BREAKING NEWS: Ribuan Pelaku Wisata ‘Kepung’ Gedung DPRD Mabar: Susah Move On Gara-gara Kuota!

- Redaksi

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Pariwisata Mabar Bersatu (APMB) mendesak DPRD Manggarai Barat agar mengambil sikap tolak kebijakan BTNK terkait penerapan kuota 1000 ke TNK, Senin (13/4/2026) pagi.

Aliansi Pariwisata Mabar Bersatu (APMB) mendesak DPRD Manggarai Barat agar mengambil sikap tolak kebijakan BTNK terkait penerapan kuota 1000 ke TNK, Senin (13/4/2026) pagi.

LABUAN BAJO – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pariwisata Mabar Bersatu (APMB) membanjiri jalanan utama Labuan Bajo, Senin (13/4/2026) pagi.

Massa yang terdiri dari pelaku wisata, pedagang, hingga masyarakat umum ini menggelar aksi besar-besaran menolak kebijakan pembatasan kuota 1.000 kunjungan ke Taman Nasional Komodo (TNK).

Kebijakan tersebut dituding sebagai “lonceng kematian” bagi ekonomi kerakyatan di ujung barat Pulau Flores.

Pantauan media ini, geliat aksi mulai memuncak sejak pukul 08.30 WITA dengan titik kumpul di area Pasar Baru.

Suasana mendadak riuh. Deru mesin ribuan sepeda motor bersahut-sahutan dengan yel-yel perlawanan yang membakar semangat.

Spanduk-spanduk bernada protes tampak membentang luas, dibawa oleh tangan-tangan yang menuntut keadilan ekonomi. Salah satu spanduk bertuliskan,” Susah Move On”.

Baca Juga:  Super Air Jet Buka Rute Langsung Jakarta Labuan Bajo Mulai 29 Maret

Lautan manusia mulai bergerak perlahan, membentuk barisan panjang yang seolah tak berujung menuju jantung kota.

Memasuki jalur utama, Jalan Wae Mata benar-benar lumpuh total kurang lebih 20 menit. Aspal jalanan tertutup rapat oleh “lautan helm”. Arus lalu lintas tak berkutik di bawah kepungan massa yang luar biasa padat.

Di tengah cuaca yang menyengat, aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat tampak berjaga ketat di setiap sudut jalan.

Petugas bekerja ekstra melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai sumbatan kendaraan di tengah tekanan massa.

Puncak ketegangan pecah saat ribuan massa tiba dan langsung mengepung gerbang besi Gedung DPRD Manggarai Barat.

Baca Juga:  Dari Lembor ke Bima, Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah Bersubsidi

Suasana berubah emosional. Orasi-orasi berapi-api diteriakkan dari atas mobil komando yang membelah kerumunan.

Massa berdiri berdesakan, menempelkan badan ke teras gedung sambil terus meneriakkan penolakan terhadap aturan kuota.

“Tolak, !” teriak salah satu orator yang disambut gemuruh sorakan massa yang memekakkan telinga.

Gedung rakyat yang biasanya formal itu kini “dikepung” oleh kemarahan warga yang menagih janji perlindungan ekonomi.

Dalam pernyataan resminya, APMB menilai kebijakan kuota 1.000 wisatawan per hari bukan murni untuk konservasi.

Mereka mencium aroma privatisasi dan praktik monopoli yang bakal menguntungkan segelintir elit bermodal besar.

“Ini soal siapa yang diuntungkan dan siapa yang dikorbankan,” tegas APMB dalam siaran persnya.

Dampak kebijakan ini dianggap bakal menghantam langsung pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga operator kapal lokal.

Baca Juga:  Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

APMB juga mengkritik proses pengambilan keputusan yang dinilai tertutup dan tanpa kajian ilmiah yang transparan.

Setelah dari DPRD, massa melanjutkan long march menuju Kantor Bupati dan berakhir di Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

Hingga siang ini, eskalasi massa di lapangan masih sangat tinggi.

Para demonstran bersumpah tidak akan membubarkan diri hingga ada jaminan nyata kebijakan tersebut dicabut atau dievaluasi total.

“Konservasi tanpa keadilan sosial adalah ketimpangan yang dilegalkan,” tutup pernyataan keras APMB.

Informasi yang diperoleh media, usai di DPRD para demonstran akan melanjutkan aksi protes ke Kantor Bupati dan BTNK.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Viral Penjaga Lahan Usir Warga di Pantai Labuan Bajo: Sampeyan Duduk di Pasirnya Ini
Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km
Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa
Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok
Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:13

Viral Penjaga Lahan Usir Warga di Pantai Labuan Bajo: Sampeyan Duduk di Pasirnya Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:36

Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00

Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa

Berita Terbaru

FOTO saat pengkuran jalan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan pengerjaan Jalan Sola–Watu Ata pada titik-titik kerusakan terparah pada 2026 ini.

Infrastruktur

Dinas PUPR Matim Prioritaskan Segmen Rusak Parah Sola-Watu Ata

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:34