“Siapa Pencuri Tanah Negara?” Fery Adu Pimpin Ratusan Warga Kepung Kantor BPN dan Kejaksaan Mabar

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Tanah Negara dan Perdamaian memadati jalanan Kota Labuan Bajo pada Selasa, 7 April 2026. (Saat massa aksi tiba di Kejaksaan Negeri Manggarai Barat)

Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Tanah Negara dan Perdamaian memadati jalanan Kota Labuan Bajo pada Selasa, 7 April 2026. (Saat massa aksi tiba di Kejaksaan Negeri Manggarai Barat)

LABUAN BAJO — Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Tanah Negara dan Perdamaian memadati jalanan Kota Labuan Bajo pada Selasa, 7 April 2026.

Massa aksi menggelar demonstrasi besar-besaran di tiga titik utama: Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Pengadilan Negeri Labuan Bajo.

Aksi yang dimulai pukul 08.50 WITA ini dipicu oleh dugaan perampasan tanah negara di wilayah Keranga, Kelurahan Labuan Bajo, yang diduga melibatkan mafia tanah dan oknum penguasa.

Koordinator aksi, Florianus Surion Adu atau yang akrab disapa Fery Adu, dalam orasinya melontarkan kritik pedas terhadap praktik “kongkalikong” yang merugikan rakyat.

Baca Juga:  Bantah Isu Berkembang, Manajemen Le Dupar Beberkan Kronologi Wafatnya LC Asal Karawang

“Siapa yang mencuri tanah negara? Penguasa mana yang kongkalikong dengan para pengusaha? Investor mana yang kongkalikong dengan penguasa?” teriak Fery Adu dengan lantang di depan kantor Kejaksaan.

Fery mengingatkan para pejabat tentang seremoni groundbreaking di Keranga beberapa tahun lalu, yang menurutnya dilakukan di atas tanah negara.

 

Ia menyayangkan hilangnya rencana pembangunan sekolah perikanan bagi anak-anak nelayan di lokasi tersebut karena tanahnya kini berpindah tangan ke pihak swasta.

“Lupa kalau tanah negara yang mereka injak itu sebenarnya mau dibangun sekolah perikanan untuk rakyat nelayan. Tapi hari ini, dikubur cita-cita luhur rakyat itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Dua Alas Hak Berbeda Dasar Terbitnya 5 SHM Keranga, Nama Haji Ramang dan Muhamad Syair Muncul

Fery juga menyentil kinerja BPN Manggarai Barat yang ia nilai lebih berpihak kepada pemilik modal daripada menjaga aset negara.

“Apa yang kita bisa harapkan dari BPN? Akhirnya bukan Badan Pertanahan, tapi Badan Pertahanan Investor yang punya duit. Merubah, mengalihkan tanah negara menjadi tanah pribadi,” cecar Fery.

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini bukan untuk merampas hak orang lain, melainkan untuk mengembalikan aset daerah.

“Substansinya adalah mengembalikan tanah negara kepada pangkuan rakyat Manggarai Barat di Keranga. Kami tidak takut dipenjara karena tujuan kami luhur,” tambahnya.

Baca Juga:  'Kami Tak Ingin Kecolongan': Detik-detik Polisi Bekuk Pembawa Sabu di Pelabuhan Labuan Bajo

Data yang dihimpun menunjukkan dugaan penguasaan tanah negara di Kerangan telah berlangsung sejak 1991 dan diperparah oleh transaksi jual beli melalui akta PPJB pada 2014.

Massa aksi juga menyoroti adanya putusan perdata yang dinilai melegalkan pengalihan aset negara tersebut menjadi milik pribadi.

Lahan yang disengketakan kini telah dipagari dan dipenuhi alat berat seperti ekskavator untuk aktivitas pembangunan fisik yang diduga untuk pembangunan hotel St. Regis Labuan Bajo.

Dalam tuntutannya, massa mendesak Kejaksaan Negeri Manggarai Barat segera memasang plang permanen bertuliskan “Tanah Negara” di lokasi Keranga.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Viral Penjaga Lahan Usir Warga di Pantai Labuan Bajo: Sampeyan Duduk di Pasirnya Ini
Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica
Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur
Geger, Warga Kembur Borong Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar
Jerat Berulang Itok Aman: Tipu Turis Italia Rp79 Juta, Terancam 4 Tahun Penjara
Jessica Belum Ditemukan, Operasi SAR KM Feronia Diperpanjang

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:13

Viral Penjaga Lahan Usir Warga di Pantai Labuan Bajo: Sampeyan Duduk di Pasirnya Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:36

Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:33

Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43

Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur

Berita Terbaru

FOTO saat pengkuran jalan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan pengerjaan Jalan Sola–Watu Ata pada titik-titik kerusakan terparah pada 2026 ini.

Infrastruktur

Dinas PUPR Matim Prioritaskan Segmen Rusak Parah Sola-Watu Ata

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:34