LABUAN BAJO – Ketua Yayasan Bakti Kampung Halaman (YBKH), Christo Mario Yosephino Pranda, mengunjungi area pertanian jagung di Konang, Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak, Jumat (20/3/2025).
Kunjungan politisi muda Manggarai Barat ini bertujuan memberikan penguatan sekaligus meyakinkan petani bahwa jagung memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
Melalui YBKH, Mario Pranda menegaskan komitmennya untuk membina dan mendampingi para petani jagung di wilayah tersebut secara berkesinambungan.
Bentuk pembinaan yang disiapkan meliputi bantuan bibit unggul, edukasi dari tenaga ahli, bantuan sarana prasarana, hingga fasilitasi akses pemasaran.
Dalam arahannya, Tokoh Muda itu menekankan pentingnya menciptakan sistem pertanian yang terintegrasi agar petani bisa mandiri dan sejahtera.
“Kelompok tani jagung yang didampingi ini hendaknya dibangun menjadi sebuah ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir,” kata mantan calon Bupati Manggarai Barat periode 2024-2029 itu di hadapan para petani.
Ia menjelaskan, ekosistem tersebut mencakup kemudahan akses modal, penguatan kualitas dan kuantitas produksi, hingga kepastian pemasaran hasil panen.
Mario Pranda juga mendorong masyarakat untuk fokus pada budidaya jagung karena perawatannya yang mudah dan waktu panen yang relatif singkat.
Menurutnya, jagung sangat menguntungkan karena dapat ditanam sebanyak tiga kali masa tanam dalam kurun waktu satu tahun.
Terkait kekhawatiran petani soal harga yang anjlok, Mario memberikan jaminan yang menjadi angin segar bagi para kelompok tani.
“Kami dari YBKH akan menjadi jaminan pemasarannya, dengan catatan sepanjang produksi jagung memiliki jumlah yang tinggi dan terus berlanjut,” tegas Mario Pranda.
Namun, ia mengingatkan agar para petani tetap menjaga kualitas produksi dengan baik agar daya saing pasar tetap terjaga.
Di akhir pertemuan, Mario Pranda mengimbau warga Desa Watu Umpu dan sekitarnya untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.
Ia berharap lahan-lahan kosong yang belum tergarap segera dialihfungsikan menjadi lahan jagung yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






