LABUAN BAJO – Gedung Sekolah Dasar Inpres (SDI) Ra’ong di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dilaporkan roboh total pada Senin (9/3/2026) pagi.
Bangunan sekolah tersebut luluh lantah setelah diterjang angin kencang yang disertai hujan lebat sekitar pukul 05.00 WITA.
Dalam video yang diperoleh bajoupdate.com, kejadian menunjukkan kondisi sekolah yang kini rata dengan tanah.
Material atap seng tampak terlepas dan berserakan di area halaman sekolah.

Tiang-tiang penyangga kayu bangunan tersebut patah tak tersisa, menyisakan puing-puing bangunan yang hancur berantakan.
Tak hanya bangunan, ratusan fasilitas belajar berupa kursi dan meja kayu berwarna merah dan hijau tampak tertimbun reruntuhan. Seluruh sarana pendidikan tersebut dipastikan rusak berat.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat sejumlah siswa yang mengenakan seragam merah-putih tiba di sekolah.
Mereka hanya bisa berdiri terpaku menatap ruang kelas mereka yang telah hancur.
Beruntung, musibah ini terjadi saat fajar sebelum jam pelajaran dimulai, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian memilukan ini.
PLT Kepsek SD Inpres Ra’ong, Abdul Asmin membenarkan peristiwa bencana alam yang menimpa lembaga pendidikan yang dipimpinnya tersebut.
“Kejadiannya pukul 05.00 pagi setelah sholat subuh, alamat Ra’ong Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Lembaga SD Inpres Ra’ong, akibat angin kencang disertai hujan lebat,” ujar Abdul Asmin saat dikonfirmasi.
Ia merincikan, terdapat beberapa ruangan yang mengalami kerusakan total hingga tidak bisa digunakan lagi untuk proses KBM.
“Gedung yang roboh ada tiga ruangan untuk belajar siswa, sementara satu ruangannya sebagai tempat inventaris,” jelasnya.
Selain tiga ruangan itu, WC guru-siswa rusak parah akibat tertimpa seng dan kayu gedung yang roboh tersebut.
Abdul Asmin pun bersyukur karena musibah ini tidak memakan korban, mengingat aktivitas sekolah belum dimulai saat gedung itu ambruk.
“Tidak ada korban jiwa, beruntung kejadiannya sebelum anak-anak tiba di sekolah pagi tadi,” pungkas Abdul.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas belajar mengajar di SDI Ra’ong masih berjalan. Pihak sekolah berharap adanya perhatian cepat dari pemerintah daerah untuk menangani kondisi tersebut.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






