menjadi pusat ekspresi budaya lokal.


“Kami ingin menjadikan Parapuar sebagai ruang hidup yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi panggung ekspresi budaya lokal. Weekend at Parapuar diharapkan dapat menjadi wadah interaksi antara wisatawan dan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sebagai daya tarik utama Labuan Bajo,” ujar Andhy di sela-sela acara.
Antusiasme pengunjung pun terlihat nyata. Ricky Sugiarto, seorang wisatawan asal Bandung yang kini bekerja di industri perhotelan Labuan Bajo, mengaku terpukau dengan konsep acara ini. Baginya, kegiatan seperti ini memiliki nilai jual tinggi bagi tamu hotel.
“Pemandangannya luar biasa, bagus sekali. Harapan ke depannya, Weekend at Parapuar ini bisa dibuat reguler dan lebih sering lagi, karena ini penting sekali agar orang tahu kebudayaan Manggarai lebih jauh lagi,” ungkap Ricky.
Ricky juga menyoroti kemudahan akses menuju lokasi yang kini sudah sangat mumpuni. “Dengan diadakannya secara rutin, kami yang bekerja di hotel juga dapat menginformasikan event ini kepada tamu kami. Untuk tempatnya juga bagus, pemandangannya indah, dan aksesnya sudah sangat baik,” tambahnya.
Melalui Weekend at Parapuar Vol. 2, BPOLBF membuktikan bahwa Labuan Bajo memiliki sisi lain yang tak kalah eksotis dari Taman Nasional Komodo.
Parapuar diproyeksikan menjadi destinasi berkelanjutan yang mampu memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkarakter.
Di penghujung acara, seluruh peserta diajak menari bersama (Lulo/Dolo-dolo), menciptakan momen kebersamaan yang hangat di tengah balutan udara perbukitan Labuan Bajo.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi








