Asuransi Wisata Wajib di Labuan Bajo? Ini Usulan BPOLBF

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Risiko untuk Membangun Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo di GMCC, Golo Mori, Labuan Bajo, Selasa 21 April 2026.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Risiko untuk Membangun Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo di GMCC, Golo Mori, Labuan Bajo, Selasa 21 April 2026.

LABUAN BAJO Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengusulkan penerapan asuransi pariwisata secara wajib yang terintegrasi dalam tiket dan paket wisata di Labuan Bajo.

Usulan itu disampaikan Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, dalam FGD Pilot Project Tata Kelola Risiko Pariwisata di Golo Mori Convention Center, Selasa (21/4/2026).

“Diperlukan pendekatan sistemik yang mencakup perlindungan menyeluruh melalui penerapan asuransi pariwisata secara wajib yang terintegrasi dalam tiket dan paket wisata,” jelas Andhy.

Ia juga mendorong penguatan standar dan sertifikasi lewat harmonisasi kompetensi serta audit berkala bagi pelaku usaha wisata.

Baca Juga:  Pinjam Mobil Penjual Kelapa untuk Mencuri, Dua Pemuda di Labuan Bajo Dibekuk

Menurut Andhy, Labuan Bajo perlu mengembangkan Sistem Manajemen Risiko Destinasi yang mengintegrasikan data lintas sektor.

Sistem itu harus didukung sistem peringatan dini dan SOP berbasis risiko untuk respons cepat saat krisis.

Andhy turut mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Manajemen Risiko Destinasi guna memperkuat koordinasi dan respons krisis.

“Diperlukan juga reformulasi regulasi dan klasifikasi usaha guna memastikan kepastian hukum dan akses terhadap skema asuransi,” katanya.

Dengan langkah itu, Andhy berharap Labuan Bajo menjadi pilot project nasional dalam pengelolaan risiko pariwisata.

FGD ini digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama PT Jasaraharja Putera Insurance.

Baca Juga:  Ratusan Pemandu Wisata ‘Kuasai’ Jalanan Labuan Bajo, Ada Apa?

Kegiatan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Risiko untuk Membangun Pariwisata Berkualitas di Labuan Bajo” itu dimoderatori Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo.

Data 2025 mencatat skor manajemen krisis dan kebencanaan Labuan Bajo baru 4,33 dari skala 1–7.

Sepanjang 2025, kecelakaan kapal wisata tercatat 18 kejadian, naik 28,57% dibanding tahun sebelumnya.

FGD dirangkai dengan penandatanganan MoU dan PKS antara PT Jasaraharja Putera dengan Pemkab Manggarai Barat.

Sekda Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, menyebut FGD ini ruang strategis menyatukan perspektif dan merumuskan langkah konkret.

Baca Juga:  Urai Kerumunan Turis di Perairan Komodo, Pemkab Godok Aplikasi Gendang Mabar

“Labuan Bajo tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga sebagai destinasi yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” tegas Fransiskus.

Plt. Deputi Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menekankan aspek keamanan berwisata kini jadi perhatian utama.

“Penguatan tata kelola risiko menjadi kunci agar setiap aktivitas pariwisata berjalan dalam sistem yang terencana, terukur, dan terintegrasi,” ujar Dida.

Dirut PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyebut asuransi bukan pelengkap, tapi bagian penting membangun pariwisata aman.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berkomitmen memperkuat perlindungan yang terintegrasi bagi pelaku usaha, masyarakat, dan wisatawan,” tutur Abdul Haris.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tampilkan Justy Aldrin, BPOLBF Gelar Festival Musik di Parapuar Labuan Bajo
Dicari DPRD Soal ‘Bobroknya’ Wisata Mabar, Kadispar Ternyata Sedang Diperiksa Polisi
Kadis Absen Saat Rapat, Anggota DPRD Mabar Semprot Dinas Pariwisata
Menjamin Kesempurnaan Ekspedisi Komodo Bersama Bonturi
BPOLBF Perkenalkan Model Desa Wisata Berkelanjutan Flores di Meru Eco Tourism Week
Polisi Periksa Kelayakan Infrastruktur Usai Dua Turis Tewas di Cunca Wulang
Alunan Dawai Bambu dan Tarian Manggarai Pikat Turis Asing di Parapuar Labuan Bajo
Rakornas 2026: Upaya BPOLBF dorong investasi pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:44

Tampilkan Justy Aldrin, BPOLBF Gelar Festival Musik di Parapuar Labuan Bajo

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:14

Dicari DPRD Soal ‘Bobroknya’ Wisata Mabar, Kadispar Ternyata Sedang Diperiksa Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:06

Kadis Absen Saat Rapat, Anggota DPRD Mabar Semprot Dinas Pariwisata

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:01

Menjamin Kesempurnaan Ekspedisi Komodo Bersama Bonturi

Senin, 1 Juni 2026 - 13:49

BPOLBF Perkenalkan Model Desa Wisata Berkelanjutan Flores di Meru Eco Tourism Week

Berita Terbaru