BPOLBF Janji Salurkan Aspirasi PWL Soal Pembatasan Kuota 1.000 Orang di TN Komodo

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keindahan alam Pulau Padar, Labuan Bajo. (Sumber Gambar—catperku.com)

Keindahan alam Pulau Padar, Labuan Bajo. (Sumber Gambar—catperku.com)

LABUAN BAJO – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) akhirnya menanggapi gelombang penolakan dari para Pemandu Wisata Lokal (PWL) terkait kebijakan pembatasan kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo (TNK).

Langkah ini diambil menyusul aspirasi yang disampaikan PWL Labuan Bajo dalam audiensi yang digelar pada 5 Maret 2026 lalu.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyatakan pihaknya memahami keresahan para pelaku industri pariwisata akibat kebijakan pembatasan 1.000 orang per hari tersebut.

Andhy menjelaskan bahwa kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba untuk periode Januari hingga April 2026.

Baca Juga:  "Siapa Pencuri Tanah Negara?" Fery Adu Pimpin Ratusan Warga Kepung Kantor BPN dan Kejaksaan Mabar

Menurutnya, masa uji coba ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi dampak kebijakan terhadap konservasi sekaligus dinamika ekonomi warga.

“Kami memahami adanya keresahan dari para pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya,” ujar Andhy dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.

Meski menghormati kewenangan Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Andhy menegaskan BPOLBF tetap mengawal kepentingan masyarakat lokal.

Lembaga ini mengaku sedang menghimpun masukan dan keluhan dari lapangan untuk dianalisis menjadi rekomendasi kebijakan.

“BPOLBF berperan menghimpun berbagai aspirasi, masukan, serta keluhan dari pelaku pariwisata untuk dianalisis dan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan,” tambahnya.

Baca Juga:  Wisatawan Jerman Nyaris Jadi Korban Penipuan Agen di Labuan Bajo

Rekomendasi tersebut nantinya akan dibawa ke tingkat pusat dalam forum koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata dan DPR RI.

Tujuannya, kata Andhy, untuk menciptakan kebijakan yang adil bagi ekosistem dan keberlanjutan ekonomi masyarakat yang bergantung pada pariwisata.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata mendorong adanya pembaruan data yang lebih mutakhir terkait daya dukung kawasan.

Hal ini mencakup pemantauan musim kunjungan, keselamatan pelayaran, pengawasan kapal, hingga dampak jangkar kapal terhadap terumbu karang.

Baca Juga:  Pinjam Mobil Penjual Kelapa untuk Mencuri, Dua Pemuda di Labuan Bajo Dibekuk

“Kementerian Pariwisata mendorong pelaksanaan kajian bersama guna memperbarui angka daya dukung kawasan secara lebih komprehensif,” jelasnya.

Terkait perbedaan data dan persepsi antara pemerintah dengan pelaku wisata, BPOLBF menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar.

BPOLBF menyatakan siap menjadi penghubung agar fakta yang dirasakan para pemandu wisata di lapangan dapat diselaraskan dengan data ilmiah milik pemerintah.

Andhy menekankan pentingnya ruang dialog untuk menyatukan pengalaman praktis para pemandu dengan data pemantauan ekosistem.

“Perbedaan persepsi ini kami pandang sebagai ruang untuk memperkuat dialog dan penyelarasan data,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6
Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan
Didukung Pemprov Kaltim, IKAMBA Lantik Pengurus dan Luncurkan Program Subsidi Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:44

Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!

Senin, 18 Mei 2026 - 20:59

BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Senin, 18 Mei 2026 - 16:29

Bukan Cuma Komodo, Wisata Darat Labuan Bajo Kini Jadi Mesin Baru Ekonomi Warga

Berita Terbaru

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39