Polsek Lembor dan Warga Tambal Jalan di Welak

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor bersama aparat pemerintah kecamatan dan warga Kampung Galang melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak di Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/2/2026) pagi. (FOTO–Berto)

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor bersama aparat pemerintah kecamatan dan warga Kampung Galang melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak di Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/2/2026) pagi. (FOTO–Berto)

LABUAN BAJO – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor bersama aparat pemerintah kecamatan dan warga Kampung Galang melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak di Desa Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (12/2/2026) pagi.

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Welak dan Kecamatan Kuwus tersebut mengalami kerusakan serius sepanjang 50 meter akibat pergeseran tanah dasar sejak awal Januari lalu.

Kondisi badan jalan yang amblas dinilai mengancam keselamatan pengendara dan menghambat distribusi logistik antarkecamatan.

Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, bersama Camat Welak, Heribertus Manggas.

Baca Juga:  Kasus Kekerasan Seksual Anak di Manggarai Barat: Pelaku Dijerat KUHP Baru, Terancam 9 Tahun Bui

Pengecekan teknis di lokasi dimulai tepat pukul 08.00 Wita sebelum material pasir dan batu (sirtu) diratakan di titik yang berlubang.

“Kondisi jalan ini sudah cukup memprihatinkan sejak awal Januari lalu akibat pergeseran tanah dasar. Kami tidak ingin menunggu sampai akses ini putus total,” ujar IPDA Vinsensius Hardi Bagus di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, inisiatif bersama ini dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan normal.

Menurut Vinsensius, kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk peran sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan infrastruktur darurat.

Baca Juga:  Viral! Tak Kuat Lewati Jalan Rusak Parah, Pasien di Matim Meninggal Sebelum Tiba di RS

“Fokus utama hari ini adalah perbaikan jalan yang merupakan jalur penghubung strategis antara kedua kecamatan tersebut,” tambahnya.

Sekitar pukul 10.40 Wita, material sirtu tiba di lokasi menggunakan truk. Anggota Polsek Lembor bersama warga kemudian meratakan material tersebut menggunakan sekop dan pacul.

Camat Welak, Heribertus Manggas, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas sektoral yang terjalin di lapangan.

“Kehadiran Bapak Kapolsek dan jajarannya memberi semangat luar biasa bagi warga kami. Jalan ini adalah jalur vital,” kata Heribertus.

Ia menegaskan, perbaikan ini sangat mendesak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Duduk Dengar Aspirasi, Rofinus Rahmat Sulap Reses Jadi Aksi Nyata

Kepala Desa Galang, Dionisius Sokong, mengaku bangga dengan antusiasme warganya yang rela meninggalkan pekerjaan di ladang demi kepentingan umum.

“Hari ini kita membuktikan bahwa dengan kerja sama, masalah seberat apa pun, termasuk jalan rusak ini, bisa kita tangani secara swadaya,” tutur Dionisius.

Kegiatan perbaikan jalan secara swadaya ini berakhir pada pukul 14.00 Wita.

Saat ini, jalur tersebut sudah tertutup rata oleh material sirtu sehingga dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman dan nyaman dibandingkan kondisi sebelumnya.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17